Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Bank JTrust Indonesia Tbk (J Trust Bank) dengan melakukan penandatangan kerjasama dengan PT Adiwisista Finansial Teknologi dalam penyaluran atau penerusan pinjaman (channeling) kepada Mitra UMKM. Dengan kerjasama ini, mitra UMKM bisa memanfaatkan platform P2P lending “Danai.id” yang dikelola oleh PT. Adiwisista Finansial Teknologi.
Penandatanganan kerjasama penerusan pinjaman atau channeling itu dilakukan oleh Direktur Bisnis J Trust Bank Widjaja Hendra dengan Direktur Utama Danai.id, Azhar Abdul Wahab.
"Kerjasama ini bertujuan meningkatkan penyaluran fasilitas kredit kepada UMKM – dalam rangka mendukung pelaku usaha kecil menengah dan program pemerintah dalam pengembangan sektor UMKM,” kata Direktur Bisnis J Trust Bank, Widjaja Hendra, dalam keterangannya, Jumat (2/2).
Baca juga : KoinWorks Fokuskan Pembiayaan Rantai Pasok untuk UMKM Sektor FMCG
“Kami berterima kasih mendapat kepercayaan dari J Trust Bank untuk menjadi mitra dalam penyaluran kredit produktif kepada UMKM. Perusahaan kami, “Danai.id” sudah menghasilkan profit sejak Desember tahun 2022 dan terus konsisten menghasilkan profit dari bulan ke bulan. Memang tujuan utama kami mendirikan Perusahaan ini adalah untuk menghasilkan profit, bukan hanya untuk meningkatkan valuasi saja,” ujar Azhar Abdul Wahab.
“Hal ini juga membuktikan bahwa perusahaan kami Danai.id merupakan perusahaan yang sehat dan memiliki tingkat resiko yang sesuai dengan risk acceptance J Trust Bank,” sambungnya.
Sementara itu, Irianto Gunawan, direktur bisnis PT. Adiwisista Finansial Teknologi mengatakan bahwa ada 3 produk focus Danai.id dalam memberikan fasilitas kredit kepada UMKM, yaitu: fasilitas pembiayaan invoice, fasilitas pembiayaan micro-developer, dan fasilitas pembiayaan inventory. Saat ini memang sekitar 80% dari porsi pembiayaan Danai.id masih pada pembiayaan invoice. Namun ke depannya diharapkan porsi pembiayaan lainnya juga bisa mengalami peningkatan dan pertumbuhan yang lebih besar.
Baca juga : Batumbu dan Maucash Kolaborasi dalam Pembiayaan Pelaku UMKM
Kerjasama ini, kata Irianto, merupakan salah satu wujud sinergi antara perusahaan fintech lending dengan sektor perbankan yang sama-sama memiliki visi untuk mendukung program pemerintah dalam pembiayaan UMKM.
PT. Adiwisista Finansial Teknologi adalah perusahaan Fintech Lending (P2P Lending) yang mengelola platform “Danai.id”. Danai.id menyediakan solusi pelayanan jasa keuangan dengan mengandalkan teknologi sebagai prasarana untuk menghadirkan solusi kepada masyarakat. Danai.id adalah platform yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memberikan layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi. (Z-7)
Baca juga : Sambut Hari Ibu, Bank Sampoerna Luncurkan Program Khusus untuk Wanita
PERTUMBUHAN kredit industri fintech peer-to-peer (P2P) lending atau pinjaman daring (pindar) pada 2026 berada di level dua digit.
Transformasi strategis menuju pendanaan produktif bukan sekadar keputusan bisnis, melainkan bagian dari misi untuk menciptakan dampak yang lebih luas.
Kementerian Keuangan mengungkapkan hingga 30 November 2024, pemerintah mencatat penerimaan dari sektor usaha ekonomi digital sebesar Rp31,05 triliun.
Penurunan suku bunga P2P lending dilakukan bertahap, yakni mulai 1 Januari 2024, dari 0,4% menjadi 0,3% untuk pinjaman konsumtif dan pinjaman produktif menjadi 0,1%.
Masyarakat yang unbankable atau underserved lebih memilih pembiayaan digital alternatif seperti fintech P2P Lending
Layanan fintech P2P lending memberikan kemudahan untuk mendapatkan pinjaman dana maupun berinvestasi. Bagaimana kiat agar manfaatnya optimal?
Ibu Irma, nasabah PNM Mekaar di Ciparay, membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk produktif.
Program revitalisasi sekolah tak hanya memperbaiki bangunan, tetapi juga menyerap 238 ribu tenaga kerja dan menggerakkan 58 ribu UMKM di daerah.
PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus memperkuat ekosistem industri halal di wilayah tersebut guna meningkatkan daya saing global industri dan UMKM.
PENELITI Indef mengatakan, kebijakan work from home (WFH) berpotensi membantu efisiensi anggaran pemerintah dan perusahaan, tetapi berisiko menghambat perekonomian.
SEKRETARIAT Wakil Presiden (Setwapres) mendorong adanya standarisasi indikator "naik kelas" bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya yang dikelola oleh perempuan.
SOLUSI pendanaan cepat melalui GrabModal by OVO Finansial telah hadir sebagai dukungan nyata bagi mitra usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved