Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (12/1) bergerak menguat di tengah meningkatnya inflasi Indeks Harga Konsumen (CPI) Amerika Serikat (AS).
IHSG dibuka menguat 26,16 poin atau 0,36 persen ke posisi 7.253,46. Sementara itu kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 5,64 poin atau 0,58 persen ke posisi 974,78.
"Hari ini IHSG berpotensi mencoba menguji support di 7.200, setelah data inflasi AS Desember 2023 mengalami kenaikan di luar proyeksi. Level resistance 7.280-7.300 dan support 7.150-7.200," kata Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas Fanny Suherman seperti dilansir dari Antara.
Baca juga: DBS Perkirakan Pertumbuhan PDB Indonesia 2023 Sebesar 5%
Investor bersiap menjelang perilisan kinerja keuangan emiten AS pada tahun 2023, di antaranya pada Jumat (12/01) waktu AS, beberapa raksasa bank AS akan merilis kinerja keuangannya seperti JPMorgan Chase dan Bank of Amerika.
Dari dalam negeri, dari pasar pendapatan tetap, tingkat imbal hasil surat utang RI, INDOGB terlihat bergerak bervariasi dengan yield acuan 10 tahun naik tipis 0,1 basis poin ke kisaran 6,7 persen, sedangkan, tenor 5 tahun yield-nya turun 2,6 basis poin ke kisaran 6,53 persen.
Baca juga: Pemerintah Upayakan Perekonomian Tumbuh 5,2% di 2024
Pelaku pasar terlihat optimistis bahwa penurunan bunga The Fed tahun ini akan terjadi sesuai prediksi yakni mulai Maret nanti.
Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei menguat 361,70 poin atau 1,03 persen ke 35,411,60, indeks Hang Seng menguat 27,49 poin atau 0,17 persen ke 16,329,53, indeks Shanghai menguat 6,98 poin atau 0,24 persen ke 2.893,36, dan indeks Straits Times melemah 11,45 poin atau 0,36 persen ke 3.189,96. (Z-6)
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat rekor tertinggi kapitalisasi pasar (market cap) sebesar Rp13.701 triliun pada 29 Juli 2025, melampaui capaian tahun-tahun sebelumnya.
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memperkuat pasar derivatif domestik dengan meluncurkan lima saham baru sebagai underlying kontrak berjangka saham (KBS).
Pencatatan sukuk ini merupakan hasil dari konsistensi dan komitmen bank dalam menjawab tantangan industri perbankan syariah yang semakin kompetitif dan dinamis.
AKTIVITAS perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 23–26 Juni 2025 menunjukkan tren pelemahan di hampir seluruh indikator utama.
Hingga 28 Mei 2025, total nilai transaksi Repo di SPPA mencapai Rp100,85 triliun, dengan rata-rata transaksi harian mencapai Rp2,86 triliun.
BEI mencatat pergerakan pasar modal Indonesia selama pekan pertama Juni 2025 menunjukkan indeks harga saham gabungan (IHSG) mengalami penurunan sebesar 0,87%.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Kamis, 28 Agustus 2025, dibuka menguat 16,61 poin atau 0,21% ke posisi 7.952,79.
Selama 11 tahun menekuni pasar modal, prinsip tersebut menjadi fondasi strateginya: memilih perusahaan dengan fundamental kuat, kemudian berinvestasi dalam jangka panjang.
Meski indeks harga saham gabungan (IHSG) terkoreksi, aliran modal asing justru cukup besar.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Selasa, 26 Agustus 2925, dibuka menguat 14,01 poin atau 0,18% ke posisi 7.940,92.
PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) memproyeksikan indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi menguat ke level 8.000 dalam sepekan mendatang.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Senin, 25 Agustus 2025, dibuka menguat 73,72 poin atau 0,94% ke posisi 7.932,57.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved