Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
JENAMA lokal asal Bandung, Ryusei, gembira menyambut kebijakan pemerintah terbaru yang bertujuan untuk melindungi produk-produk lokal dari serbuan barang impor.
Kebijakan tersebut dinilai mereka merupakan langkah proaktif pemerintah dalam mendukung pertumbuhan dan keberlanjutan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia.
Owner Ryusei, Aris Yulianto, menyatakan bahwa kebijakan perlindungan itu merupakan kabar baik bagi industri pakaian lokal di Indonesia.
"Kami sangat mengapresiasi langkah pemerintah dalam melindungi produk-produk lokal dari serbuan barang impor. Inisiatif ini memberikan dorongan besar bagi brand lokal, seperti Ryusei, untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas produk, dan berkontribusi lebih besar dalam perekonomian negara," kata Aris dalam keterangannya, Jumat (4/8).
Baca juga: Asosiasi Pengusaha Tolak Revisi Permendag Soal Aturan Impor Di Bawah Rp1,5 Juta
Serbuan barang impor, lanjut Aris, khususnya barang bekas atau thrifting dari luar negeri, telah menjadi perhatian bagi banyak pelaku UMKM di Indonesia. Fenomena ini mempengaruhi daya saing produk lokal dan berpotensi mengancam kelangsungan usaha bagi banyak pengusaha lokal, termasuk dalam sektor industri pakaian.
Kebijakan pemerintah yang melibatkan pembatasan impor dengan nilai minimum US$100 merupakan langkah strategis dalam menyeimbangkan persaingan pasar. Dengan adanya batas nilai impor ini, produk-produk UMKM lokal dapat lebih mudah bersaing dan diberikan ruang lebih dalam mengenalkan keunikan dan kekayaan budaya Indonesia.
Ryusei, kata Aris, sebagai brand pakaian lokal telah berkomitmen untuk memberikan yang terbaik bagi konsumen dan mencerminkan kekayaan kreativitas serta kearifan lokal Indonesia. Dukungan terhadap kebijakan pemerintah ini adalah bentuk nyata dari komitmen tersebut.
Baca juga: Produk Impor Berpotensi Bikin UMKM Bangkrut
"Kami berharap dengan adanya kebijakan ini, industri pakaian lokal dapat semakin berkembang dan mendapatkan apresiasi lebih dari masyarakat. Melalui produk-produk unggulan kami, Ryusei siap berperan aktif dalam mempromosikan karya anak bangsa dan mengangkat citra positif produk lokal di tingkat nasional maupun internasional," kata dia.
Ryusei juga berencana untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk lembaga pemerintah dan pelaku industri lainnya, dalam membangun ekosistem yang mendukung pertumbuhan UMKM di Indonesia. Melalui sinergi ini, diharapkan industri pakaian lokal dapat semakin kuat dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian Indonesia. (Z-6)
Grand Pasundan Convention Hotel berpartisipasi dalam pameran Heritage Wedding Bride 2026 di BCC Bandung, menawarkan beragam venue pernikahan dan promo wedding package menarik.
Cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang mengguyur wilayah Bandung Barat selama dua hari berturut-turut memicu pergeseran tanah skala besar.
Operasi ini bertujuan untuk memitigasi risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor.
Kegiatan lari santai ini dimulai sejak pukul 05:30 WIB dengan titik start dan finish di pelataran Vasaka Maison Bandung, Jl. Asia Afrika No. 55, Bandung.
Runtuhan rumpun bambu menutup akses Jalan Kolonel Masturi, tepatnya di Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (24/1).
MENYABUT Tahun Baru Imlek, HARRIS POP! Festival Citylink Bandung mengajak masyarakat Bandung dan sekitarnya untuk merayakan momen spesial ini melalui Chinese New Year Dinner
Pemenuhan kebutuhan alutsista TNI dan Polri harus mengutamakan produksi dalam negeri, serta diperkuat oleh berbagai kebijakan turunan.
Pemerintah berjanji meninjau ulang kebijakan kuota impor daging sapi reguler pada Maret 2026, menyusul keberatan pelaku usaha swasta atas pemangkasan kuota yang dinilai terlalu drastis.
NILAI impor Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada Oktober 2025 tercatat mencapai US$1.866.025.235,82.
Dengan pertukaran data berbasis elektronik antarotoritas negara, perubahan atau manipulasi dokumen menjadi sulit dilakukan.
Laporan Badan Pusat Statistik (BPS), pada Oktober 2025, ekspor tercatat US$24,24 miliar dan impor US$21,84 miliar sehingga surplus US$2,39 miliar.
Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan neraca perdagangan barang pada Oktober 2025 mencatatkan surplus sebesar US$2,39 miliar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved