Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI menerima apresiasi dari para pekerja migran atas komitmen bank dalam menyediakan layanan digital terbaik untuk memudahkan berbagai aktivitas mereka di luar negeri.
Dalam upaya untuk mensosialisasikan produk perbankan di luar negeri, BNI telah berhasil memberikan layanan dan program yang tepat guna kepada para pekerja migran.
Adapun, Kementerian BUMN mengadakan acara Silaturrahmi Pekerja Migran Indonesia di Hongkong pada Sabtu (1/7/2023). Acara ini dihadiri langsung oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir beserta Direksi Himbara & beberapa BUMN lain.
Baca juga: UMKM Binaan BNI di Hongkong Pikat Erick Thohir
Salah satu pekerja migran, yang bernama Mitha Aprilia di Hong Kong mengungkapkan, kepuasannya terhadap pelayanan BNI yang luar biasa dalam mengakomodasi kebutuhan transaksi mereka.
Ada Agen Digital BNI yang Siap Bantu
"BNI itu bener-bener memudahkan banget. Ketika ingin membuka rekening, ada agen digital yang siap membantu. Jadi teman-teman pekerja migran yang rumahnya jauh dari Kantor Cabang BNI Hong Kong bisa membuka rekening secara online," ujar Mitha.
"Selain itu, dengan adanya BNI Mobile Banking, kami bisa mengirim uang kapan pun, baik saat sedang meeting maupun saat sedang bekerja. Semua kemudahan ini berkat BNI yang luar biasa," ungkap dia.
Komitmen BNI Perkuat sebagai Institusi Global
Dalam kesempatan terpisah, Direktur Utama BNI Royke Tumilaar mengungkapkan komitmen BNI untuk semakin memperkuat peran bank sebagai institusi global asal Indonesia yang menjadi mitra para pekerja migran.
Baca juga: Tingkatkan Penetrasi UMKM di Pasar Global, BNI Terlibat di KIF 2023
BNI menyediakan solusi transaksi dan pembiayaan yang dapat memenuhi kebutuhan mereka. Selain itu, BNI juga menawarkan berbagai pilihan solusi keuangan, termasuk asuransi, yang dapat dipilih oleh para pekerja migran sebagai langkah perlindungan diri mereka.
"Kami bersyukur telah memiliki solusi keuangan yang lengkap dengan basis digital. Semua layanan ini kami gabungkan dengan berbagai program inovatif untuk dapat melayani lebih banyak pekerja migran di luar negeri," jelas Royke.
Baca juga: BNI Siap Kolaborasi di Indonesia Incorporated Hongkong
"Komitmen kami adalah menjadi mitra yang handal bagi mereka, dengan memberikan akses mudah, aman, dan nyaman terhadap layanan keuangan yang mereka butuhkan," pungkas Royke.
Dia melanjutkan, dengan pengakuan yang diterima dari para pekerja migran, BNI merasa semakin termotivasi untuk terus berinovasi dan menyediakan solusi keuangan terbaik.
"Kami tetap berkomitmen untuk memperluas jangkauan layanan dan memberikan pengalaman digital yang lebih baik kepada para pekerja migran di seluruh dunia," pungkasnya. (RO/S-4)
PT Bank Negara Indonesia (BNI) dinilai berada pada posisi yang lebih siap memasuki 2026 dibandingkan bank-bank besar lainnya.
Menurut Pramono, pencatatan saham Bank Jakarta di BEI tidak hanya akan meningkatkan kepercayaan publik, tetapi juga mendorong profesionalisme perusahaan.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah menarik dana pemerintah sebesar Rp75 triliun dari total penempatan Rp276 triliun Saldo Anggaran Lebih (SAL) di sistem perbankan.
MANTAN Kepala PPATK Yunus Husein menilai pemajangan uang tunai hasil rampasan kasus korupsi dan sitaan negara oleh aparat penegak hukum tidak diperlukan dan cenderung tidak efisien.
PERUBAHAN status Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi persero dinilai memperkuat posisi bank tersebut, terutama dari sisi kredibilitas dan persepsi keamanan.
Bank Indonesia (BI) menyebut penurunan suku bunga kredit perbankan cenderung lebih lambat. Karena itu, BI memandang penurunan suku bunga kredit perbankan perlu terus didorong.
Pemerintah bersiap melakukan intervensi strategis di sektor tekstil nasional menyusul kolapsnya PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), salah satu pemain terbesar industri tekstil.
CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani mengungkapkan pemerintah tengah mengkaji pembentukan badan usaha milik negara (BUMN) di sektor tekstil.
ANGGOTA Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai NasDem Asep Wahyuwijaya menilai, inisiatif pemerintah untuk mendirikan BUMN tekstil merupakan langkah yang tepat dan strategis.
Kritik Prabowo itu khususnya ditujukan pada direksi dan komisaris perusahaan pelat merah yang mencatatkan kerugian namun tetap meminta tantiem atau bonus.
Fokus utama kajian dari Anisha adalah penegasan posisi BUMN sebagai entitas hukum terpisah (separate legal entity) yang tetap mengemban mandat konstitusional demi kemakmuran rakyat.
PRESIDEN Prabowo Subianto memberikan kritik keras kepada jajaran direksi badan usaha milik negara (BUMN) lantaran terlalu lama menerapkan praktik pengelolaan yang merugikan negara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved