Headline
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA emas pada Selasa (5/3) mencapai titik tertinggi sepanjang masa. Ini didorong oleh status safe haven menjelang perkiraan penurunan suku bunga AS di tengah meningkatnya kesuraman ekonomi.
Tak lama setelah pukul 13.30 GMT, emas naik ke US$2,141.79 per ons. Ini melampaui puncak sebelumnya di US$2,135.39 yang dicapai pada awal Desember.
Emas kini telah memperoleh kenaikan nilai sekitar 15% sejak tahap yang sama tahun lalu. Kedua faktor pendorongnya ialah pembelian perhiasan dan investasi.
Baca juga : Investasi Naik, Ekonomi Amerika Serikat Kuartal III Tumbuh 5,2%
"Kekhawatiran seputar prospek ekonomi global, ketegangan geopolitik, dan pergeseran ekspektasi terhadap penurunan suku bunga sebelumnya memicu peningkatan permintaan logam mulia. Ini menyebabkan kenaikan harga," kata analis ActivTrades, Ricardo Evangelista.
"Dari faktor-faktor ini, suku bunga AS menonjol sebagai faktor risiko utama yang memengaruhi harga emas. Potensi kenaikannya dibatasi oleh ketidakpastian seputar rencana Federal Reserve untuk mengurangi kebijakan moneter ketatnya."
Kenaikan kuat minggu ini sebagian dipicu oleh lemahnya data yang dipublikasikan sebelum akhir pekan. Aktivitas manufaktur AS mengalami kontraksi pada Februari lebih cepat dari perkiraan pasar.
Baca juga : Sehabis Naik Tajam, Harga Emas Berjangka Stagnan. Kenapa?
Survei industri menunjukkan itu pada Jumat (1/3). Ini karena permintaan melambat dan output menurun.
Institute for Supply Management mengatakan indeks manufakturnya mencapai 47,8% bulan lalu. Ini turun dari 49,1% pada Januari.
Angka ini jauh di bawah ekspektasi pasar, menurut Briefing.com, dan mempertahankan indeks di bawah angka 50 poin yang memisahkan ekspansi dan kontraksi selama 16 bulan berturut-turut. Hal ini memicu ekspektasi pasar bahwa The Fed akan bergerak lebih cepat dari perkiraan untuk menurunkan biaya pinjaman guna merangsang aktivitas ekonomi.
"Emas terus mengalami kenaikan," tambah analis Commerzbank Thu Lan Nguyen yang juga memberikan peringatan. "Karena masih banyak ketidakpastian mengenai awal dan sejauh mana siklus penurunan suku bunga berikutnya di AS, kami pikir reli ini rapuh. Kami tidak akan terkejut melihat koreksi kecil ke bawah dalam beberapa hari mendatang akibat aksi ambil untung." (AFP/Z-2)
Hal itu karena asumsi nilai tukar dalam APBN berada di kisaran Rp16.500 per dolar AS, sementara saat ini rupiah mendekati Rp17.000 per dolar AS.
Sebagaimana diketahui, ketergantungan Indonesia terhadap impor energi diketahui masih cukup tinggi.
Senator asal Bengkulu ini menyoroti angka inflasi tahunan per Februari 2026 yang menyentuh 4,76 persen sebagai sinyal waspada bagi ketahanan ekonomi.
Prabowo menyebut Danantara menunjukkan kinerja yang sangat kuat dalam satu tahun terakhir dengan capaianĀ return on assetsĀ (ROA) lebih dari 300%.
Lili mengatakan publik berharap pertemuan para menteri tersebut tidak sekadar menjadi forum koordinasi.
Puan memperingatkan pemerintah agar ketegangan di Timur Tengah tidak menjadi alasan pembiaran atas lonjakan biaya transportasi.
KENAIKAN harga emas yang di luar kelaziman dalam dua tahun terakhir yang terus berlanjut, berpotensi mengurangi angka pembayar zakat secara drastis.
Update harga emas Antam hari ini 23 Maret 2026. Harga turun Rp50.000 menjadi Rp2.843.000 per gram. Cek tabel rincian lengkap dan harga buyback.
KONFLIK militer terbuka antara Israel --dengan dukungan Amerika Serikat (AS)-- dan Iran pada awal 2026 lalu telah membawa risiko guncangan yang sangat signifikan terhadap perekonomian global
Harga emas Antam hari ini Sabtu 21 Maret 2026 turun tajam Rp50.000 ke level Rp2.893.000 per gram. Simak rincian harga buyback dan pecahan lainnya di sini.
Harga emas Antam hari ini 20 Maret 2026 turun tajam ke level Rp2.943.000 per gram. Simak update harga buyback dan rincian harga emas batangan di sini.
Harga emas Antam hari ini Kamis, 19 Maret 2026, naik Rp8.000 menjadi Rp2.996.000 per gram. Simak tabel harga lengkap dan analisis pasar di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved