Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
ORGANISASI Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (PPLIPI) kembali memberikan bantuan modal bagi para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UMKM).
Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan melalui kegiatan PPLIPI Signature, "PPLIPI Peduli UMKM" di SMESCO Convention Hall Jakarta, Rabu (31/5/2023), yang juga menjadi puncak rangkaian perayaan HUT ke-7 PPLIPI.
Ketua Umum PPLIPI, Indah Suryadharma Ali, mengungkapkan, selama 7 tahun berkiprah PPLIPI sudah memberikan bantuan permodalan kepada sekitar 6.500 pelaku UMKM di seluruh wilayah Jabodetabek.
Baca juga: Peringati Hari Ibu, PPLIPI Terus Dorong Upaya Pemberdayaan Perempuan
Untuk satu tahun terakhir, PPLIPI telah membantu 400-an UMKM. Mereka terdiri dari para pedagang kecil. Pada masa awal pelaksanaan program, jumlah bantuan yang diberikan Rp300 ribu/pedagang, kini meningkat di kisaran Rp500 ribu/pedagang.
UMKM yang disasar merupakan UMKM yang belum memiliki akses ke lembaga permodalan seperti perbankan.
“Sumber dana berasal dari iuran anggota PPLIPI, ada juga bantuan dari luar organisasi yang sifatnya tidak mengikat. Kebetulan anggota kami sudah bisa mandiri secara ekonomi. Jadi kami patungan untuk memberdayakan ekonomi kaum perempuan," ujar Indah.
Baca juga: PPLIPI Fokus Angkat Harkat dan Martabat Kaum Hawa Melalui Pemberdayaan
Dana bantuan diberikan secara cuma-cuma. PPLIPI memonitor penggunaan dana. Para pelaku UMKM yang menggunakan dananya dengan tepat dapat dipertimbangkan untuk kembali mendapat bantuan.
Indah menambahkan, pemberian modal pada UMKM perempuan merupakan wujud nyata keberpihakan PPLIPI terhadap kaum perempuan. Hal ini untuk mendorong agar usaha mereka bisa semakin meningkat.
“Kalau usahanya bisa berkembang, keuntungan meningkat, kesejahteraan juga meningkat sehingga mudah-mudahan mereka bisa memenuhi kebutuhan keluarga dengan layak," kata Indah.
Baca juga: Pegadaian Gelar Pelatihan untuk Mengembangkan UMKM Nasional
Acara puncak perayaan HUT ke-7 PPLIPI selain dihadiri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, I Gusti Ayu Bintang Darmawati, juga dihadiri perwakilan Menteri Koperasi dan Menteri Pariwisata. Sejumlah selebritas seperti Lucky Reza, Ussy Sulistyowati, dan Oki Asokawati ikut hadir meramaikan acara.
Kelompok angklung AngGuN tampil menghibur hadirin. Ada juga pemberian bantuan secara simbolis pada pelaku UMKM yang diberikan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
Tercatat, lima orang pelaku UMKM mendapat apresiasi sebagai UMKM berprestasi. Pada kesempatan itu dilakukan juga penandatangan MoU kerja sama PPLIPI dengan Prodia.
PPLIPI yang dibentuk pada 17 April 2016 memang bercita-cita menjadi wadah para perempuan untuk memberi sumbangsihnya dalam rangka melanjutkan dan mengisi semangat pemberdayaan perempuan, yang telah menjadi komitmen perempuan di Kongres Wanita Indonesia.
Program-program PPLIPI selalu diarahkan untuk menciptakan kondisi yang lebih baik bagi para perempuan. (RO/S-4)
Gapki menggelar pertemuan 140 pemangku kepentingan di Palu untuk mendorong perlindungan pekerja perempuan dan penguatan prinsip kesetaraan gender di sektor sawit.
Kekerasan terhadap perempuan dan anak bukan isu sektoral semata, melainkan persoalan kebangsaan yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Anggia Ermarini mengungkapkan IMW 2026 merupakan bentuk nyata keberpihakan Fatayat NU terhadap penguatan peran perempuan di berbagai sektor kehidupan.
Workshop peningkatan kapasitas ini diikuti lebih dari 100 pelaku UMKM perempuan ibu rumah tangga dari berbagai daerah di Jawa Barat.
Forum ini menyoroti kontribusi perempuan dalam mendorong resiliensi di komunitasnya, sekaligus memberikan wadah untuk berdiskusi menggaungkan suara perempuan.
Dampak psikologis pascabencana berpengaruh terhadap proses pemulihan sosial dan ekonomi, terutama di wilayah dengan kerentanan ekonomi tinggi seperti di Sumatra.
Ini merupakan bentuk kepedulian USK terhadap mahasiswa terdampak sekaligus upaya meringankan beban ekonomi mereka.
GERAKAN Pemuda (GP) Ansor kembali mendistribusikan bantuan terhadap korban terdampak bencana banjir di Kabupaten Pekalongan.
GERAKAN Pemuda Ansor (GP Ansor) menyalurkan sejumlah paket bantuan seperti selimut, sandal jepit, kebutuhan alat mandi hingga obat-obatan pada korban bencana longsor di Pemalang.
Menyikapi kondisi tersebut, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang menyalurkan bantuan logistik sebagai bentuk kepedulian.
Total nilai bantuan sebesar Rp295.499.850 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Bupati Humbang Hasundutan Oloan Paniaran Nababan menyampaikan rasa terimakasih atas perhatian Kabupaten Toba untuk Kabupaten Humbang Hasundutan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved