Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PERTUMBUHAN perdagangan global akan jauh lebih rendah dari perkiraan tahun ini karena inflasi tinggi, suku bunga tinggi, dan perang di Ukraina memberikan tekanan terhadap perekonomian di seluruh dunia. Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) mengatakan itu pada Kamis (5/10/2023).
Ketegangan di pasar properti Tiongkok yang luas juga mendorong WTO memangkas perkiraan pertumbuhan perdagangannya menjadi hanya 0,8% pada tahun ini. Perkiraan itu kurang dari setengah kenaikan yang diproyeksikan sebelumnya.
"Perlambatan perdagangan yang diproyeksikan pada 2023 menimbulkan kekhawatiran, karena dampak buruknya terhadap standar hidup masyarakat di seluruh dunia," kata Direktur Jenderal WTO, Ngozi Okonjo-Iweala. Volume perdagangan barang dunia kini diperkirakan tumbuh sebesar 0,8 persen tahun ini, "Kurang dari setengah kenaikan 1,7% yang diperkirakan pada April," kata WTO dalam revisi proyeksi perdagangan globalnya.
Baca juga: Laba Peritel Terbesar Inggris Tesco Meroket karena Pangkas Biaya
"Pertumbuhan 3,3% yang diproyeksikan pada 2024 hampir tidak berubah dari perkiraan sebelumnya sebesar 3,2%," katanya. WTO memperkirakan PDB dunia nyata akan meningkat sebesar 2,6% berdasarkan nilai tukar pasar tahun ini dan sebesar 2,5% pada 2024.
"Kemerosotan perdagangan barang yang terus berlanjut yang dimulai pada kuartal keempat 2022 menyebabkan para ekonom WTO mengurangi proyeksi perdagangan mereka untuk tahun ini sambil mempertahankan pandangan yang lebih positif untuk 2024," kata organisasi yang berbasis di Jenewa tersebut.
"Pertumbuhan volume ekspor dan impor yang positif akan berlanjut pada 2024. Namun kita harus tetap waspada," kata kepala ekonom WTO Ralph Ossa.
Baca juga: OPEC+ Rekomendasikan Pengurangan Produksi agar Harga Minyak Naik
Sektor-sektor yang lebih sensitif terhadap siklus bisnis diperkirakan stabil dan pulih seiring dengan melambatnya inflasi dan suku bunga mulai turun. Perkiraan WTO tidak mencakup perdagangan jasa komersial tetapi data awal menunjukkan bahwa pertumbuhan di sektor ini bisa lebih moderat menyusul pemulihan yang kuat di sektor transportasi dan perjalanan tahun lalu.
Perlambatan dalam pertumbuhan perdagangan barang dagangan nampaknya bersifat luas, meliputi sejumlah besar negara dan berbagai jenis barang, meskipun beberapa sektor terkena dampak yang lebih besar, seperti besi, baja, peralatan kantor dan telekomunikasi, tekstil dan pakaian. "Penyebab pasti perlambatan ini belum jelas, tetapi inflasi, suku bunga tinggi, apresiasi dolar AS, dan ketegangan geopolitik merupakan faktor-faktor yang berkontribusi," kata badan perdagangan tersebut.
Laporan tersebut juga mengatakan bahwa krisis sektor properti yang kian meningkat di Tiongkok menghambat pemulihan yang lebih kuat di negara tersebut menyusul dampak lockdown ketat akibat covid-19.
Prospek perdagangan pada 2024 lebih baik. Namun WTO memperingatkan bahwa potensi perpecahan dalam perdagangan global antara dua blok geopolitik di kedua pihak yang bertikai di Ukraina dapat berdampak negatif.
"Kami melihat beberapa tanda dalam data fragmentasi perdagangan yang terkait dengan ketegangan geopolitik. Untungnya, deglobalisasi yang lebih luas belum terjadi," kata Ossa.
"Data menunjukkan bahwa barang-barang terus diproduksi melalui rantai pasokan yang kompleks, tetapi tingkat rantai pasokan ini mungkin tidak berubah, setidaknya dalam jangka pendek," tambahnya.
Memperhatikan bahaya fragmentasi ekonomi global, Okonjo-Iweala mengatakan negara-negara harus memperkuat kerangka perdagangan global dengan menghindari proteksionisme. "Perekonomian global, dan khususnya negara-negara miskin, akan kesulitan untuk pulih tanpa sistem perdagangan multilateral yang stabil, terbuka, dapat diprediksi, berbasis aturan, dan adil," katanya. (AFP/Z-2)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup perdagangan terakhir tahun 2025 dengan kinerja positif, menguat tipis sebesar 2,68 poin.
Anjloknya harga emas pada perdagangan hari ini memberikan tekanan langsung terhadap sentimen saham-saham tambang emas di Bursa Efek Indonesia (BEI).
IHSG mengakhiri perdagangan Selasa sore di zona merah. Tekanan jual muncul seiring investor melakukan aksi ambil untung (profit taking) menjelang libur dan cuti bersama Natal.
Sektor non-migas menjadi pendorong utama surplus perdagangan Batam pada September 2025, dengan mesin dan peralatan listrik (HS 85) mendominasi ekspor dengan nilai US$831,02 juta.
PRESIDEN Prabowo Subianto menyatakan pentingnya dukungan terhadap investasi asing sebagai bagian dari upaya mempercepat kemakmuran nasional.
Indonesia mendorong penyelesaian perundingan reviu ASEAN-India Trade in Goods Agreement (AITIGA) pada akhir 2025.
Gubernur Bangka Belitung. Hidayat Arsani mengatakan, cabai merupakan salah satu pangan yang menyumbang inflasi di Babel.
Selain itu, cabai merah turun Rp3.816 menjadi Rp52.184/kg, bawang merah turun Rp833 menjadi Rp43.484/kg, serta bawang daun turun Rp630 menjadi Rp8.700/kg.
Harga cabai rawit merah yang sempat melonjak hingga Rp80.000 per kg, sekarang hanya Rp36.000 per kg. Harga telur ayam ras dari Rp30.000 menjadi Rp28.000 per kg.
Nilai tukar rial Iran jatuh ke level terendah sepanjang sejarah, memicu inflasi pangan hingga 70%.
Menjelang Ramadan 2026, Kementerian Dalam Negeri meminta pemerintah daerah tidak menunggu waktu mepet untuk mengendalikan inflasi.
Komoditasnya antara lain beras premium Pamanukan, beras premium Anak Daro Rp16.350 per kg, minyak goreng MinyaKita kemasan botol Rp18.000 per liter, serta gula Rosebrand.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved