Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
PERUSAHAAN manufaktur bahan bangunan, PT Aplus Pacific bekerja sama dengan lembaga kemanusiaan Habitat for Humanity Indonesia dalam pembangunan rumah layak huni untuk mendorong kesejahteraan masyarakat, sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam mengatasi backlog perumahan.
Data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) 2022 menyebutkan Indonesia masih memiliki 12,71 juta backlog rumah. PT Aplus Pacific dan Habitat for Humanity Indonesia membangun rumah layak huni di Kampung Cimandala, Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor.
"Aplus terus berinovasi untuk menciptakan produk bahan bangunan lokal yang mampu bersaing dan berkontribusi di masa kini serta mendatang. Selain itu, kami juga terus berupaya dalam mendukung pembangunan bangsa melalui kegiatan sosial, seperti kegiatan pembangunan rumah hari ini,” ujar Stevefanus Tedjasukmana, Sales & Marketing Director PT Aplus Pacific.
Baca juga : Sentul City Kian Kukuhkan sebagai Kota Mandiri Terlengkap di Indonesia
Stevefanus Tedjasukmana menambahkan, kerja sama dengan Habitat for Humanity Indonesia juga dalam rangka merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-23 PT Aplus Pacific.
Stevefanus Tedjasukmana berharap di usia yang ke-23, Aplus Pacific akan makin berkomitmen dan konsisten dalam melakukan berbagai program yang mendorong kesejahteraan masyarakat luas.
Direktur Habitat for Humanity Indonesia Susanto mengatakan, selama 26 tahun berpengalaman sebagai lembaga kemanusiaan, kolaborasi merupakan salah satu kekuatan utama yang memungkinkan Habitat untuk menghadirkan rumah layak bagi keluarga berpenghasilan rendah di Indonesia.
Baca juga : Hunian Parkville Sold Out, Bukti Sentul City sebagai Kawasan Hunian Favorit
"Kami mengapresiasi kepercayaan dan dukungan PT Aplus Pacific yang diberikan kepada kami khususnya dalam mewujudkan pembangunan rumah di Kampung Cimandala, Babakan Madang, Bogor," katanya.
Susanto menjelaskan, pengentasan rumah tidak layak huni merupakan bagian dari visi Habitat for Humanity yang terus dikerjakan dengan berbagai program.
"Habitat sangat terbuka terhadap kolaborasi dalam rangka mewujudkan visi itu. Bekerja sama dengan PT Aplus Pacific untuk program pembangunan rumah layak huni merupakan hal yang kami syukuri. Harapannya, kolaborasi ini terus dapat diperkuat khususnya dalam mendorong kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah," katanya. (Z-5)
Cek data penduduk terbaru 2026! Jawa Barat tembus 52 juta jiwa, sementara Kabupaten Bogor jadi wilayah paling sesak. Berapa jumlah penduduk daerahmu?
LEBIH dari 600 warga mengikuti proses rekrutmen massal yang digelar oleh Eiger Adventure di Megamendung, Kabupaten Bogor.
Proses penanganan bencana banjir bandang di Babakan Madang belum tuntas, angin kencang melanda stadion Pakansari dan bagian tengah Kabupaten Bogor, Cibinong.
Keberadaan terowongan ini diharapkan menjadi jawaban atas keluhan masyarakat yang sering terjebak kemacetan di jalur penghubung Citayam dan Bojonggede
Simpang siur informasi terkait adanya korban jiwa dalam insiden bencana di kawasan tambang emas Gunung Pongkor, Kabupaten Bogor, akhirnya terjawab.
Operasi pencarian penambang yang diduga terperangkap di bekas area galian tambang Pongkor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, berlangsung dalam kondisi berisiko tinggi.
PRESIDEN Prabowo Subianto menegaskan lahan milik badan usaha milik negara (BUMN) tidak boleh diperlakukan sebagai komoditas komersial.
Vista Land Group mencatatkan prestasi di sektor perumahan nasional setelah meraih penghargaan sebagai pengembang rumah subsidi terbaik dalam ajang BTN Awards 2025 yang digelar di Jakarta.
PEMERINTAH Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, diketahui melakukan alih fungsi lahan baku sawah (LBS) mencapai 500 hektare setiap tahunnya dan mengubahnya menjadi kawasan hunian.
Sektor perumahan menjadi salah satu instrumen strategis Presiden Prabowo Subianto dalam mengatasi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat
Wamen PKP Fahri Hamzah menilai angka backlog perumahan belum bisa dianggap demand riil karena tidak dipetakan dan tidak terkonsolidasi sebagai kebutuhan.
HUNIAN berbasis Transit Oriented Development (TOD) semakin diminati masyarakat. Saat ini pilihan hunian tersebut juga semakin terjangkau.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved