Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Jerman memangkas perkiraan pertumbuhannya pada Rabu (11/12). Perkiraannya, ekonomi utama Eropa itu akan menyusut tahun ini karena negara tersebut berjuang melawan inflasi yang tinggi, kenaikan harga energi, dan kemerosotan manufaktur.
"Pertumbuhan akan menyusut 0,4%," kata kementerian perekonomian dalam proyeksi terbarunya. Ini merupakan penurunan peringkat yang signifikan dari perkiraan terakhir pada April, ketika Berlin memperkirakan pertumbuhan sebesar 0,4% pada tahun 2023.
Perekonomian menghadapi hambatan besar sejak invasi Rusia ke Ukraina tahun lalu yang menyebabkan inflasi, khususnya biaya energi, melonjak. Krisis ini diperparah oleh perlambatan di sektor manufaktur yang haus energi, lemahnya mitra dagang utama Tiongkok, dan penaikan suku bunga zona euro yang agresif yang bertujuan mengendalikan harga konsumen yang tidak terkendali.
Baca juga: IMF Khawatir atas Krisis Properti di Tiongkok
"Dalam lingkungan geopolitik yang sulit, kita keluar dari krisis ini lebih lambat dari yang diharapkan," ujar Menteri Ekonomi Robert Habeck dalam suatu pernyataan.
Perekonomian Jerman jatuh ke dalam resesi pada pergantian tahun dan sejak itu kesulitan untuk bangkit kembali. Ini mencatatkan nol pertumbuhan pada kuartal kedua.
Baca juga: WTO: Inflasi, Suku Bunga, Perang Hambat Perdagangan Global
Prediksi pemerintah ini sejalan dengan perkiraan suram lainnya baru-baru ini. Dana Moneter Internasional (IMF) pada Selasa memperkirakan Jerman akan menjadi negara dengan kinerja ekonomi terburuk pada 2023 dengan menyusut 0,5%.
Dalam perkiraan mereka pada Rabu, pemerintah memperkirakan perekonomian akan meningkat tahun depan dengan pertumbuhan sebesar 1,3% dan meningkat sebesar 1,5% pada 2025. Inflasi diperkirakan mencapai 6,1% tahun ini, sebelum turun menjadi 2,6% tahun depan dan dua persen pada 2025.
Habeck berusaha memberikan nada optimis dengan menyatakan bahwa, "Untuk tahun mendatang, kami memperkirakan pertumbuhan kembali. Jalan menuju pemulihan ekonomi yang berkelanjutan telah ditentukan: penurunan inflasi sangat signifikan, dan dengan itu, pendapatan riil kembali meningkat."
Baca juga: Jerman Halangi Akuisisi Penuh Startup Satelit oleh Tiongkok
Perkiraan resmi terakhir pada April muncul seiring meningkatnya harapan bahwa Jerman berhasil mengatasi krisis energi lebih baik dari perkiraan. Beberapa indikator menunjukkan ada pemulihan industri.
Namun gambaran tersebut kembali memburuk dalam beberapa bulan terakhir dengan ekspektasi bahwa perekonomian akan kembali ke dalam resesi. Meskipun harga energi telah turun, harga energi masih jauh lebih tinggi dibandingkan sebelum perang Ukraina. Meskipun inflasi melambat menjadi 4,5% pada September, angka tersebut masih tetap tinggi.
Baca juga: Produksi Industri Jerman Turun lagi di Juli
Memburuknya situasi ekonomi menimbulkan perdebatan mengenai Jerman sekali lagi menjadi 'orang sakit di Eropa' atau tidak. Ini menjadi label yang muncul pada akhir 1990-an ketika negara tersebut bergulat dengan dampak buruk dari reunifikasi.
Namun beberapa analis mengatakan hal ini sudah berlebihan. Mereka menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja tetap kuat meskipun ada banyak tantangan. (AFP/Z-2)
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Harga daging sapi terpantau Rp140.000 per kilogram, daging kambing Rp160.000, ayam ras Rp42.000, ayam kampung Rp65.000. Serta minyak goreng berada di kisaran Rp15.700 per liter.
Harga cabai domba mencapai Rp80.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp60.000. Begitu juga cabai tanjung dari Rp30.000 menjadi Rp 45.000.
Kenaikan harga cabai rawit yang menembus harga eceran tertinggi menjadi penyumbang terbesar kenaikan indeks harga pangan daerah.
Harga cabai rawit dipatok Rp80 ribu, dari harga sepekan sebelumnya yang masih dalam kisaran Rp50 ribu.
Inflasi NTT tahun 2025 yang tercatat sebesar 2,39 persen (yoy) mencerminkan stabilitas harga yang terjaga.
Harga eceran tertinggi (HET) Minyakita ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter. Adapun pembelian oleh konsumen akhir dibatasi maksimal 12 liter per orang per hari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved