Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
UPAYA proaktif PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI dalam mengembangkan usaha diaspora di Hong Kong mendapat apresiasi dari Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.
Erick menyampaikan, BNI telah membantu pengembangan usaha Sarinah, pemilik Surya Trading, dalam menjual produk makanan dan minuman Indonesia di Hong Kong.
Sebagai bank global asal Indonesia, menurut Erick, BNI melaksanakan fungsinya dengan sangat baik dalam meningkatkan dukungan terhadap pengembangan usaha diaspora Indonesia di luar negeri.
Baca juga: Tingkatkan Penetrasi UMKM di Pasar Global, BNI Terlibat di KIF 2023
"Inilah contoh diaspora yang kita dorong untuk berusaha di luar negeri melalui program BUMN melalui BNI Xpora. Ini merupakan kerja nyata program BUMN," lanjut Erick.
Sarinah telah memiliki 13 outlet dan menjalin kerja sama dengan 200 distributor. Erick menilai apa yang dilakukan oleh Sarinah sangat membantu mempromosikan makanan Indonesia dan merek Indonesia di Hong Kong.
Buka Akses Pasar Produk UMKM
Usaha Sarinah tidak hanya mempromosikan produk Indonesia dengan skala besar, melainkan juga menciptakan akses pasar bagi produk UMKM. Bahkan, 20% produk yang dijual oleh Sarinah di Hong Kong merupakan produk UMKM.
Baca juga: Rangkaian HUT ke 77, BNI Rilis TapCash Desain Spesial SUPER JUNIOR, Red Velvet dan NCT DREAM
"Yang harus kita dorong adalah posisi merek kita yang masih lemah. Kami sangat mengapresiasi Bu Sarinah dan BNI yang mau meningkatkan brand Indonesia," pungkas Erick.
Direktur Utama BNI Royke Tumilaar menambahkan, Xpora merupakan program yang terus diperkuat oleh BNI untuk dapat mendorong pelaku UMKM melompat lebih tinggi dan menembus pasar global.
Baca juga: BNI Siap Kolaborasi di Indonesia Incorporated Hongkong
Dengan kemampuan jaringan kantor cabang luar negeri di kota-kota besar dunia, BNI mampu menciptakan ekosistem yang potensial terutama dengan menghubungkan UMKM dengan para buyer diaspora Indonesia di luar negeri.
"Tentunya kami merasa terhormat dengan apresiasi dari Pak Menteri Erick Thohir. Kami akan terus memperkuat peran BNI Xpora sekaligus Indonesia Incorporated guna membuat lompatan yang lebih baik lagi bagi BUMN maupun mitra-mitra UMKM binaan," imbuhnya. (RO/S-4)
Pentingnya penerapan prinsip pengenalan nasabah yang mendalam.
KEPALA Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae menegaskan kinerja intermediasi perbankan tetap tumbuh positif dengan profil risiko yang terjaga.
Bank Mandiri menilai perpanjangan penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) oleh Kementerian Keuangan dapat memperkuat likuiditas perbankan.
Di tengah persaingan industri perbankan yang semakin kompetitif, program loyalitas menjadi salah satu strategi utama untuk mempertahankan dana pihak ketiga.
Meningkatnya ancaman kejahatan daring seperti phishing, social engineering, dan serangan siber lainnya mendorong perusahaan perbankan untuk terus memperkuat sistem keamanannya.
Inflasi Januari 2026 naik ke 3,55%. Bank Indonesia menahan BI Rate di 4,75% jelang Ramadan dan Idulfitri, seiring tekanan musiman dan nilai tukar rupiah.
NAIK kelas menjadi badan usaha milik negara (BUMN), kinerja BSI pada 2025 progresif jauh di atas industri perbankan sekaligus mengubah peta perbankan Indonesia.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan giro sebesar 19,13%, tabungan 8,19%, dan deposito 14,28%.
Back to Back Loan merupakan program pinjaman yang memungkinkan nasabah memperoleh kredit dengan menjaminkan dana simpanan mereka sendiri di bank yang sama.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 24 Tahun 2025 tentang Pengelolaan Rekening pada Bank Umum
AFTECH dan Perbanas menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi antara perbankan dan fintech sebagai langkah krusial dalam memperluas akses kredit nasional.
Menurutnya, pemerintah daerah justru membutuhkan anggaran untuk dibelanjakan untuk pembangunan daerah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved