Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT ekonomi pertanian, Khudori menanggapi pernyataan Presiden Joko Widodo soal alokasi untuk bidang ketahanan pangan dialokasikan sebesar Rp108,8 triliun.
Alokasi itu diprioritaskan untuk peningkatan ketersediaan, akses, dan stabilisasi harga pangan; peningkatan produksi pangan domestik; penguatan kelembagaan petani, dan dukungan pembiayaan serta perlindungan usaha tani, percepatan pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur pangan, pengembangan kawasan food estate, serta penguatan cadangan pangan nasional.
Khudori memandang anggaran ketahanan pangan pada 2024 ini sedikit naik ketimbang anggaran tahun 2013 Rp104,2 triliun. Prioritas pun tidak bergeser jauh dari tahun-tahun sebelumnya. "Dari daftar itu tidak ada prioritas langsung untuk meningkatkan kesejahteraan petani," kata Khudori dalam keterangan tertulisnya, Rabu (16/8).
Baca juga : Sawah Mengering, Petani di Batujajar Bandung Barat Merugi
Orientasi atau tujuan meningkatkan kesejahteraan petani dari tahun ke tahun selalu tertinggal. Orientasi dan prioritas masih pada produksi, ketersediaan, akses, dan stabilisasi harga, yang semua ini orientasi utamanya adalah untuk konsumen.
"Perlu keberanian untuk menggeser prioritas ketahanan pangan itu ke tujuan menyejahterakan petani," kata Khudori.
Baca juga : Anies Baswedan Sambangi Boyolali, Bicara Soal Ketidakadilan yang Dialami Petani
Dari total Rp108 triliun anggaran, dia menduga alokasinya tidak jauh berubah dengan tahun-tahun sebelumnya.
Salah satu alokasi terbesar adalah untuk bantuan pangan, serta bantuan pangan non tunai (BPNT).
"Untuk program ini saja bisa sampai memakan anggaran Rp44 triliun. Alokasi terbesar kedua masih terkait dengan sarana dan prasarana pertanian termasuk jaringan irigasi, bendungan, embung, dan subsidi pupuk," kata Khudori.
Sejauh ini pemerintah mengklaim membangun sekian embung, bendungan, dan jaringan irigasi. Infrastruktur itu dibangun untuk memastikan, salah satunya, ketersediaan air. Logikanya, jika benar infrastruktur pertanian ini dibangun masif mestinya diikuti kenaikan produksi komoditas pangan.
Akan tetapi, kalau dicek, pembangunan infrastruktur pertanian itu belum berdampak maksimal pada peningkatan produksi pangan dalam negeri. Pembangunan infrastruktur pertanian sepertinya tidak linier dengan peningkatan produksi pangan.
"Dugaan saya, ini ada kaitannya dengan hasil audit BPK (berbagai tahun), yang kesimpulannya cukup mengagetkan, yaitu pembangunan infrastruktur (salah satunya irigasi) tidak diketahui benefitnya atau sumbanganya bagi peningkatan produksi pertanian," kata Khudori.
Ini karena sejumlah hal. Misalnya, bendungan sudah dibangun, tapi jaringan irigasi yang memanfaatkan air dari bendungan ini belum ada.
"Akhirnya air yang ditampung di bendungan tidak termanfaatkan dengan baik. Ada pula irigasi primer dan sekunder sudah dibangun, tapi irigasi berikutnya, yakni tersier, belum dibangun. Lagi-lagi air jadi tak tersedia. Ada juga jaringan irigasi dibangun jauh dari wilayah sawah yang dicetak," kata Khudori.
Demikian pula subsidi pupuk. Sampai saat ini dampaknya belum maksimal karena tidak bisa dipastikan subsidi pupuk itu benar-benar tepat sasaran dan dinikmati petani.
Oleh karena itu, selain alokasi anggaran diperbesar yang tidak kalah penting adalah mengevaluasi aneka anggaran ketahanan pangan itu bagaimana efektivitasnya.
Hal ini untuk memastikan sumbangan alokasi anggaran itu pada peningkatan produksi pangan dan kesejahteraan petani.(Z-4)
Program strategis Presiden tidak akan mencapai keberhasilan maksimal tanpa inisiatif personal dari setiap warga negara.
Sebagai salah satu mitra utama Panen Fest 2026, Universitas Trilogi turut membuka booth pameran produk dari Pusat Studi Pertanian Perkotaan (PSSP).
Penurunan drastis populasi gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) yang kini berada pada titik kritis di tahun 2026, ternyata berdampak langsung pada ketahanan pangan warga.
TNI adalah tentara rakyat yang memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar, selain menjalankan tugas pokok menjaga kedaulatan negara.
Regulasi ini nantinya tidak hanya menjamin kuantitas pangan, tetapi juga kualitas nutrisi yang diterima masyarakat.
Presiden Prabowo Subianto membuka peluang kerja sama ekonomi yang lebih luas dengan Australia
Petani di berbagai wilayah Provinsi Aceh tengah dilanda keresahan besar pada musim tanam padi rendengan, musim tanam utama yang sangat menentukan produksi pangan tahunan
CUACA ekstrem akhir-akhir ini memicu curah hujan tinggi yang meningkatkan potensi gagal panen. Pemerintah setempat mulai ancang-ancang mengantisipasi potensi tersebut.
SERANGAN organisme pengganggu tanaman (OPT) atau hama tikus yang semakin masif di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, memaksa para petani mengambil langkah ekstrem.
Mak Comblang Project, sebuah inisiatif yang bertujuan mempertemukan langsung petani dengan dapur MBG.
Kehadiran personel TNI dan dukungan pemerintah provinsi memberikan suntikan semangat baru bagi petani serta pemerintah daerah, terutama di tengah tantangan keterbatasan fiskal.
Kementan memulai tahap rehabilitasi lahan sawah pascabencana di sejumlah wilayah Sumatra.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved