Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
ANTRIAN panjang terlihat di depan bus biru-putih-merah bertuliskan "Bale by BTN" yang terparkir di depan Jakarta International Convention Center (JICC) pada Rabu (28/2). Di tengah suasana expo yang ramai, terlihat banyak anak muda, salah satunya adalah Rina Nur Aini, seorang pegawai swasta yang baru memulai kariernya.
Rina tidak hanya datang untuk melihat produk, tetapi untuk merasakan langsung manfaat dari aplikasi Bale by BTN, yang mempermudah akses pembiayaan perumahan.
"Bale by BTN adalah jawaban untuk kami yang selama ini merasa memiliki rumah itu adalah impian yang sulit dicapai," kata Rina dengan antusias, pada Media Indonesia, beberapa waktu lalu.
"Dulu saya kira memiliki rumah itu sangat sulit. Namun sekarang, saya bisa langsung cek rumah impian dan simulasi cicilannya tanpa harus repot datang ke bank. Semua transparan dan jelas. Ini benar-benar membantu kami yang baru memulai bekerja," kata Rina berbicara di tengah keramaian BTN Expo 2026.
Proses pengajuan KPR, kata Rina, dulu dianggap rumit dan penuh birokrasi kini terasa lebih mudah, cepat, dan jelas.
“Setahu saya, mengajukan KPR itu memerlukan waktu dan banyak langkah yang membingungkan. Sekarang, saya bisa melakukan semua itu dalam satu aplikasi, tanpa ribet,” tambahnya.
Selain Rina, terlihat juga banyak anak muda lainnya yang datang dengan harapan yang sama, memiliki rumah pertama mereka. Salah satunya adalah Andri, seorang pemuda berusia 27 tahun yang juga baru memulai kariernya.
Andri mengatakan bahwa ia tidak pernah membayangkan proses KPR bisa sepraktis ini.
"Saya nggak pernah bayangkan KPR bisa semudah ini. Dulu, banyak orang bilang KPR itu rumit, lama, dan bikin stres. Tapi sekarang, cukup pakai handphone, semuanya jadi lebih mudah. Saya bisa lihat rumah yang cocok, tahu estimasi cicilan, dan yang paling penting, enggak perlu datang ke bank," ujar Andri, yang kini merasa lebih percaya diri untuk memulai langkah besar dalam hidupnya.

Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu, menyampaikan optimisme besar terkait masa depan Bale by BTN.
“Bale by BTN adalah langkah strategis kami untuk memberikan pengalaman digital yang baru bagi nasabah, terutama generasi muda yang membutuhkan solusi keuangan yang cepat, praktis, dan mudah diakses,” ujar Nixon.
Selain itu, kata Nixon, pencapaian Bale by BTN juga didorong oleh antusiasme generasi muda yang semakin menyambut baik layanan ini.
Sejak peluncurannya pada Februari 2025, aplikasi ini telah meraih lebih dari 3,7 juta pengguna aktif pada tahun pertama, dengan tambahan sekitar 100.000 pengguna baru setiap bulan.
Hingga akhir Desember 2025, aplikasi ini juga mencatatkan volume transaksi mencapai Rp103,6 triliun, yang melonjak 79,2% dibandingkan tahun sebelumnya.
| METRIK PERFORMA | CAPAIAN AKHIR 2025 | PERTUMBUHAN (YOY) |
|---|---|---|
| Volume Transaksi | Rp103,6 Triliun | +79,2% |
| Pengguna Aktif | 3,7 Juta User | +100.000 user/bulan |
| Dana Pihak Ketiga (DPK) | Rp22,8 Triliun | Kontribusi Utama |
Selain itu, dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun melalui pengguna Bale by BTN juga mencatatkan angka signifikan, yaitu Rp22,8 triliun pada akhir 2025, memberikan kontribusi besar terhadap total DPK BTN.
Nixon mengatakan, Bale by BTN tidak hanya mempermudah proses perbankan, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perkembangan sektor perumahan di Indonesia.
BTN menargetkan untuk terus memperkuat transformasi digitalnya pada 2026, dengan target pertumbuhan jumlah transaksi sebesar 60% dan volume transaksi sebesar 40%.
“Bale by BTN, yang telah menjadi super app untuk layanan finansial keluarga Indonesia, terus berkembang untuk memudahkan nasabah mengakses berbagai layanan perbankan hanya melalui ponsel pintar,” tambah Nixon.
Dengan integrasi platform BTN Properti dalam aplikasi ini, nasabah kini bisa mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) secara online, tanpa perlu datang ke kantor cabang. Bahkan, BTN menjadi bank pertama yang menghadirkan pengajuan KPR secara digital, dengan sistem input data dan unggah dokumen secara online, membuat proses yang dulunya rumit menjadi lebih mudah dan efisien.
Namun, perjalanan ini tidak hanya bergantung pada sektor teknologi. Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia, Syarifah Syaukat, mengingatkan bahwa dukungan kebijakan fiskal sangat penting untuk memastikan keberlanjutan program 3 juta rumah yang digagas oleh pemerintah.
"Selain teknologi, peran kebijakan fiskal dan insentif sangat dibutuhkan agar daya beli masyarakat tetap terjaga," ujar Syarifah.
| INDIKATOR | DATA TERBARU (2025/2026) | STATUS |
|---|---|---|
| Angka Backlog Kepemilikan | 15 Juta Unit | Meningkat Signifikan |
| Penyebab Utama | Kesenjangan pasokan & pertumbuhan rumah tangga baru | Kritis |
| Target Pemerintah | Program 3 Juta Rumah per Tahun | On-Going |
| Segmen Terpapar | Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) & Gen Z | Prioritas |
Apresiasi pemerintah terhadap peran BTN juga terlihat dalam pernyataan Presiden Prabowo, yang mengapresiasi kontribusi BTN dalam menyalurkan KPR Sejahtera FLPP sepanjang 2025.
“Ini pencapaian yang membanggakan, namun masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk mencapai lebih banyak lagi,” ungkap Prabowo.
Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Fahri Hamzah, mengingatkan bahwa sektor perumahan membutuhkan lebih dari sekadar peningkatan produksi rumah.
Menurutnya, negara perlu mengatur ekosistem secara menyeluruh agar pelaku usaha hanya fokus membangun, bukan menjadikan negara sebagai "marketing properti".
"Masalah perumahan tidak bisa hanya diatasi dengan meningkatkan produksi, tetapi juga dengan pembenahan tata kelola, termasuk penertiban tata kelola tanah dan perizinan," tegas Fahri.
Dengan dukungan dari berbagai pihak, Bale by BTN telah membuktikan bahwa proses memiliki rumah pertama kini bisa lebih mudah dan lebih cepat diakses oleh anak muda Indonesia, membuka peluang yang lebih besar bagi mereka untuk meraih impian besar dalam hidup. (Z-10)
Menteri PKP Maruarar Sirait memastikan Meikarta jadi lokasi rusun subsidi. Konsep rusunami dan rusunawa disiapkan untuk atasi hunian perkotaan.
BTN mendominasi penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sepanjang 2025.
Pemerintah menaikkan target penyaluran FLPP pada 2026 menjadi 285.000 unit rumah subsidi dengan kebutuhan dana mencapai Rp37,1 triliun.
Skema akad massal terbukti menjadi motor percepatan penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bagi rumah subsidi.
BP Tapera genjot strategi agresif dan kolaborasi lintas sektor untuk mengejar target 350 ribu rumah FLPP pada akhir 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved