Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK sentral Kanada pada Rabu (26/10) mempertahankan suku bunga pinjaman utamanya sebesar lima persen. Bank sentral mengatakan serangkaian penaikan suku bunga punya efek yang diinginkan dalam mengendalikan inflasi.
"Ada semakin banyak bukti bahwa penaikan suku bunga di masa lalu mengurangi aktivitas ekonomi dan mengurangi tekanan harga," kata Bank of Canada dalam satu pernyataan. Namun mereka juga memperingatkan bahwa pihaknya bersiap menaikkan suku bunga di masa depan, setelah mengalami kenaikan selama dua bulan berturut-turut, jika inflasi kembali melonjak.
Analis TD, James Orlando, senada dengan ekonom lain yang mengatakan bahwa bank sentral, "Tidak mengambil keputusan apa pun hari ini." Namun, "Di saat yang sama, bank sentral tidak menyatakan kemenangan," dalam upaya melawan inflasi.
Baca juga: Thales dari Prancis Raih Proyek Kota Kuno Saudi untuk Pariwisata
Sebagian besar ahli memperkirakan bank sentral akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. Analis BMO Douglas Porter mengatakan dalam satu catatan penelitian bahwa ia memperkirakan suku bunga akan tetap dipertahankan hingga 2024.
Bank of Canada menaikkan suku bunga secara agresif selama setahun terakhir dalam upaya menurunkan inflasi menjadi sekitar dua persen dari puncaknya sebesar 8,1% pada Juni 2022. Rata-rata harga konsumen turun sehingga menghasilkan tingkat inflasi sebesar 3,3% di bulan Juni setelah terus mengalami tren penurunan. Namun kemudian mengalami beberapa volatilitas sebelum menetap di angka 3,8% di September.
Baca juga: Chevron akan Beli Kompetitornya Hess Seharga US$53 Miliar
Bank tersebut mengatakan pihaknya terus memperkirakan inflasi akan turun secara bertahap menjadi dua persen pada 2025, tetapi tetap lebih tinggi dalam waktu dekat. Bank mencatat bahwa harga minyak lebih tinggi dari perkiraan pada Juli serta perang di Israel dan Gaza menciptakan sumber ketidakpastian geopolitik baru.
Dewan bank tersebut, "Khawatir bahwa kemajuan menuju stabilitas harga berjalan lambat dan risiko inflasi meningkat serta siap menaikkan suku bunga kebijakan lebih lanjut jika diperlukan." Perkiraan pertumbuhan global Bank of Canada secara keseluruhan tetap tidak berubah, tetapi mereka mencatat perekonomian AS lebih kuat dari perkiraan sementara aktivitas ekonomi di Tiongkok lebih lemah dan pertumbuhan di Eropa semakin melambat.
Di Kanada, "Konsumsi telah melemah," kata bank tersebut. Ini ditunjukkan dengan melemahnya permintaan terhadap perumahan, barang-barang tahan lama dan banyak jasa, serta melemahnya permintaan dan tingginya biaya pinjaman yang membebani investasi bisnis.
Suku bunga yang lebih tinggi memoderasi inflasi pada banyak barang dan jasa yang dibeli masyarakat secara kredit. Inflasi pangan berkurang dari tingkat yang sangat tinggi. Namun, selain meningkatnya biaya bunga hipotek, inflasi sewa dan biaya perumahan lain masih tinggi. (AFP/Z-2)
Tiga mantan ketua The Fed, termasuk Janet Yellen, mengecam investigasi kriminal terhadap Jerome Powell. Mereka menyebut aksi pemerintahan Trump ini mengancam fondasi ekonomi AS.
Bitcoin (BTC) adalah aset digital dan mata uang kripto yang berjalan di jaringan peer-to-peer tanpa bank sentral, menggunakan blockchain untuk mencatat transaksi.
Bank Sentral Amerika (AS) atau The Federal Reserve (The Fed) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan untuk kelima kalinya tahun ini.
Bank Indonesia (BI) dan Bank Prancis atau Banque de France (BdF) menyepakati penguatan kerja sama bilateral di area kebanksentralan.
Bank Indonesia bakal menambah besaran insentif dalam Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) di 2025 menjadi Rp283 triliun.
LPEM FEB UI mendesak Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan BI-Rate pada level 6% pada Rapat Dewan Gubernur BI November 2024.
Sejumlah ekonom memproyeksikan Bank Indonesia akan mempertahankan BI Rate di level 4,75% pada pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Januari 2026, Rabu (21/1) siang ini.
Sikap menahan suku bunga acuan (BI Rate) dinilai paling rasional di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
IHSG Bursa Efek Indonesia 8 Januari 2026 ditutup melemah. Analis Pasar Modal Indonesia Reydi Octa mengatakan IHSG kemungkinan sedikit terdampak suku bunga acuan dan inflasi
BI resmi mengganti Jibor dengan Indonia mulai 1 Januari 2026. Indonia berbasis transaksi riil (weighted average), menjamin transparansi pasar.
Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menyoroti pertumbuhan ekonomi yang berada di kisaran 5%.
Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 4,75%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved