Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
ASOSIASI Pengusaha Indonesia (Apindo) berharap Bank Indonesia (BI) tak menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate. Dalihnya, perekonomian saat ini dalam kondisi sulit sehingga BI perlu melakukan intervensi secara hati-hati, terlebih di tengah ekspektasi pasar terhadap penurunan Fed Fund Rate (FFR) oleh The Fed.
"Kalau kami maunya, kalau bisa, jangan dinaikkan lagi BI Rate dengan kondisi yang seperti ini," kata Ketua Umum Apindo Shinta Kamdani kepada wartawan di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di Jakarta, Selasa (16/7). Namun, kata Shinta, posisi rupiah terhadap dolar AS berdampak pada pelaku usaha karena volatilitasnya memberikan situasi yang lebih sulit.
"Kami apresiasi pemerintah yang terus mencoba untuk mengendalikan nilai tukar rupiah. Tapi memang kita harus menjaga, kalau bisa di level di bawah Rp16.000 tentu saja akan lebih baik," tuturnya.
Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan Selasa ditutup turun di tengah meningkatnya ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga Amerika Serikat (AS) dan beragamnya data ekonomi dari Tiongkok selaku negara rekanan utama Indonesia. Pada akhir perdagangan Selasa, rupiah merosot 10 poin atau 0,06% menjadi 16.180 per dolar AS dari sebelumnya sebesar 16.170 per dolar AS.
Pasar menantikan pemangkasan suku bunga BI-Rate. Dalam RDG BI sebelumnya pada 19-20 Juni 2024, Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 6,25%, suku bunga Deposit Facility sebesar 5,50%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 7%. (Ant/Z-2)
GUBERNUR Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan masih terbuka peluang penurunan lanjutan suku bunga acuan atau BI Rate pada tahun ini.
Terpilihnya Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) dinilai menjadi langkah positif bagi penguatan kebijakan ekonomi nasional.
Sejumlah ekonom memproyeksikan Bank Indonesia akan mempertahankan BI Rate di level 4,75% pada pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Januari 2026, Rabu (21/1) siang ini.
Sikap menahan suku bunga acuan (BI Rate) dinilai paling rasional di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
IHSG Bursa Efek Indonesia 8 Januari 2026 ditutup melemah. Analis Pasar Modal Indonesia Reydi Octa mengatakan IHSG kemungkinan sedikit terdampak suku bunga acuan dan inflasi
BI resmi mengganti Jibor dengan Indonia mulai 1 Januari 2026. Indonia berbasis transaksi riil (weighted average), menjamin transparansi pasar.
Harga emas dunia diperkirakan bergerak di kisaran US$4.800–US$5.100 per troy ounce. Emas Antam diproyeksikan Rp3,0–Rp3,2 juta per gram.
Prediksi harga emas Sabtu 14 Februari 2026 diperkirakan stabil hingga menguat terbatas, dipengaruhi harga emas dunia dan nilai tukar rupiah.
Nilai tukar rupiah ditutup melemah ke Rp16.828 per dolar AS hari ini, Kamis (12/2). Simak analisis ICDX terkait dampak Nonfarm Payroll AS terhadap kurs domestik.
Nilai tukar rupiah ditutup melemah 42 poin ke Rp16.828 per dolar AS. Penguatan dolar dan naiknya probabilitas The Fed menahan suku bunga pada Maret 2026 menekan pergerakan rupiah.
Nilai tukar mata uang rupiah hari ini ditutup menguat ke 16.786 per dolar AS. Simak analisis lesunya ekonomi AS dan tingginya minat obligasi domestik.
Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan performa positif pada pembukaan perdagangan Rabu pagi, 11 Februari 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved