Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin optimistis harga beras akan segera turun dalam waktu dekat. Optimisme itu didasarkan pada fakta bahwa panen raya padi sudah di depan mata.
"Tidak lama lagi harga beras akan stabil lagi," ujar Ma'ruf Amin di Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Archam, Rajeg, Banten, Kamis (7/3).
Wapres menjelaskan harga beras dipengaruhi beberapa hal, salah satunya adalah ketersediaan yang ditentukan oleh hasil produksi di lapangan. Panen raya akan membuat stok melimpah sehingga anomali harga akan berakhir.
Baca juga : Jokowi Klaim Harga Beras sudah Turun: Lihat Saja di Pasar Induk
Dalam kesempatan berbeda, Presiden Joko Widodo juga menyatakan hal serupa. Ia meyakini harga beras akan turun menjelang panen raya. Hal itu akan terjadi dalam satu bulan ke depan.
"Panen raya dalam satu bulan ke depan akan terjadi sehingga saya kira harga akan turun banyak," kata Jokowi.
Ketika ditanya soal harga beras yang dikeluhkan masih tinggi oleh masyarakat, Jokowi meminta masyarakat mengecek langsung harga beras. Khususnya di Pasar Induk Beras Cipinang atau di Pasar Johar Karawang.
"Ditanyakan saja, tolong masyarakat berbondong-bondong ke Pasar Induk Beras Cipinang dan ke juga pasar beras Johar Karawang. Dilihat, di lapangan sudah turun," ucapnya. (Z-11)
Bulog memiliki cadangan beras sekitar 25 ribu ton yang terus bergerak seiring dengan proses distribusi dan penyerapan gabah dari petani.
Ketua Baznas RI, Noor Achmad, menyampaikan penyaluran zakat fitrah tahun ini ditargetkan menjangkau sekitar 300 ribu mustahik.
Baznas terus memperkuat kelompok petani binaan program Lumbung Pangan (LP) di berbagai daerah di Indonesia dalam mempersiapkan beras kualitas premium untuk kebutuhan Zakat Fitrah.
PT Food Station Tjipinang Jaya (Perseroda) mengunci pasokan pangan jelang Ramadan dan Idulfitri 2026.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stok pangan nasional surplus dan aman hingga Idulfitri 2026.
Kebutuhan pokok masyarakat yang dijual seperti beras, terigu, gula pasir, telor, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, mi instan dan kebutuhan pokok lainnya.
Beras medium SPHP seharga Rp57.500 kemsan 5 kg, beraskita premium Rp74.000 kemasan 5 kg, minyakkita Rp31 ribu kemasan 2 liter.
Beras SPHP dijual Rp58 ribu per kemasan 5 kilogram. kemudian gula pasir Rp15 ribu per kilogram, minyakkita 2 liter Rp25 ribu, telur ayam 10 butir 10 ribu rupiah atau 1.000 per butir.
Cabai rawit saat ini mencapai Rp100 ribu per kilogram, dari sebelumnya hanya Rp60 ribu per kilogram, atau naik sekitar 25 persen.
Salah satu produk yang paling diminati adalah daging sapi yang dijual dengan harga Rp100 ribu per kg jauh lebih murah dibanding harga pasar.
Komoditas seperti bawang merah dan bawang putih tercatat naik di kisaran 5 hingga 10 persen, harga cabai merah dan cabai besar juga naik.
Beras kemasan yang sebelumnya dijual sekitar Rp14.000 hingga Rp15.000 per kg kini mencapai Rp16.000 hingga Rp17.000 per kg.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved