Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH menaikkan target penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pada 2026 menjadi 285.000 unit rumah subsidi dengan kebutuhan dana mencapai Rp37,1 triliun. Angka ini dipatok setelah realisasi penyaluran FLPP 2025 mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah.
Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), Heru Pudyo Nugroho, mengatakan, kebutuhan dana tersebut bersumber dari anggaran DIPA Rp25,1 triliun, pengembalian pokok Rp10,4 triliun yang digulirkan kembali, serta saldo awal 2026 sebesar Rp1,6 triliun.
“Pemerintah juga telah menyiapkan pencadangan pembiayaan investasi untuk mengantisipasi penambahan target hingga 350.000 unit rumah pada 2026, sesuai Nota Keuangan,” ujar Heru dalam penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan bank penyalur di Jakarta Selatan, Selasa (23/12).
Hingga 22 Desember 2025, penyaluran FLPP telah mencapai 270.985 unit rumah dengan nilai Rp33,66 triliun, disalurkan melalui 39 bank penyalur. Program ini melibatkan 8.058 pengembang, membangun 13.118 kawasan perumahan yang tersebar di 33 provinsi dan 401 kabupaten/kota.
Dari sisi bank, BTN masih mendominasi penyaluran dengan 128.608 unit rumah subsidi, disusul BTN Syariah sebanyak 59.463 unit, dan BRI sebesar 31.645 unit.
“Kinerja 2025 menjadi fondasi penting. Kami berharap pada 2026, peran bank penyalur semakin agresif agar semakin banyak masyarakat berpenghasilan rendah yang terbantu,” kata Heru.
Dalam kebijakan 2026, BP Tapera juga menaikkan alokasi FLPP bagi pekerja informal menjadi 15%, dari sebelumnya 10% per bank.
“Kenaikan ini diharapkan memperluas akses KPR Sejahtera FLPP bagi pekerja informal dan mendorong pemerataan kepemilikan rumah di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, BP Tapera menandatangani PKS penyaluran KPR Sejahtera FLPP 2026 dengan 43 bank, terdiri atas 5 bank Himbara, 4 bank swasta, dan 33 Bank Pembangunan Daerah (BPD).
BP Tapera juga menggandeng 7 asosiasi pengembang perumahan untuk mendukung pembangunan rumah layak huni bagi MBR pada 2026. Ketujuh asosiasi tersebut adalah REI, Apersi, Himperra, Apernas, Asprumnas, Pengembang Indonesia (PI), dan Appernas Jaya.
Berdasarkan realisasi hingga 2025, REI tercatat sebagai asosiasi dengan kontribusi tertinggi, membangun 112.557 unit rumah, disusul Apersi (80.048 unit) dan Himperra (36.540 unit).
“Hingga 2025, FLPP didukung oleh 22 asosiasi pengembang di seluruh Indonesia. Tantangan ke depan bukan hanya kuantitas, tetapi juga menjaga kualitas rumah agar benar-benar layak dan siap huni,” pungkas Heru. (Z-10)
Memulai dan mengelola bisnis kecil memang punya tantangan tersendiri, terutama soal modal. Saat kebutuhan dana muncul mendadak, tidak jarang Anda harus mencari solusi cepat
FLPPÂ tahun 2025 mencapai 278.868 unit rumah senilai Rp34,64 triliun. Ini menjadi realisasi tertinggi sepanjang sejarah sejak program ini dimulai pada 2010.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved