Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYALURAN dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tahun 2025 mencapai 278.868 unit rumah senilai Rp34,64 triliun. Ini menjadi realisasi tertinggi sepanjang sejarah sejak program ini dimulai pada 2010.
Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, menyampaikan bahwa capaian tersebut setara 79,68% dari target pemerintah sebesar 350 ribu unit rumah. Menurutnya, meski target belum sepenuhnya tercapai, realisasi tahun ini merupakan yang tertinggi sejak program FLPP berjalan pada 2010.
“Walaupun tidak sampai 350 ribu unit, pencapaian tahun 2025 adalah yang tertinggi sepanjang sejarah penyaluran FLPP. Dari total realisasi, 99,99% atau 278.865 unit merupakan rumah tapak, sementara 0,001% atau tiga unit berupa rumah susun,” ujar Heru dalam keterangan yang diterima, Rabu (31/12).
Heru menambahkan, pada tahun 2026 pemerintah menargetkan penyaluran FLPP sebanyak 350 ribu unit rumah dengan kebutuhan anggaran Rp37,1 triliun. Anggaran tersebut terdiri dari Rp25,1 triliun dana DIPA, Rp10,4 triliun dari pengembalian pokok yang digulirkan kembali, serta saldo awal tahun sebesar Rp1,6 triliun.
“Sesuai Nota Keuangan 2026, pemerintah telah menyiapkan pencadangan pembiayaan investasi untuk memenuhi potensi penambahan target penyaluran FLPP hingga 350 ribu unit rumah,” kata Heru.
Selain itu, BP Tapera akan meningkatkan porsi penyaluran FLPP untuk pekerja non formal menjadi 15%, dari sebelumnya 10%. BP Tapera juga tengah menyiapkan pengembangan produk FLPP berupa Kredit Bangun Rumah dan Kredit Renovasi Rumah sesuai petunjuk pelaksanaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.
Penyaluran dana FLPP tahun 2025 dilakukan melalui 40 bank penyalur dan 22 asosiasi pengembang perumahan, tersebar di 13.249 perumahan yang dikelola oleh 8.113 pengembang di 33 provinsi dan 401 kabupaten/kota.
Berdasarkan segmen penerima manfaat, pekerja swasta mendominasi dengan 205.311 unit rumah (73,63%), diikuti wiraswasta sebanyak 39.218 unit (14,06%), PNS sebanyak 20.814 unit (7,46%), TNI/Polri sebanyak 5.409 unit (1,94%), kategori lainnya sebanyak 8.083 unit (2,90%), serta segmen lain sebanyak 33 unit (0,01%).
Dibandingkan tahun sebelumnya, penerima manfaat dari pekerja swasta meningkat 31,3%, wiraswasta naik 58,7%, PNS meningkat 145,7%, dan TNI/Polri tumbuh 36,9%.
Dari sisi bank penyalur, Bank BTN mendominasi dengan realisasi 132.744 unit rumah (47,60%), disusul BSI sebanyak 59.463 unit (21,32%), BRI sebanyak 32.206 unit (11,54%), BNI sebanyak 15.159 unit (5,44%), Bank Mandiri sebanyak 11.122 unit (3,98%), serta bank penyalur lainnya.
Sementara dari sisi asosiasi pengembang, REI menempati peringkat pertama dengan pembangunan 117.680 unit rumah (42,20%), diikuti APERSI sebanyak 82.514 unit (29,59%), HIMPERRA sebanyak 37.593 unit (13,48%), APERNAS sebanyak 9.522 unit (3,41%), ASPRUMNAS sebanyak 9.207 unit (3,30%), serta 17 asosiasi pengembang lainnya.
Secara wilayah, Provinsi Jawa Barat menjadi penerima manfaat FLPP tertinggi dengan 62.591 unit rumah (22,44%), disusul Jawa Tengah (24.470 unit/8,77%), Sulawesi Selatan (23.255 unit/8,34%), Banten (18.966 unit/6,80%), dan Jawa Timur (18.361 unit/6,58%).
Untuk tingkat kabupaten/kota, Kabupaten Bekasi menempati peringkat pertama dengan 14.702 unit rumah (19%), diikuti Kabupaten Bogor (10.195 unit/13%), Kabupaten Tangerang (8.246 unit/11%), Kabupaten Karawang (7.097 unit/9%), Kota Kendari (6.895 unit/9%), Kabupaten Maros (6.233 unit/8%), Kota Palembang (6.198 unit/8%), Kabupaten Deli Serdang (5.992 unit/8%), Kabupaten Kubu Raya (5.246 unit/7%), dan Kabupaten Gowa (5.242 unit/7%). (RO/Z-10)
Di Sukabumi, Jawa Barat, ditargetkan dibangun 10 ribu unit rumah melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Kementerian PKP segera terbitkan Kepmen rusun subsidi Januari 2026. Aturan mencakup penyesuaian harga dan skema FLPP untuk atasi backlog perkotaan.
Mendukung percepatan Program 3 Juta Rumah, ratusan calon pengembang baru dilatih intensif oleh praktisi dan pemerintah di Cileungsi, Bogor.
BTN mendominasi penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sepanjang 2025.
Pemerintah menaikkan target penyaluran FLPP pada 2026 menjadi 285.000 unit rumah subsidi dengan kebutuhan dana mencapai Rp37,1 triliun.
Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menyatakan mutu rumah subsidi yang ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) menunjukkan tren perbaikan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved