Headline
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Kumpulan Berita DPR RI
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) dan pasar obligasi pada akhirnya harus mengakui tekanan yang terjadi selama pekan kemarin. Tidak adanya katalis membuat IHSG yang tidak mampu bertahan di level 7.000, hingga imbal hasil obligasi yang kembali naik.
"Pekan ini pun, kami melihat tekanan yang sama akan kembali datang, dan bagaimana kita berusaha untuk menungganggi volatilitas yang ada adalah kunci," kata Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus, Senin (11/9).
Dari Amerika Serikat (AS), data CPI akan mencuri perhatian, karena secara bulanan diproyeksikan akan naik dengan estimasi 0,4%-0,6%. Begitupun CPI tahunan yang akan naik dari 3,2% menjadi 3,4%-3,6%.
Hal ini tentu akan semakin menekan tekanan pasar apabila ternyata inflasi tahunan AS meningkat. Hal ini disebabkan oleh kenaikan harga minyak yang terjadi beberapa waktu yang lalu, yang mengkerek inflasi.
Baca juga: IHSG Berpotensi Sideways seiring Sentimen Domestik dan Global
"Namun inflasi inti tahunan AS diperkirakan akan melandai dari 4,7% menjadi 4,2% - 4,4%. Tentu hal ini memberikan sentimen positif tatkala inflasi secara keseluruhan akan naik," kata Nico.
Tidak hanya itu, data penjualan ritel diperkirakan akan turun, dari 0,7% hanya akan tumbuh di kisaran 0,1% - 0,3%. Sejauh ini kalau melihat data yang ada, besar kemungkinan The Fed akan menahan tingkat suku bunga acuan.
"Namun kalau dari sisi ketenagakerjaan, Continuing Claims dan Initial Jobless Claims diproyeksikan akan naik," kata Nico.
Inflasi yang masih belum bisa terkendali, ditambah dengan ketenagakerjaan yang masih berada di area menguat, kemungkinan akan menjadi tugas yang sulit bagi The Fed untuk memutuskan.
Pertemuan The Fed tentu akan mencuri perhatian, karena mereka berada di posisi yang cukup sulit di tengah munculnya data ekonomi yang akan terjadi pekan ini.
Secara probabilitas, kenaikan tingkat suku bunga The Fed kecil pada September, dan ada potensi November mendatang akan dinaikkan. Di satu sisi, imbal hasil obligasi US Treasury tenor 2 tahun juga sudah mengalami kenaikan dan bahkan menyentuh 5%, tertinggi sejak 2007. Hal ini mempengaruhi pasar obligasi untuk melakukan yang sama dengan mengalami kenaikan.
"Apabila kenaikan harga minyak terjadi terus menerus, tidak menutup kemungkinan The Fed akan menaikkan tingkat suku bunga sebelum The Fed terlambat membuat keputusannya seperti yang dialaminya dulu," kata Nico.
Dari Benua Biru, pertemuan Bank Sentral Eropa pekan ini pada Kamis (14/9) diharapkan belum akan menaikkan tingkat suku bunga.
"Kami melihat, Bank Sentral Eropa akan jauh lebih tenang sebelum memutuskan, karena tekanan ekonomi begitu besar akibat perekonomian Jerman yang turun. Oleh karena itu kami melihat peluang untuk tidak merubah tingkat suku bunga bulan September, sebelum mereka akan menaikkan kembali tingkat suku bunga," kata Nico.
Inflasi di Eropa pun masih berada di atas 5,3%, dengan inflasi inti melandai pada bulan Agustus 2023 dari 5,5% menjadi 5,3%.
Sementara itu, Tiongkok berusaha menemukan momentum untuk bangkit dengan memberikan stimulus terukur dan cepat, tengah menjadi perhatian.
Data industrial production Tiongkok secara tahunan diperkirakan akan naik dengan estimasi 0,2% - 0,4%. Begitupun juga dengan penjualan ritel secara tahunan (yoy) yang diproyeksi akan tumbuh 2,7% - 3%.
Hal ini akan membuat pasar bergembira di tengah tekanan Eropa dan AS bahwa Tiongkok mulai menemukan ritmenya kembali.
Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp1.000 per Gram
Jepang akan merilis data indeks harga produsen (PPI) secara bulanan yang diproyeksi tumbuh dengan positif dengan estimasi 0,2% - 0,4%. Data yang akan menjadi perhatian adalah Core Machine Orders dan Industrial Production.
Dari dalam negeri, data neraca perdagangan akan mencuri perhatian, yang diharapkan surplus Indonesia akan jauh lebih tinggi dari sebelumnya. (Z-6)
Putusan Mahkamah Agung AS terkait tarif Donald Trump menjadi sentimen positif bagi IHSG. Pasar juga mencermati data PDB AS, inflasi PCE, dan arah suku bunga The Fed.
Prediksi harga emas Sabtu 14 Februari 2026 diperkirakan stabil hingga menguat terbatas, dipengaruhi harga emas dunia dan nilai tukar rupiah.
Nilai tukar rupiah ditutup melemah 42 poin ke Rp16.828 per dolar AS. Penguatan dolar dan naiknya probabilitas The Fed menahan suku bunga pada Maret 2026 menekan pergerakan rupiah.
HARGA bitcoin kembali mengalami pelemahan di bawah US$90.000 setelah Federal Reserve (The Fed) memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di kisaran 3,50%-3,75%.
HARGA emas hari ini dan perak terus mencatatkan rekor kenaikan pada Kamis (29/1) akibat pembelian aset aman di tengah ketegangan geopolitik dan ekonomi, serta setelah kebijakan The Fed AS.
Federal Reserve (The Fed) hampir dipastikan akan mempertahankan suku bunga acuannya dalam keputusan kebijakan terbaru yang dijadwalkan diumumkan pada Rabu (28/1) sore waktu setempat
PELUNCURAN NU Harvest Maslaha dan Sharia Global Services menandai fase baru keterlibatan Nahdlatul Ulama (NU) di arena ekonomi, tepat ketika NU memasuki usia satu abad.
Kesepakatan besar ini diresmikan dalam ajang US-Indonesia Business Summit 2026 yang berlangsung di Washington D.C., Rabu (18/2) waktu setempat.
Harga emas global dan Antam turun pada 17 Februari 2026. Prediksi untuk Rabu, 18 Februari, diperkirakan stabil atau berpotensi rebound tipis dengan harga Antam Rp2,96–3,05 juta per gram.
Firman Soebagyo kritik impor garam Australia dan nilai pemerintah lemah lindungi petani lokal. Komisi IV DPR desak bangun industri garam nasional.
Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan kekhawatirannya terhadap adanya pihak-pihak tertentu yang dinilai berupaya melemahkan Indonesia dan menghambat langkah bangsa.
Pemprov DKI Jakarta memprediksi lonjakan kebutuhan pangan jelang Ramadan dan Idulfitri 2026, terutama telur ayam, daging, bawang merah, dan minyak goreng.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved