Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
Sejumlah data indikator ekonomi hari ini menjadi perhatian pelaku pasar keuangan dalam negeri. Pasar menanti rilis data Purchasing Manager Index (PMI) Manufaktur dan inflasi sepanjang Juli 2023.
Indeks manufaktur Indonesia diprediksi tumbuh melambat namun masih berada di zona ekspansi. Diperkirakan indeks ada di level 52 atau lebih rendah dari bulan sebelumnya di level 52,5.
"Melambatnya pertumbuhan indeks diprediksi sebagai dampak turunnya nilai ekspor," kata Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus, Selasa (1/8).
Baca juga: Berhasil Kendalikan Inflasi, Pemprov DKI Dapat Insentif Rp11,6 Miliar
Hal itu sejalan yang diprediksi mitra dagang yang masih tertekan seiring dinamika perekonomian global, salah satunya Tiongkok yang masih belum pulih ekonominya pasca Covid-19. Itu membuat permintaan komoditas ke Indonesia turut melemah, sehingga kinerja ekspor dan impor cenderung terkoreksi.
"Dengan melambatnya permintaan dan penawaran tentunya ini berdampaknya pada aktivitas industri," kata Nico.
Baca juga: Inflasi Tahunan pada Juli 2023 Diprediksi Turun jadi 3,08 Persen
Pelaku pasar keuangan Indonesia juga menanti rilis data inflasi dari Badan Pusat Statitsik (BPS). Secara proyeksi, inflasi Juli secara tahunan (yoy) diperkirakan berada di level 3,10%-3,15%, dan secara bulanan (mtm) berada di rentang 0,2%-0,25%.
"Artinya secara tahunan inflasi masih berada di antara target Bank Indonesia yaitu 2% hingga 4% (yoy). Inflasi bulan Juli di prediksi ditopang dari faktor musiman salah satunya tahun ajaran baru sekolah, sehingga kelompok pendidikan memberikan kontribusi kenaikan inflasi," kata Nico. (Z-11)
Harga daging sapi terpantau Rp140.000 per kilogram, daging kambing Rp160.000, ayam ras Rp42.000, ayam kampung Rp65.000. Serta minyak goreng berada di kisaran Rp15.700 per liter.
Harga cabai domba mencapai Rp80.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp60.000. Begitu juga cabai tanjung dari Rp30.000 menjadi Rp 45.000.
Kenaikan harga cabai rawit yang menembus harga eceran tertinggi menjadi penyumbang terbesar kenaikan indeks harga pangan daerah.
Harga cabai rawit dipatok Rp80 ribu, dari harga sepekan sebelumnya yang masih dalam kisaran Rp50 ribu.
Inflasi NTT tahun 2025 yang tercatat sebesar 2,39 persen (yoy) mencerminkan stabilitas harga yang terjaga.
Harga eceran tertinggi (HET) Minyakita ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter. Adapun pembelian oleh konsumen akhir dibatasi maksimal 12 liter per orang per hari.
PMI Manufaktur Indonesia Kontraksi, Pemerintah Didorong Fokus pada Stimulus Jangka Pendek
Awal pekan depan, rupiah diprediksi akan mengalami fluktuatif dan ditutuh melemah di kiasara Rp15.450-Rp15.520 per dolar AS.
Menkeu Sri Mulyani ungkap perekonomian Indonesia masih relatif lebih baik dibanding banyak negara. Berbagai indikator ekonomi domestik menunjukkan kondisi yang cukup kuat
Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menilai harus ada langkah nyata dalam mengatasi kesenjangan antar-wilayah dengan jurang yang sangat lebar tersebut.
MELEMAHNYA purchasing managers' index (PMI) pada saat ini disebabkan oleh kondisi global yang tengah bergejolak dan juga karena inflasi tinggi yang terjadi di beberapa negara Eropa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved