Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BEBERAPA hari memasuki momen puasa, mayoritas harga pangan mengalami kenaikan di rata-rata wilayah Indonesia pada Senin (26/2). Melansir panel harga pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Senin 26 Februari 2024 per 11.50 WIB, kenaikan harga komoditas pangan terjadi pada beras premium, beras medium, bawang merah, bawang putih bonggol, cabai merah keriting, daging sapi murni, daging ayam ras, telur ayam ras, gula konsumsi, tepung terigu (curah), jagung, ikan kembung, ikan tongkol, ikan bandeng, dan tepung terigu kemasan (noncurah).
Beras premium mengalami kenaikan harga Rp80 menjadi Rp16.380 per kilogram. Beras medium mengalami kenaikan harga Rp80 menjadi Rp14.330 per kilogram. Selanjutnya harga bawang merah mengalami kenaikan Rp140 menjadi Rp34.350 per kilogram serta diikuti bawang putih bonggol yang naik Rp260 menjadi Rp39.040 per kilogram.
Berikutnya, harga cabai merah keriting mengalami kenaikan yang cukup signifikan yaitu Rp440 menjadi Rp68.260 per kilogram. Di sisi lain, daging sapi murni juga mengalami kenaikan Rp390 menjadi Rp134.820 per kilogram. Daging ayam ras pun mengalami kenaikan harga Rp190 menjadi Rp36.960 per kilogram. Harga telur ayam ras naik Rp360 menjadi Rp30.010 per kilogram.
Baca juga : Harga 11 Komoditas Pangan di Padang Panjang Kompak Naik
Harga gula konsumsi juga mengalami kenaikan Rp60 menjadi Rp17.640 per kilogram. Minyak goreng kemasan sederhana juga naik Rp20 menjadi Rp17.550 per liter. Harga tepung terigu (curah) naik Rp50 menjadi Rp10.670 per kilogram. Harga jagung yang naik Rp50 menjadi Rp8.760 per kilogram.
Kenaikan harga juga terjada pada ikan kembung yang naik Rp450 menjadi Rp37.150 per kilogram, ikan tongkol naik Rp310 menjadi Rp32.850 per kilogram, ikan bandeng naik Rp210 menjadi Rp33.870 per kilogram. Harga tepung terigu kemasan (noncurah) yang naik Rp40 menjadi Rp13.470 per kilogram.
Adapun beberapa komoditas pangan yang mengalami penurunan harga antara lain kedelai biji kering (impor) dan cabai rawit merah. Kedelai biji kering (impor) turun Rp40 menjadi Rp13.280 per kilogram dan cabai rawit merah turun Rp140 menjadi Rp63.900 per kilogram.
Komoditas pangan yang harganya tetap stabil ialah minyak goreng curah dan garam halus beryodium. Minyak goreng curah tetap stabil di harga Rp15.470 per liter dan garam halus beryodium di harga Rp11.640 per kilogram.
Di sisi lain, melansir dari panel harga Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) didapati harga beras pandan wangi berada di angka Rp18.590 per kilogram, beras Muncul Rp14.860 per kilogram, dan beras IR 64 berada di angka Rp13.495 per kilogram. (Z-2)
Adapun total bantuan yang telah disalurkan mencapai sekitar 353,5 ribu ton beras dan 70,7 juta liter minyak goreng.
PEMERINTAH memperpanjang penyaluran program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras tahun 2025 hingga 31 Januari 2026.
BADAN Pangan Nasional (Bapanas) mengungkapkan bahwa surplus beras nasional melonjak signifikan hingga 243,2% dalam kurun empat tahun terakhir.
BADAN Pangan Nasional (Bapanas) menyampaikan stok beras nasional 2026 aman. Indonesia, menurut Bapanas, surplus 3 juta ton.
BADAN Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan keberlanjutan program intervensi perberasan pada tahun 2026.
Angin segar bagi ibu rumah tangga, harga cabai rawit merah dan bawang merah kompak turun drastis per 6 Januari 2026. Simak rincian harga sembako terbaru di sini.
Dalam konsep piramida gizi seimbang, susu hanyalah salah satu opsi dari kelompok sumber protein.
Keberhasilan ini kian lengkap dengan torehan sejarah pada cadangan beras pemerintah yang kini menyentuh level tertinggi sejak Indonesia merdeka.
Penelitian menunjukkan bahwa kadar mineral seperti kalium, magnesium, fosfor, dan mangan pada terong dilaporkan meningkat setelah dibakar.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana menggelar rapat terbatas (ratas) untuk merumuskan langkah pengendalian harga yang efektif.
Satgas Pangan memastikan masyarakat tidak perlu khawatir akan kelangkaan barang.
Hilangnya kedekatan masyarakat dengan pangan lokal bukan sekadar masalah perubahan selera.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved