Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
BTN mengusulkan sebuah skema baru yang mencakup dana abadi untuk mendukung program pembangunan 3 juta rumah yang dijanjikan oleh pasangan calon presiden dan wakil presiden terpilih, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menyatakan bahwa skema ini telah dibahas dengan pemerintah. Skema tersebut menggabungkan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan subsidi selisih bunga. Dengan skema ini, diharapkan target pembangunan rumah sebanyak 600 unit setiap tahun dapat tercapai.
Nixon menjelaskan bahwa menggunakan FLPP secara terus menerus akan memberatkan APBN, khususnya untuk program pembangunan rumah yang jumlahnya tiga kali lipat dari program sebelumnya. Oleh karena itu, diperlukan skema terobosan seperti pembentukan dana abadi yang diusulkan oleh BTN.
Baca juga : Dukung Penyediaan 3 Juta Rumah, REI Sebut Sanggup Sediakan 1,5 Juta di Perkotaan
"Dana abadi tersebut menggunakan dana FLPP yang selama ini dikelola melalui Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), untuk diputar atau diinvestasikan di instrumen tertentu," kata Nixon seperti dikutip dari Antara, Jumat (26/4).
"Imbal hasil atau keuntungan dari investasi nantinya untuk membayar subsidi selisih bunga. Dengan begitu, harapannya target pembangunan rumah 600 unit setiap tahun dapat tercapai," tambahnya.
Selain itu, BTN juga mengusulkan peningkatan batasan harga jual rumah subsidi hingga Rp300 juta agar lebih banyak masyarakat dengan penghasilan di atas Rp8 juta juga dapat menikmati subsidi.
"Dengan kita naikkan ini (batasan harga jual rumah subsidi), tanpa melihat income sehingga melihat harga jual rumah, sepanjang itu adalah rumah pertama. Kami usulannya seperti itu. Mudah-mudahan ini lebih baik. Kalau ini terjadi, maka daya jangkau masyarakatnya akan lebih besar," ujar Nixon.
Direktur Consumer BTN Hirwandi Gafar menyarankan agar definisi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) perlu ditinjau kembali oleh pemerintah, mengingat kemampuan daya beli mereka terhadap rumah masih terbatas. Selain itu, BTN juga mengusulkan pemangkasan masa subsidi hingga maksimal 10 tahun, mengingat penghasilan masyarakat cenderung meningkat setelah periode tersebut. (Z-10)
Menteri PKP Maruarar Sirait targetkan pembangunan 141 ribu unit rusun subsidi di lahan Meikarta. Groundbreaking dijadwalkan 8 Maret 2026. Simak detailnya!
Kementerian PKP segera terbitkan Kepmen rusun subsidi Januari 2026. Aturan mencakup penyesuaian harga dan skema FLPP untuk atasi backlog perkotaan.
Mendukung percepatan Program 3 Juta Rumah, ratusan calon pengembang baru dilatih intensif oleh praktisi dan pemerintah di Cileungsi, Bogor.
FLPP tahun 2025 mencapai 278.868 unit rumah senilai Rp34,64 triliun. Ini menjadi realisasi tertinggi sepanjang sejarah sejak program ini dimulai pada 2010.
BTN mendominasi penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sepanjang 2025.
Pemerintah menaikkan target penyaluran FLPP pada 2026 menjadi 285.000 unit rumah subsidi dengan kebutuhan dana mencapai Rp37,1 triliun.
Vista Land Group mencatatkan prestasi di sektor perumahan nasional setelah meraih penghargaan sebagai pengembang rumah subsidi terbaik dalam ajang BTN Awards 2025 yang digelar di Jakarta.
Tak perlu tunggu mapan, Bale by BTN bantu anak muda miliki rumah pertama dengan proses simpel, cepat, dan terjangkau. Mulai langkahmu sekarang!
Program inovatif BTN ubah sampah plastik jadi kredit cicilan rumah. Warga bisa meringankan beban dengan menukarkan limbah rumah tangga jadi tabungan.
Selain berdampak pada aspek sosial, sektor perumahan juga dinilai memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Pengembang Mekar Lodji Parahyangan menggelar akad kredit pemilikan rumah (KPR) perdana bersama Bank Tabungan Negara (BTN) di BTN KC Bandung, Sabtu (14/2
BTN mencatat portofolio kredit perumahan Rp328,4 triliun hingga akhir 2025. KPR subsidi tumbuh 10% jadi Rp191,2 triliun, non-subsidi naik 6,7% jadi Rp113 triliun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved