Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (1/7) sore ditutup naik mengikuti penguatan bursa saham kawasan Asia. IHSG ditutup menguat 76,04 poin atau 1,08% ke posisi 7.139,62. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 8,92 poin atau 1,01% ke posisi 896,65.
"Bursa Asia di dominasi penguatan setelah data Core PCE Index Amerika Serikat (AS) secara tahunan menurun dari sebelumnya 2,8% menjadi 2,6%. Sedangkan secara bulanan juga menurun dari sebelumnya 0,3% menjadi 0,1%," sebut Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Senin.
Penurunan tersebut mengindikasikan penurunan inflasi. Core PCE Index merupakan indeks yang mengukur perubahan harga barang dan jasa yang dibeli konsumen untuk konsumsi, tetapi tidak termasuk makanan dan energi.
Baca juga : Sembilan Sektor Topang Penguatan IHSG
Dengan demikian, probabilitas pemangkasan suku bunga The Fed pada tahun ini semakin besar. Fokus pelaku pasar pada pekan ini akan tertuju pada risalah rapat Fed pada Juni 2024 yang akan memberikan petunjuk lebih lanjut tentang pemikiran bank sentral sebelum sorotan beralih ke data penggajian di AS pada Jumat (5/7).
Dari Tiongkok, Indeks PMI Manufaktur yang dirilis Caixin naik dari sebelumnya 51,7 menjadi 51,8. Ini terjadi berkat permintaan luar negeri, sementara permintaan domestik tetap lemah.
Dari Jepang, yen diperdagangkan sedikit lebih lemah pada 161,06 per dolar AS setelah merosot ke 161,27 pada Jumat (28/6), level terlemahnya sejak akhir 1986. Ini membuat para pelaku pasar waspada terhadap tanda-tanda intervensi dari otoritas Jepang.
Baca juga : Dibuka Menguat, IHSG Diprediksi Mendatar Hari Ini
Dari dalam negeri, IHSG menguat lantaran data inflasi menurun dari sebelumnya 2,84% menjadi 2,51%. Ini meningkatkan ekspektasi penurunan tingkat suku bunga Bank Indonesia (BI) meskipun ada kemungkinan bahwa BI tetap berusaha untuk memperkuat nilai rupiah, salah satunya dengan upaya tidak memangkas tingkat suku bunga untuk pertemuan berikutnya.
Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor menguat dipimpin transportasi & logistik yang naik 4,14% diikuti barang baku dan energi yang masing-masing 3,15% dan 2,27%. Tiga sektor turun yaitu kesehatan turun paling dalam minus 0,45% diikuti properti dan infrastruktur yang masing-masing 0,21% dan 0,10%.
Baca juga : IHSG Melemah, Diprediksi Variatif Hari Ini
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu WIKA, SMDR, BRPT, KJEN, dan KPIG. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni LABA, BDKR, IBOS, LPKR, dan DATA.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 921.602 kali transaksi. Saham yang diperdagangkan sebanyak 14,75 miliar lembar senilai Rp14,14 triliun. Nilai 321 saham naik, 233 saham menurun, dan 241 tidak bergerak.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 48,00 poin atau 0,12% ke 39,631,10; indeks Shanghai menguat 27,33 poin atau 0,92% ke 2.994,72; dan indeks Strait Times menguat 5,77 poin atau 0,17% ke 3.338,57. Sementara itu, indeks Hang Seng libur memperingati hari libur nasional negara tersebut. (Ant/Z-2)
PROVINSI DKI Jakarta mencatat inflasi sebesar 0,63% (month to month/mtm) pada Februari 2026, berbalik dari kondisi deflasi 0,23% (mtm) pada Januari 2026.
KETEGANGAN geopolitik di Timur Tengah, khususnya yang melibatkan Iran, berpotensi memicu dampak ekonomi global.
BPS juga menyoroti bahwa Februari 2026 bertepatan dengan momen Ramadan. Berdasarkan historis lima tahun terakhir, inflasi selalu terjadi saat Ramadan dengan besaran yang berfluktuasi.
Harga bahan pokok yang mengalami penurunan mencolok terjadi pada komoditas cabai rawit merah, dari Rp110.000 menjadi Rp76.000 per kilogram.
Harga cabai rawit merah melonjak drastis dari Rp100.000 menjadi Rp140.000 per kilogram. Selain karena permintaan, faktor cuaca juga berpengaruh besar.
Cuaca buruk yang terjadi beberapa bulan terakhir cukup memengaruhi produksi yang berdampak berkurangnya pasokan. Di sisi lain, permintaan masyarakat cenderung meningkat.
Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, mengingatkan para investor untuk tetap bersikap rasional di tengah konflik Timur Tengah.
Pasar saham akan dibayangi sentimen risk off. Hal itu menyusul memburuknya situasi geopolitik di Timur Tengah pascaserangan terkoordinasi AS-Israel terhadap Iran.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (2/3) pagi dibuka melemah seiring tekanan dari bursa saham Asia, yang dipicu meningkatnya konflik Iran vs AS.
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak fluktuatif sepanjang pekan ini.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan konsolidasi pada pekan ini, seiring meningkatnya risiko geopolitik global.
Analis ingatkan risiko IHSG tertekan konflik Timur Tengah. Cek prediksi level support, dampak harga minyak, dan strategi investasi sektor komoditas terbaru.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved