Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTORAT Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan secara simbolis melepas aktivitas ekspor 25 UMKM di Jawa Timur ke 5 benua. Pelepasan itu dilakukan di Kantor Wilayah DJBC Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (13/9).
25 UMKM tersebut merupakan unit usaha yang ikut dalam program klinik ekspor. Klinik ekspor ialah program kolaborasi otoritas kepabeanan dan cukai bersama debgan Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur, Export Center Surabaya, Pusat Promosi Perdagangan Indonesia (ITPC) dan Komunitas Eksportir Muda Indonesia (KEMI).
Adapun 5 benua yang dijadikan tujuan ekspor dari produk-produk 25 UMKM tersebut mencakup Eropa (Jerman dan Belanda), Asia (Jepang), Amerika (Amerika Serikat dan Chicago), Afrika (Lagos), dan Australia (Canberra).
Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa DJBC Kemenkeu Nirwala Dwi Heryanto mengatakan, program klinik ekspor tersebut memiliki beragam kegiatan seperti kurasi produk, edukasi prosedur ekspor dan penetrasi pasar global.
Baca juga: BRI Berhasil Antar UMKM Temukan Ketangguhan Baru
"Salah satu hasil kolaborasi yang nyata adalah pengiriman contoh produk UMKM untuk test market dengan tujuan ekspansi pasar baru," jelasnya dalam konferensi pers.
Dia menambahkan, klinik ekspor sekaligus menjadi dorongan nyata dari pemerintah terhadap geliat UMKM nasional. Program klinik ekspor dilakukan dengan pemberian edukasi, literasi, asistensi dan koordinasi oleh DJBC kepada UMKM baik yang sudah ekspor agar meningkat ekspornya menjadi ekspor mandiri, maupun UMKM yang baru akan memulai ekspor.
Dukungan lain yang diberikan DJBC kepada UMKM diantaranya ialah fasilitas KITE IKM, program Interfirm Linkage, Solusi Logistik, dan Pemanfaatan Balai Laboratorium Bea Cukai.
Kemenkeu, lanjut Nirwala, juga telah sepakat dengan Kementerian Luar Negeri untuk mendorong peningkatan ekspor UMKM Tanah Air. Hal itu ditandai dengan penandatanganan antara Menkeu dan Menlu dalam rangka mengakselerasi pasar ekspor UMKM nasional.
Kerja sama tersebut dilandasi pada masih lemahnya kontribusi ekspor UMKM terhadap ekspor nasional. "Kontribusi ekspor UMKM terhadap ekspor nasional masih belum signifikan yaitu 15%. Karena itu, perluasan akses pasar, terutama pasar global dan akses informasi pasar ekspor menjadi tantangan UMKM yang perlu kita bantu," jelas Nirwala.
Di Kesempatan yang sama, Kepala Bagian Perencanaan dan Organisasi Kemenlu Yulastiawarman menyampaikan, sejatinya Indonesia telah menyumbang 90,3% dari jumlah UMKM di ASEAN. Namun sayangnya UMKM Indonesia belum memiliki orientasi ekspor yang optimal.
Baca juga: Pegadaian Bantu Modalin Pelaku UMKM
"Saat ini proporsi dari ekspor UMKM di Indonesia terhadap total ekspor nasional baru berkisar 14,4%. Sementara proporsi ekonomi UMKM ekspornya di negara-negara seperti Singapura, Thailand, Myanmar itu sudah melampaui 20% dari total ekspor masing-masing negara tersebut," tuturnya.
Agar UMKM mampu go global, lanjut Yulastiawarman, Kemenlu menilai ada 4 strategi yang perlu didorong. Pertama, peningkatan daya saing produk UMKM meliputi kualitas, kontinuitas, added value brand awareness, serta penguatan merek atau trademark.
Kedua, peningkatan modal dan investasi termasuk di dalamnya memanfaatkan kesempatan untuk menjadi binaan dari sejumlah K/L atau pemda. Ketiga, penetrasi pasar melalui market intelijen dan digitalisasi, dan keempat adalah perluasan pasar.
"Kementerian Luar Negeri berkomitmen untuk senantiasa memberikan dukungan yang konkret bagi upaya penetrasi dan perluasan pasar internasional. Infrastruktur dari diplomasi kita telah memiliki akses yang terbuka untuk UMKM dan dapat dimanfaatkan oleh dua hal tersebut merupakan kepentingan lainnya dengan sebaik-baiknya," pungkas Yulastiawarman. (Z-6)
Pada kuartal IV 2025, industri tekstil dan produk tekstil tercatat tumbuh 4,37 persen secara tahunan di tengah tekanan global dan perlambatan permintaan di sejumlah negara tujuan ekspor.
Neraca perdagangan Indonesia yang tetap mencatatkan surplus sepanjang 2025 mencerminkan daya tahan sektor eksternal.
Indonesia kembali mencatatkan kinerja positif dengan mempertahankan surplus neraca perdagangan selama 68 bulan berturut-turut, di tengah kondisi ekonomi global yang tak pasti.
BPS melaporkan kinerja ekspor Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 tercatat mencapai US$282,91 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 6,15%.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan barang Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 kembali mencatatkan surplus signifikan.
Partisipasi Sarinah di Indonesia Pavilion yang berlangsung pada 19–23 Januari 2026 di Davos, Swiss, menandai dimulainya fase penguatan ekspor perusahaan mulai tahun ini.
KPK menyatakan Ketua Pengadilan Negeri Depok I Wayan Eka Mariarta dan Wakil Ketua PN Depok Bambang Setyawan meminta uang sebesar Rp1 miliar sebagai imbalan percepatan eksekusi lahan.
Menkeu Purbaya targetkan tax ratio 11–12% pada 2026, optimistis penerimaan pajak membaik seiring pemulihan ekonomi dan perkuat pertumbuhan DJP.
Kasus ini menjadi sorotan tajam lantaran melibatkan konflik agraria antara warga sipil dan entitas pengelola aset negara yang berakhir pada dugaan praktik rasuah di meja hijau.
Purbaya menegaskan Juda Agung memiliki kapasitas dan pengalaman yang mumpuni untuk melanjutkan sejumlah agenda strategis.
Asep menjelaskan, KPP Madya sejatinya sudah memeriksa nilai lebih bayar pajak PT BKB. Sejatinya, ada Rp49,47 miliar kelebihan bayar dengan koreksi fiskal sebesar Rp1,14 miliar.
Selain Mulyono, KPK juga mengamankan satu petugas pajak serta satu pihak swasta. Pihak swasta tersebut merupakan wajib pajak dari PT BKB.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved