Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (22/2) diperkirakan bergerak sideways (mendatar) seiring The Fed cenderung enggan untuk memangkas suku bunga acuannya dalam waktu dekat.
IHSG dibuka melemah 14,07 poin atau 0,19 persen ke posisi 7.334,95. Sementara itu kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 3,08 poin atau 0,31 persen ke posisi 1.005,32.
"IHSG berpeluang bergerak sideways pada hari ini," sebut Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas seperti dilansir dari Antara.
Dalam risalah Federal Open Market Committee (FOMC Minutes), para pejabat The Fed cenderung enggan untuk memangkas suku bunga dalam waktu dekat, dimana para pelaku pasar saat ini meyakini The Fed hanya akan memangkas 91,5 basis poin (bps), dari sebelumnya 150 bps pada awal tahun ini.
Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei menguat 514,19 poin atau 1,34 persen ke 38,776,39, indeks Hang Seng menguat 38,68 poin atau 0,23 persen ke 16.541,78, indeks Shanghai menguat 13,79 poin atau 0,47 persen ke 2.964,75, dan indeks Straits Times melemah 6,89 poin atau 0,21 persen ke 3.210,22. (Z-6)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat pada perdagangan Selasa, 3 Maret 2026.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (2/3) pagi dibuka melemah seiring tekanan dari bursa saham Asia, yang dipicu meningkatnya konflik Iran vs AS.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan konsolidasi pada pekan ini, seiring meningkatnya risiko geopolitik global.
Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) selama sepekan terakhir atau pada periode 23-27 Februari 2026 mengalami koreksi sebesar 0,44%.
Tren investasi pada 2026 diproyeksikan semakin mengarah pada penguatan portofolio yang mampu bertahan di tengah gejolak pasar.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis, 26 Februari 2026, sempat dibuka di zona hijau.
Direktur Utama PT Mandiri Sekuritas Oki Ramadhana menyatakan optimismenya terkait proposal yang diajukan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kepada penyedia indeks global MSCI.
BEI kebut proposal ke MSCI & FTSE. Aturan free float 15% masuk tahap final OJK, sementara daftar konsentrasi pemegang saham segera dirilis.
Langkah ini merupakan bagian dari agenda reformasi luas guna memastikan ekosistem pasar yang lebih kredibel, adaptif, serta kompetitif di tingkat internasional.
SOROTAN lembaga pemeringkat dan indeks global seperti Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan Moody’s Ratings terhadap Indonesia dinilai memiliki dampak yang cukup serius.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mengembalikan kepercayaan investor.
PEJABAT Sementara (Pjs) Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mengungkapkan, pihaknya akan meningkatkan transparansi pasar modal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved