Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PERTUMBUHAN PDB rata-rata Indonesia pada triwulan I-III 2023 mencapai 5,1% yoy. Ini sejalan dengan perkiraan DBS Group Research. Untuk pertumbuhan ekonomi setahun penuh sebesar 5% secara tahunan.
Itu dikatakan Senior Economist DBS Bank Radhika Rao, Kamis (11/1). "Upah minimum akan naik 3%-4%, pengeluaran kampanye pemilu yang mendorong konsumsi pada awal tahun, momentum Ramadan dan Idul Fitri, serta alokasi lebih tinggi untuk bantuan sosial dan program ketahanan pangan diharapkan mendukung konsumsi seiring dengan peredaan inflasi," ujarnya.
Menurutnya, upaya Indonesia merevitalisasi sektor manufaktur, khususnya di industri logam, telah berhasil. Deposit nikel yang cukup besar berhasil menarik pemain ekosistem yang berujung pada pembangunan smelter dan produksi baterai kendaraan listrik, bersamaan dengan dorongan pemerintah untuk memperluas pasar kendaraan listrik domestik dan memperkuat tulang punggung infrastruktur.
Baca juga: Angkasa Pura I Layani 69,8 Juta Penumpang Sepanjang 2023, Naik 34%
Proyek belanja modal, yang dibebankan di muka pada tiga triwulan pertama 2023 dan diselesaikan pada masa jabatan Presiden yang akan berakhir, kemungkinan dipercepat sebelum peralihan politik pada Oktober 2024. Inflasi diperkirakan berada di kisaran target 1,5%-3,5%, yang telah direvisi untuk 2024, kecuali jika terjadi guncangan energi yang mengharuskan pemerintah meninjau kembali kebijakan subsidi bahan bakar minyak (BBM).
Selain itu, ada perdebatan yang berkembang mengenai kapan Bank Indonesia (BI) akan memangkas suku bunga Bank Indonesia (BI).
Baca juga: Data Ekonomi 2023 Solid, Laporan Bank Dunia Perkirakan Ekonomi Indonesia 2024 Tumbuh 4,9%
"Beberapa pihak memperkirakan ada rencana menghentikan penurunan suku bunga acuan terkalibrasi yang menunjukkan kebutuhan lebih rendah untuk menurunkan suku bunga demi menjaga stabilitas keuangan. Langkah-langkah untuk menarik aliran dolar AS yang peka terhadap suku bunga, kemungkinan terus meningkatkan posisi cadangan devisa," kata Radhika. (Z-2)
Pemerintah menyatakan perekonomian Indonesia sepanjang 2025 tetap menunjukkan ketahanan dan kinerja yang solid meskipun dihadapkan pada ketidakpastian ekonomi global.
Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza menargetkan pertumbuhan PDB industri pengolahan non migas (IPNM) 2026 di angka 5,51%.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kontribusi PDB sektor ini pada 2024 sebesar Rp1.611,2 triliun atau 7,28% dari PDB nasional melebihi pertumbuhan PDB nasional 5,03%.
Komponen pengeluaran yang memberikan kontribusi terbesar terhadap PDB kuartal III 2025 adalah konsumsi rumah tangga sebesar 53,14%.
Perlambatan ini mencerminkan normalisasi musiman setelah periode hari raya keagamaan pada kuartal sebelumnya, yang biasanya mendorong konsumsi rumah tangga lebih tinggi.
OJK menyebut berdasarkan dari International Data Center Authority (IDCA) ekonomi digital telah berkontribusi lebih dari 15% terhadap PDB global di 2024.
Terkait sektor logam dan pertambangan, Indonesia memiliki posisi strategis berkat cadangan nikel, bauksit, batu bara, dan berbagai mineral strategis.
Data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), per Juni 2025 outstanding pembiayaan industri P2P lending naik sebesar 25,06% secara tahunan.
Bank DBS Indonesia bersama DBS Foundation memperkuat komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Indonesia dinilai memiliki posisi yang relatif lebih baik dalam menghadapi gelombang tarif baru dari AS.
SENIOR Economist DBS Bank Radhika Rao turut buka suara atas pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II yang mencapai 5,12%.
DBS Group Research memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 mencapai 5,1% secara tahunan atau sedikit lebih tinggi dibandingkan 5,03% pada 2024.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved