Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
TIDAK hanya fokus melakukan ekspansi dalam rangka memperluas titik distribusi, GIAS Group juga turut berkomitmen dalam memastikan konsumen memperoleh hasil akhir konstruksi dengan kualitas terbaik.
Upaya ini diwujudkan oleh GIAS Group dengan menginisiasi komunitas tukang bangunan pertama di Indonesia, yakni Gnetion. Terhitung sejak didirikan pada tahun 2018, kini Gnetion telah memiliki 2000 aplikator yang tersebar di seluruh Indonesia.
Pencapaian itu tidak luput dari keterlibatan aktif rekan-rekan aplikator Gnetion dalam menghadirkan pelayanan maksimal dan hasil kerja optimal kepada konsumen.
Baca juga: Kreator Konten Disabilitas Bidang Konstruksi Arifin Gabung ke Aplikasi Gnetion
Sebagai bentuk apresiasi, Gnetion pun menggelar acara Workshop KOSAN (Konkow Santai Bareng Mentor) Nasional di seluruh Indonesia dengan mengundang para aplikator. Nantinya, kegiatan ini diadakan secara hybrid, yaitu online via Zoom dan juga offline di Batiqa, Hotel Cirebon.
Pelatihan ini dihadiri oleh Head of Marketing Division GIAS Group - Randu Arifiant, Brand & Communication Manager GIAS Group - Muhamad Rivaldi, Area Manager Jawa Barat - Eric, Mentor Gnetion Academy - Vivi Satria Wibawa, serta sosok tamu inspiratif Konten Kreator Disabilitas Punya Cara dan juga salah satu anggota komunitas Gnetion - Muhammad Arifin yang hadir pada acara KOSAN Nasional edisi spesial ini.
Geliat Industri Properti Meningkat
Eric menjelaskan, geliat pertumbuhan industri properti diprediksi akan terus meningkat dari waktu ke waktu. Hal ini berdasar pada data dari Kemenperin yang menunjukkan bahwa sektor konstruksi sebagai pengguna material bahan bangunan mengalami pertumbuhan 2,81 persen secara tahunan atau year on year (YoY).
Baca juga: Aplikasi Gravel Jembatani Kepercayaan Konsumen dan Pekerja Konstruksi
“Untuk menjawab kebutuhan tersebut, GIAS Group akan berupaya hadir lebih dekat dengan masyarakat di seluruh Indonesia. Hal ini kami wujudkan melalui ekspansi titik distribusi, inovasi layanan dan membentuk komunitas Gnetion agar konsumen dapat memperoleh hasil akhir konstruksi dengan kualitas terbaik,” ungkap Eric, Area Manager GIAS Grup Jawa Barat.
Di kesempatan yang sama, Brand & Communication Manager GIAS Group, Muhamad Rivaldi mengatakan bahwa Kosan Nasional bisa menjadi sarana para aplikator untuk mendalami product knowledge sehingga akan lebih mudah dalam membangun brand awareness kepada masyarakat.
Dari sini merek dagang GIAS Group, yaitu GNET Indonesia harapannya dapat menjadi top of mind di benak masyarakat Indonesia.
Baca juga: Adhimix Luncurkan Aplikasi Untuk Mudahkan Pengadaan Beton Ready Mix Lewat Sentuhan Jari
“KOSAN Nasional merupakan salah satu momen terbaik bagi aplikator Gnetion untuk berkumpul, belajar dan berbagi insight, baik dengan aplikator lainnya maupun langsung dari para mentor dan praktisi ahli di bidang konstruksi,” ujar Brand & Communication Manager GIAS Group Muhamad Rivaldi
Dengan mengangkat slogan “Salam Satu Atap”, ini menjadi sikap kebersamaan rekan-rekan aplikator Gnetion dalam berkolaborasi dan bersinergi dalam memberikan pelayanan secara prima kepada konsumen.
Konten Kreator Disabilitas Punya Cara, Muhammad Arifin pun mengungkapkan alasannya bergabung dalam Gnetion.
Dirinya menjelaskan bahwa Gnetion dapat menjadi tempat terbaik untuknya dalam memperoleh ilmu secara nyata, serta strategi implementasi yang tepat. Ilmu tersebut bisa mencakup banyak hal mulai dari Keamanan dan Keselamatan Kerja (K3), proses kerja konstruksi terkini hingga perkakas dan material bangunan terbaru.
Baca juga: Kolaborasi Raffi Ahmad dan Nippon Paint Berikan Apresiasi Untuk Tukang Cat Terbaik
“Bergabung dengan komunitas Gnetion, saya akan bisa ketemu banyak anggota satu profesi. Di sini kita bisa sepaham dan saat kita bertemu, berkumpul bisa sharing pengalamanlah. Jadi alasan tujuan saya bergabung di Gnetion itu ingin lebih banyak belajar. Cukup senang lah saya gabung komunitas Gnetion,” jelas Arifin.
Head of Marketing Division GIAS Group, Randu Arifiant mengatakan, signifikannya pertumbuhan jumlah aplikator Gnetion telah sejalan dengan masifnya ekspansi GIAS Group dalam membuka persebaran titik distribusi di seluruh Indonesia. Sejalan dengan misi GIAS Group, yakni menjadi perusahaan yang terdepan dalam jaringan distribusi dan jaringan penjualan.
“Tercapainya 2000 aplikator Gnetion merupakan sebuah pencapaian cemerlang bagi GIAS Group. Hal ini menjadi titik awal dari Gnetion dalam menjaga komitmen untuk terus memberikan pelayanan secara prima kepada konsumen. Dari sisi aplikator, komunitas Gnetion dapat menjadi wadah terbaik untuk tumbuh bersama mendalami keahlian di bidang konstruksi,” tutur Randu. (RO/S-3)
Proyek bernilai sekitar Rp219 miliar ini menampilkan inovasi konstruksi berupa skybridge ikonik sepanjang 22 meter yang menghubungkan Menara Wimaya II (Tower B) dengan Menara Wimaya I.
PERTUMBUHAN Surabaya sebagai pusat ekonomi dan kawasan urban utama di Jawa Timur menempatkan sektor konstruksi pada tekanan yang kian kompleks.
Kaltim serius dalam meningkatkan tata kelola konstruksi, meningkatkan kualitas pembinaan kontraktor, serta memperkuat pengawasan proyek strategis daerah.
Ketua MTKBTI Weni Maulina ingin agar para pelaku industri konstruksi bawah tanah tidak berjalan sendiri. MTKBTI menjadi ruang bersama untuk berdiskusi, mencari solusi, dan berkomunikasi.
PU Bangun secara aklamasi menetapkan Suko Widigdo sebagai Ketua Umum PU Bangun periode 2025-2028 menggantikan Mursyid.
Green Building Contractor Gathering memperkuat komitmen bersama menuju praktik konstruksi hijau di seluruh Indonesia.
Berdasarkan survei terhadap 1.000 responden pada akhir 2025, sebanyak 82% pekerja Indonesia mengaku bahagia di tempat kerja.
Banyak pekerja tetap memaksakan diri menjalani aktivitas normal meski kondisi tubuh dan pikiran mereka sebenarnya sudah berada di bawah tekanan hebat.
PEMERINTAH menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah dalam memanfaatkan bonus demografi agar menjadi kekuatan pembangunan, bukan justru berubah menjadi persoalan sosial dan ekonomi
Masalah tersebut sudah termasuk dalam pelanggaran normatif ketenagakerjaan
Generasi Z terbukti menjadi kelompok paling rentan di lingkungan kerja, dengan 91% di antaranya kerap menghadapi tantangan kesehatan mental dan 35% mengalami depresi.
Simbol hadirnya negara dalam menjamin hak dasar masyarakatnya di sektor kesehatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved