Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Lorong Sempit dan Udara Beracun, SAR Berjibaku Cari Penambang Terjebak di Pongkor

 Gana Buana
21/1/2026 20:08
Lorong Sempit dan Udara Beracun, SAR Berjibaku Cari Penambang Terjebak di Pongkor
Foto udara tambang pasir ilegal yang telah ditutup di Bagendung, Kota Cilegon, Banten, Selasa (20/1/2026)(Antara)

OPERASI pencarian penambang yang diduga terperangkap di bekas area galian tambang Pongkor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, berlangsung dalam kondisi berisiko tinggi. Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) terpaksa mengerahkan peralatan khusus setelah hasil penilaian awal menunjukkan struktur tambang tidak stabil dan udara di dalamnya berbahaya bagi manusia.

SAR Mission Coordinator (SMC) Desiana Kartika Bahari menyebutkan bahwa tim menghadapi ancaman runtuhan serta keterbatasan oksigen di dalam lorong tambang. Kondisi tersebut menuntut penggunaan metode pencarian ruang terbatas dengan perlengkapan keselamatan tingkat tinggi.

“Sejumlah titik di dalam tambang mengalami pelapukan, sementara kualitas udara tidak layak untuk pernapasan normal. Tim wajib menggunakan SCBA dan peralatan SAR khusus ruang sempit,” kata Desiana dilansir dari Antara, Rabu (21/1).

Self Contained Breathing Apparatus (SCBA) digunakan karena jalur penambangan memiliki diameter sekitar satu meter, menyulitkan pergerakan personel sekaligus meningkatkan risiko saat proses evakuasi.

Operasi SAR ini dilakukan menyusul laporan warga pada Minggu (18/1) mengenai dugaan terjebaknya sejumlah penambang lokal di dalam galian. Insiden tersebut diperkirakan terjadi sejak Selasa (13/1) dini hari, setelah warga melihat asap keluar dari area tambang.

Desiana menjelaskan, lokasi pencarian merupakan tambang yang telah resmi ditutup oleh PT Antam. Oleh sebab itu, langkah awal operasi difokuskan pada asesmen menyeluruh untuk memetakan potensi bahaya sebelum personel diturunkan ke dalam lorong tambang.

“Area ini sudah tidak beroperasi dan memiliki tingkat kerawanan tinggi, sehingga keselamatan personel SAR menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Pada Selasa (20/1), tim SAR dibagi menjadi dua unit. Tim pertama bertugas melakukan penyisiran langsung ke dalam galian, sementara tim kedua disiagakan untuk evakuasi darurat serta penanganan medis.

Operasi pencarian melibatkan personel rescue dari Kantor SAR Jakarta dan Basarnas Special Group (BSG), bekerja sama dengan Emergency Response Team (ERT) PT Antam Pongkor, dengan dukungan peralatan SAR lengkap.

Informasi sementara menyebutkan tiga penambang, yakni AK, AJ, dan AD, warga Desa Urug, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, masih diduga berada di dalam area galian.

Basarnas menegaskan seluruh tahapan operasi dilakukan sesuai prosedur standar, dengan penekanan pada keselamatan tim di tengah ancaman ruang sempit, udara beracun, dan potensi runtuhan susulan. (Z-10)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya