Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Pusat Statistik (BPS) melaporkan tingkat inflasi umum pada Februari 2024 berada di angka 2,75% secara tahunan (year on year/yoy). Peningkatan tersebut terjadi karena adanya kenaikan indeks harga konsumen (IHK) dari 102,75 di Februari 2023 menjadi 105,58 dan komoditas dominan penyumbang inflasi dari kelompok pengeluaran tersebut ialah beras.
Deputi Bidang Statistik Produksi BPS M. Habibullah mengatakan, posisi inflasi umum tahunan tersebut juga lebih tinggi dibandingkan posisi Januari 2024.
"Inflasi tahunan Februari 2024 lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya di angka 2,57% (yoy)," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (1/3).
Baca juga : Jelang Ramadan, Pemprov DKI Diminta Waspadai Lonjakan Harga Pangan
Kenaikan inflasi tahunan itu banyak dikontribusikan oleh kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi 6,36% (yoy) dan memberikan andil pada inflasi umum sebesar 1,79% (yoy).
Selain beras, komoditas dominan lain yang menyumbang inflasi dari kelompok pengeluaran tersebut ialah cabai merah, bawang putih, tomat, telur ayam ras, daging ayam ras, gula pasir, kopi bubuk, air kemasan, sigaret kretek tangan (SKT), sigaret kretek mesin (SKM), dan sigaret putih mesin (SPM).
Kelompok pengeluaran yang juga berkontribusi tinggi terhadap tingkat inflasi umum tahunan ialah penyediaan makanan dan minuman/restoran yang mengalami inflasi 2,38% (yoy) dan memberikan andil sebesar 0,24% terhadap inflasi umum. Adapun komoditas yang dominan memberikan andil atau memberikan sumbangan terhadap inflasi tahunan yaitu nasi dengan lauk sebesar 0,04% (yoy).
Baca juga : BLT dan Bantuan Pangan Diharapkan Bisa Tekan Inflasi
Sedangkan berdasarkan komponennya, inflasi tertinggi terjadi pada komponen harga bergejolak yang tercatat mengalami inflasi 8,47% (yoy) dan memberikan andil terhadap inflasi umum sebesar 1,34% (yoy). Tingkat inflasi harga bergejolak itu mengalami kenaikan dari Januari 2024 yang tercatat 7,22% (yoy).
"Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi adalah beras, cabai merah, daging ayam ras, tomat, bawang putih, dan telur ayam ras," kata Habibullah.
Sedangkan untuk bahan makanan sendiri tercatat mengalami inflasi sebesar 7,01% (yoy) atau terjadi kenaikan IHK dari 102,71 pada Februari 2023 menjadi 107,41 di Februari 2024. Dengan kenaikan itu, maka andil inflasi bahan makanan pada Februari 2024 mencapai 1,36% (yoy) terhadap tingkat inflasi umum.
Baca juga : Ini Deretan Komoditas Pangan yang Alami Kenaikan Harga
Kenaikan tingkat inflasi umum secara tahunan itu tak terlepas dari realisasi inflasi secara bulanan (month to month/mtm) yang tercatat mengalami peningkatan. BPS mencatat tingkat inflasi di bulan kedua tahun ini berada di angka 0,37% (mtm), naik dari bulan sebelumnya di angka 0,04% (mtm).
Sebab utama kenaikan inflasi umum secara bulanan juga banyak disebabkan oleh kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi 1,00% (mtm) dan memberikan andil sebesar 0,29% terhadap inflasi umum.
Hampir serupa dengan inflasi tahunan, kata Habibullah, komoditas utama yang menyebabkan kenaikan inflasi bulanan ialah beras, cabai merah, telur ayam ras, daging ayam ras, kentang, minyak goreng, dan sigaret kretek mesin (SKM).
Sementara dari sisi komponen, komponen harga bergejolak mengalami inflasi sebesar 1,53% (mtm) dengan andil inflasi sebesar 0,25% (mtm). Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi komponen harga bergejolak adalah beras, cabai merah, telur ayam ras, daging ayam ras, dan kentang.
"Komoditas utama penyebab inflasi Februari 2024 adalah beras, cabai merah, telur ayam ras, daging ayam ras, dan minyak goreng, dengan andil inflasi yang lebih tinggi dibandingkan Februari periode sebelumnya. Beras memberikan andil inflasi terbesar serta lebih besar dibandingkan periode sebelumnya," pungkas Habibullah. (Z-10)
Di tengah ketidakpastian pasar, berikut rekomendasi saham sektor energi dan emas yang menarik untuk dicermati hari ini. Peluang investasi di tengah volatilitas.
Geopolitik Iran-Israel-AS memanas, mempengaruhi pasar. Simak rekomendasi saham berbasis komoditas dan sektor energi di tengah ketegangan global ini.
Harga emas dunia diperkirakan menguat moderat pada Kamis (26/2) didorong sentimen safe haven dan ketidakpastian global, dengan support di kisaran 5.180–5.200 dolar AS per troy ounce.
Harga emas Antam diperkirakan akan kembali menguat pada perdagangan Selasa, 24 Februari 2026, setelah lonjakan Rp16.000 pada Senin. F
Komoditas ikan patin kini naik kelas, bukan sekadar ekspor, melainkan masuk ke rantai pasok pangan haji dan umrah dunia,
Peran negara tidak boleh berhenti pada pembangunan fisik seperti jalan tol dan bandara, melainkan harus mendorong transformasi ekonomi produktif.
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas di kediaman pribadinya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Senin (9/3) malam.
Anggota DPR RI, Ahmad Najib Qodratullah, menggelar rangkaian kegiatan tebus murah bertajuk PANsar Ramadhan di Desa Sukamenak, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap dinamika global maupun potensi gangguan iklim.
penyelenggaraan pangan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan.
PROGRAM Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia terus menjadi perbincangan publik hingga di awal 2026.
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) memastikan ketersediaan aneka cabai di Provinsi Jawa Barat dalam kondisi sangat aman untuk kebutuhan menjelang Ramadan dan Idul fitri 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved