Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBUTUHAN masyarakat atas hunian masih tinggi, mengingat angka backlog sektor perumahan masih tinggi sekitar 9,7 juta unit hunian. Namun, keinginan Masyarakat untuk membeli hunian dengan skema Kredit Perumahan Rakyat (KPR) kadang terganjal sejumlah persoalan.
“Mencari KPR dengan rate yang sesuai dengan kemampuan bisa membantu masyarakat untuk segera memiliki hunian idaman di lokasi terpilih,” ungkap SVP Bank Mandiri Kanwil V - Jakarta 3, Lourentius Aris Budiyanto belum lama ini di Jakarta.
Aris mengatakan, saat ini Bank Mandiri memiliki lini produk KPR cukup menarik dengan rate yang kompetitif. Dengan fasilitas ini, masyarakat pun diharapkan bisa terbantu mewujudkan impian memiliki hunian di tengah kenaikan harga rumah tapak yang naik pada triwulan I-2024.
Baca juga : Rumah Tapak Primadona, The Kaia Grand Wisata Bekasi Menjawab
Berdasarkan Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia, dari Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) pada triwulan I-2024 secara tahunan sebesar 1,89% (yoy) dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan sebelumnya sebesar 1,74%.
Walau demikian, penjualan rumah primer pada triwulan I-2024 meningkat 31,16% (yoy), sementara pada triwulan sebelumnya yaitu 3,37% (yoy).
Untuk memenuhi demand yang tinggi, pengembang properti nasional Citra Swarna Group (CSG) pun menjalin kerja sama dengan Bank Mandiri untuk memudahkan para calon konsumen memiliki hunian. Kerja sama ini dilakukan melalui dua unit usaha CSG, yaitu PT Bumi Arta Sedayu dan PT Graha Artha Kencana.
Baca juga : Mendorong Economic Engine Diharapkan Bantu Mengurangi 12,7 Juta Backlog Sektor Perumahan
Direktur Utama PT Bumi Arta Sedayu Victor Yap mengungkapkan dengan kerja sama tersebut, calon pembeli dapat menikmati berbagai manfaat, seperti suku bunga kompetitif, proses aplikasi lebih mudah dan cepat, serta tenor kredit yang lebih fleksibel.
Nantinya, Bank BUMN terbesar di Indonesia tersebut akan menyediakan fasilitas KPR masyarakat Kartika Residence Karawang, Citra Swarna Grande Karawang, dan Citra Swarna Tembong City, Serang, Banten.
“Kami sangat antusias dengan adanya kerja sama ini. Bank Mandiri memiliki reputasi kuat dan layanan yang handal. Kolaborasi ini dipastikan memberikan nilai tambah bagi konsumen, antara lain mereka akan lebih mudah mewujudkan impian memiliki rumah di proyek-proyek yang kami kembangkan,” ungkapnya.
Menurutnya, kerja sama antara Citra Swarna Group dengan perbankan sejalan dengan visi kedua perusahaan dalam mendukung program pemerintah, meningkatkan kepemilikan rumah bagi seuluruh kalangan masyarakat di Indonesia.
“Dengan begitu, melalui kolaborasi ini kami dapat berkontribusi positif terhadap pertumbuhan sektor properti serta perekonomian nasional,” ucap Victor. (Z-10)
The HUD Institute mengingatkan pemerintah bahwa persoalan perumahan nasional tidak dapat diselesaikan dengan pendekatan proyek semata
Wamen PKP Fahri Hamzah soroti double backlog 6 juta keluarga, tekankan pentingnya data tunggal, regulasi, dan off-taker demi hunian layak rakyat.
Skema sewa beli atau rent to own (RTO) dinilai sebagai solusi efektif untuk memenuhi kebutuhan hunian yang layak, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)
Rumah harga terjangkau belum tentu jelek. Pasalnya, meski harga terjangkau bisa dibuat dengan kualitas bagus, yakni salah satunya dengan pendekatan model kontruksi modular robotisasi.
Pengembangan ini dimulai sejak 2019 dengan menawarkan hunian dengan harga Rp400 juta di enam lokasi proyek.
Kementerian Perumahan dan Kawasan Pemukiman dalam Kabinet Merah-Putih di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memberikan sinyal positif bagi sektor perumahan di Indonesia.
KENAIKAN harga rumah yang terus tinggi menjadi salah satu faktor harga rumah semakin sulit terjangkau, termasuk oleh gen Z. Di sisi lain, pertumbuhan pendapatan sangat minim.
OJK menegaskan hanya segelintir calon debitur KPR dengan skema FLPP terkendala akibat catatan di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).
Generasi milenial menjadi kelompok paling banyak menerima manfaat program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi yang disalurkan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN).
Kementerian PKP sedang mengkaji skema Rent to Own (RTO) atau sewa-beli untuk mendukung program pembangunan 3 juta rumah, dengan fokus utama pada penyediaan pembiayaan bagi pekerja informal.
BTN menegaskan posisinya sebagai penyalur terbesar Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tahun 2025.
Segmen pasar menengah saat ini menjadi target pasar yang menjanjikan. Hal ini didorong oleh dominasi end-user, khususnya generasi milenial, Gen Z, serta pasangan muda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved