Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT Pertanian, Syaiful Bahari, menyebut bahwa dampak jangka panjang dari kenaikan harga eceran tertinggi (HET) menandakan bahwa harga beras sudah semakin sulit turun lagi seperti sebelum 2022 lalu.
"Karena kenaikan HET saat ini mencerminkan harga beras akan tetap tinggi," kata Syaiful saat dihubungi pada Senin (20/5).
Sebagaimana diketahui, beberapa waktu lalu pemerintah telah memutuskan kenaikan untuk HET beras premium maupun beras medium. Adapun untuk saat ini, HET beras premium berada di angka Rp14.900 per kilogram sedangkan HET untuk beras medium berada di angka Rp12.500 per kilogram.
Baca juga : Bapanas Belum Bisa Pastikan Perpanjangan Relaksasi HET Beras Premium di Ritel Modern
Walaupun HET beras baik premium maupun medium sudah diatur, Syaiful menyayangkan bahwa harga beras di pasar dengan HET pemerintah masih berbeda jauh.
"Terlebih lagi antara harga HET dengan harga pasar berbeda jauh," terang dia.
Walaupun adanya kenaikan HET beras, sambung dia, hal tersebut tidak bisa memastikan kesejahteraan para petani padi.
Baca juga : Kenaikan Harga Beras di Sulawesi Tenggara Tak Berimbas pada Petani
"Apakah petani sejahtera? Tidak juga. Karena dengan biaya produksi yang semakin tinggi maka HPP gabah petani paling rendah Rp5.000 per kilogram," ungkapnya.
Di sisi lain, Syaiful menyebut bahwa apabila harga gabah berada di bawah Rp5.000, petani akan menanggung kerugian.
"Bahkan untuk harga gabah Rp5.000 saja, petani sebenarnya tidak memperoleh keuntungan. Di sini peran pemerintah adalah bagaimana memberikan insentif bagi petani supaya biaya produksi kembali turun. Pemerintah juga jangan hanya sekedar mengurus dintingkat menaikkan HET.
Persoalan hulu produksi pertanian itu juga harus dibenahi agar biaya produksi tidak memberatkan petani. Peran pemerintah adalah melindungi petani dan sekaligus melindungi konsumen," pungkasnya. (Z-6)
PT Food Station Tjipinang Jaya (Perseroda) mengunci pasokan pangan jelang Ramadan dan Idulfitri 2026.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stok pangan nasional surplus dan aman hingga Idulfitri 2026.
Kebutuhan pokok masyarakat yang dijual seperti beras, terigu, gula pasir, telor, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, mi instan dan kebutuhan pokok lainnya.
Harga kebutuhan pokok yang dijual di gerakan pangan murah seperti minyak goreng, Rp19 ribu per liter, gula pasir Rp18 ribu per kilogram, tepung Rp10 ribu per kilogram.
Pemerintah di bawah komando Presiden Prabowo Subianto terus melanjutkan kebijakan yang berpihak pada petani dalam negeri melalui optimalisasi penyerapan hasil produksi pangan nasional.
Adapun total bantuan yang telah disalurkan mencapai sekitar 353,5 ribu ton beras dan 70,7 juta liter minyak goreng.
Selain Minyakita, tim juga menemukan harga cabai rawit Rp75.000/kg, bawang merah Rp40.000/kg, bawang putih Rp45.000/kg, daging sapi Rp105.000/kg, daging ayam Rp40.000/kg.
Amran meminta kepada seluruh pengusaha di Indonesia agar tidak menjual komoditas pangan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) menjelang Imlek dan Ramadan.
Para pelaku usaha di sektor pangan diminta untuk semakin taat menjalankan harga acuan pemerintah jelang Ramadan.
"Kepada para pelaku usaha pangan, mohon harga acuan yang telah ditetapkan pemerintah dapat dipedomani, khususnya selama Ramadan sampai Idulfitri."
Pascalibur panjang Natal dan Tahun Baru 2026, harga berbagai kebutuhan pokok di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat melambung. Harga telur naik, minyakita dijual di atas harga eceran tertinggi.
Peneliti Core Indonesia, Eliza Mardian, menyarankan agar pemerintah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) demi melindungi konsumen akhir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved