Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
Pengamat Pertanian Syaiful Bahari mengatakan momentum panen raya tidak akan berdampak signifikan terhadap penurunan harga beras. Menurutnya, faktor penentu yang lebih besar adalah impor beras yang dilakukan pemerintah.
"Puncak panen raya itu di April-Mei. Di Maret ini ada juga panen, tapi belum merata. Di Jawa Tengaah sudah panen dan harga gabah di sekitar Rp7.200-7.500 per kilogram. Namun, itu belum tentu berdampak terhadap penurunan harga beras. Saat ini turunnya harga lebih dikarenakan impor yang dijanjikan pemerintah 600 ribu ton akan masuk. Itu membuat harga gabah di petani mulai tertekan," kata Syaiful saat dihubungi pada Sabtu (9/3).
Ia mengatakan panen raya belum tentu menurunkan harga beras secara signifikan karena belum diketahui hasil akhirnya bagaimana. Pasalnya, pada masa tanam lalu, banyak daerah sawah di daerah sentra yang terkena banjir.
Baca juga : Bulog Harus Gandeng Penggilingan Padi Kecil untuk Tingkatkan Serapan Beras
Syaiful menilai penurunan harga gabah dan beras juga bersifat semu. Pasalnya, setelah Juni atau Juli, diperkirakan gabah sudah tidak banyak lagi.
"Jika pemerintah tidak hati-hati, kenaikan harga beras akan terulang kembali. Kalau berharap harga beras akan turun dalam waktu dekat, tidak mungkin," ucap Syaiful.
Lebih lanjut, Syaiful menerangkan bahwa produksi padi akan mulai normal kembali pada 2025 mendatang. Dengan catatan sekarang ini pemerintah harus segera mendistribusikan pupuk subsidi yang dijanjikan kepada petani agar harga pupuk tidak terlampau mahal.
"Jika pemerintah tidak juga membereskan persediaan dan tata niaga pupuk, dan sarana prasarana produksi lainnya, krisis beras nasional ini akan terus berkepanjangan," tandasnya. (Z-11)
Harga telur ayam yang biasanya Rp 26 ribu per kg menjadi Rp30 ribu per kg, cabai rawit dari biasanya sekitar Rp35 ribu rupiah per kg menjadi Rp90 ribu per kg.
Daging ayam potong dari Rp37 ribu menjadi Rp40 ribu per kg, telur ayam ras menjadi Rp32 ribu per kg, bawang merah Rp45 ribu per kg, cabai merah menjadi Rp70 ribu per kg.
Berdasarkan pemantauan, harga cabai rawit merah tertinggi tercatat Rp90 ribu per kilogram, dan pada pemantauan terakhir berada di kisaran Rp80 ribu per kilogram.
Harga daging sapi terpantau Rp140.000 per kilogram, daging kambing Rp160.000, ayam ras Rp42.000, ayam kampung Rp65.000. Serta minyak goreng berada di kisaran Rp15.700 per liter.
Harga cabai domba mencapai Rp80.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp60.000. Begitu juga cabai tanjung dari Rp30.000 menjadi Rp 45.000.
Harga daging sapi impor beku tercatat naik hingga Rp115.000 per kilogram. Selain itu, harga cabai rawit merah mencapai Rp80.000 per kilogram.
Kebutuhan pokok masyarakat yang dijual seperti beras, terigu, gula pasir, telor, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, mi instan dan kebutuhan pokok lainnya.
Harga kebutuhan pokok yang dijual di gerakan pangan murah seperti minyak goreng, Rp19 ribu per liter, gula pasir Rp18 ribu per kilogram, tepung Rp10 ribu per kilogram.
Pemerintah di bawah komando Presiden Prabowo Subianto terus melanjutkan kebijakan yang berpihak pada petani dalam negeri melalui optimalisasi penyerapan hasil produksi pangan nasional.
Adapun total bantuan yang telah disalurkan mencapai sekitar 353,5 ribu ton beras dan 70,7 juta liter minyak goreng.
DI tengah klaim Presiden Prabowo Subianto tentang swasembada beras, harga beras premium di sejumlah pasar tradisional di Priangan Timur justru merangkak naik.
MENTERI Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan Indonesia hampir dipastikan dapat melakukan ekspor beras tahun ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved