Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
Sejumlah data indikator ekonomi hari ini menjadi perhatian pelaku pasar keuangan dalam negeri. Pasar menanti rilis data Purchasing Manager Index (PMI) Manufaktur dan inflasi sepanjang Juli 2023.
Indeks manufaktur Indonesia diprediksi tumbuh melambat namun masih berada di zona ekspansi. Diperkirakan indeks ada di level 52 atau lebih rendah dari bulan sebelumnya di level 52,5.
"Melambatnya pertumbuhan indeks diprediksi sebagai dampak turunnya nilai ekspor," kata Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus, Selasa (1/8).
Baca juga: Berhasil Kendalikan Inflasi, Pemprov DKI Dapat Insentif Rp11,6 Miliar
Hal itu sejalan yang diprediksi mitra dagang yang masih tertekan seiring dinamika perekonomian global, salah satunya Tiongkok yang masih belum pulih ekonominya pasca Covid-19. Itu membuat permintaan komoditas ke Indonesia turut melemah, sehingga kinerja ekspor dan impor cenderung terkoreksi.
"Dengan melambatnya permintaan dan penawaran tentunya ini berdampaknya pada aktivitas industri," kata Nico.
Baca juga: Inflasi Tahunan pada Juli 2023 Diprediksi Turun jadi 3,08 Persen
Pelaku pasar keuangan Indonesia juga menanti rilis data inflasi dari Badan Pusat Statitsik (BPS). Secara proyeksi, inflasi Juli secara tahunan (yoy) diperkirakan berada di level 3,10%-3,15%, dan secara bulanan (mtm) berada di rentang 0,2%-0,25%.
"Artinya secara tahunan inflasi masih berada di antara target Bank Indonesia yaitu 2% hingga 4% (yoy). Inflasi bulan Juli di prediksi ditopang dari faktor musiman salah satunya tahun ajaran baru sekolah, sehingga kelompok pendidikan memberikan kontribusi kenaikan inflasi," kata Nico. (Z-11)
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Februari 2026 secara tahunan (yoy) tercatat sebesar 4,76%, berbanding terbalik dengan kondisi Februari 2025 yang mengalami deflasi 0,09%.
PROVINSI DKI Jakarta mencatat inflasi sebesar 0,63% (month to month/mtm) pada Februari 2026, berbalik dari kondisi deflasi 0,23% (mtm) pada Januari 2026.
KETEGANGAN geopolitik di Timur Tengah, khususnya yang melibatkan Iran, berpotensi memicu dampak ekonomi global.
BPS juga menyoroti bahwa Februari 2026 bertepatan dengan momen Ramadan. Berdasarkan historis lima tahun terakhir, inflasi selalu terjadi saat Ramadan dengan besaran yang berfluktuasi.
Harga bahan pokok yang mengalami penurunan mencolok terjadi pada komoditas cabai rawit merah, dari Rp110.000 menjadi Rp76.000 per kilogram.
Harga cabai rawit merah melonjak drastis dari Rp100.000 menjadi Rp140.000 per kilogram. Selain karena permintaan, faktor cuaca juga berpengaruh besar.
PMI Manufaktur Indonesia Kontraksi, Pemerintah Didorong Fokus pada Stimulus Jangka Pendek
Awal pekan depan, rupiah diprediksi akan mengalami fluktuatif dan ditutuh melemah di kiasara Rp15.450-Rp15.520 per dolar AS.
Menkeu Sri Mulyani ungkap perekonomian Indonesia masih relatif lebih baik dibanding banyak negara. Berbagai indikator ekonomi domestik menunjukkan kondisi yang cukup kuat
Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menilai harus ada langkah nyata dalam mengatasi kesenjangan antar-wilayah dengan jurang yang sangat lebar tersebut.
MELEMAHNYA purchasing managers' index (PMI) pada saat ini disebabkan oleh kondisi global yang tengah bergejolak dan juga karena inflasi tinggi yang terjadi di beberapa negara Eropa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved