Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
Bagi orang-orang yang memilih aplikasi kredit online sebagai alternatif layanan kredit, pasti sudah tahu bahwa aplikasi kredit online sekarang sudah menjamur dimana-mana.
Jika Anda mencari di Google atau di Google Play Store dan App Store, dengan kata kunci “pinjaman online” atau, akan banyak sekali pilihan aplikasi kredit dari berbagai perusahaan fintech yang tersedia. Belum lagi tawaran yang muncul mulai dari iklan, media sosial, sampai telemarketing.
Sayangnya, tidak semua aplikasi kredit online yang bermunculan ini sudah dipastikan aman untuk digunakan. Sebab, tidak sedikit yang ‘menyamar’ sebagai fintech yang melabeli pendaftarannya cepat, serta limit yang tinggi. Nah, hal inilah yang patut Anda waspadai.
Baca juga: Aplikasi Fintech Julo Luncurkan Fitur Biaya Pendidikan
Agar Anda tidak terjebak buaian aplikasi kredit online ilegal, berikut ada beberapa modus yang harus Anda hindari.
Modus Menawarkan Bantuan Pendaftaran Paylater
Penting untuk diketahui kalau semua aplikasi kredit atau layanan fintech, sudah 100 persen online untuk pendaftaran. Oleh karena itu, hindari tawaran bantuan pendaftaran dari pihak tertentu, sekalipun pihak tersebut mengaku atau mengatasnamakan sebuah perusahaan fintech.
Apalagi jika pihak tersebut meminta semua data-data yang Anda miliki, dengan dalih membantu pendaftaran. Bisa dipastikan, ini adalah bentuk penipuan dan penyalahgunaan data.
Scam Berupa Link yang Harus Diisi Informasi Data Pribadi
Suka mendapat SMS berisi link dengan isi pesan yang tidak jelas atau tidak ada nama pengirimnya seperti ini?
Info Pinjaman Dana Online, Proses Cepat dan Mudah. Klik Link APK ini www.pinjolasli.com
Baca juga: Kredivo Gandeng 1000 Days Fund Bantu Cegah Stunting
Jika iya, hati-hati, jangan langsung tertarik dan klik link tersebut, apalagi mengisi formulirnya tanpa diteliti lebih lanjut ya!
Sebab, banyak paylater atau fintech terpercaya, sudah tidak lagi menggunakan media SMS marketing untuk menawarkan layanannya. Apalagi sampai mengirimkan link yang mengharuskan Anda mengisi informasi data pribadi.
Modus Mengaku CS Meminta Informasi Akun
Salah satu modus penipuan paling sering ditemukan adalah telepon yang mengaku sebagai CS. Kemudian, oknum ini akan menginformasikan bahwa akun Anda bermasalah atau mengiming-imingi mendapatkan hadiah.
Baca juga: Dinilai Mampu Jaga Daya Beli Masyarakat, Paylater Diprediksi Terus Tumbuh
Nah, agar Anda bisa mengeklaim hadiah yang disebutkan, Anda diharuskan memberikan informasi data diri dan akun Anda. Jika menemui atau mendapatkan telepon seperti ini, lebih baik hiraukan saja, karena sudah dipastikan ini adalah bentuk penipuan.
Iming-iming Bantuan Pencairan Limit
Banyak aplikasi kredit yang saat ini belum memiliki fitur pencairan limit menjadi pinjaman tunai, namun tidak untuk aplikasi kredit online dari Kredivo, yang bisa mencairkan sejumlah limit yang Anda miliki, dengan bunga rendah 2,6% per bulan, serta tenor 3 dan 6 bulan.
Inilah yang juga menjadi salah satu celah, banyak oknum yang menipu dengan cara mengiming-imingi bantuan pencairan limit. Tentunya, dengan meminta detail akun pengguna.
Oleh karena itu, sebagai pengguna, Anda perlu mengetahui apa yang boleh dan tidak boleh, atau apa yang ada dan tidak ada dari layanan aplikasi kredit yang Anda gunakan, seperti memberi data pribadi, PIN atau password akun, OTP, hingga pertanyaan keamanan.
Patuhi peraturan supaya Anda tidak menjadi korban penipuan atau mengalami kerugian di kemudian hari.
Meminta Pembayaran ke Rekening Perorangan
Terakhir, hindari membayar tagihan jika rekening yang tertera adalah atas nama orang lain, bukan atas nama diri sendiri atau perusahaan yang sesuai dengan instruksi yang diberikan di aplikasi kredit.
Banyak juga modus penipuan dimana oknum mengiming-imingi diskon pembayaran atau bantuan bayaran, asalkan pengguna membayar ke rekening tertentu yang berbeda dengan perjanjian atau rekening resmi.
Baca juga: Rekomendasi Cicilan Tanpa Jaminan yang Aman, Serta Tips Mengatur Keuangannya
Apabila Anda menemui kondisi ini, segera laporkan atau hubungi CS resmi aplikasi kredit terkait untuk meminta klarifikasi.
Pembayaran Kredivo atau aplikasi kredit online lainnya, wajib menggunakan nama Anda sendiri jika metodenya Virtual Account, atau ke bank & rekening atas nama perusahaan yang resmi. Bukan ke rekening perorangan.
Selalu waspada dengan penipuan yang selalu punya celah dan mengiming-imingi Anda dengan layanan yang tidak masuk akal, ya! (RO/S-4)
Beberapa platform digital juga hadir untuk mendukung dan memudahkan aktivitas olahraga di antaranya ialah Ayo Indonesia, reclub, Runaddicts
Platform digital telah berkembang melampaui fungsi komersial tradisionalnya dan menjadi alat penting dalam penyelenggaraan kebijakan publik.
Ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan mencapai Rp1.860 triliun pada 2024, yang setara dengan 8,4 persen dari PDB nasional. Sektor ini diproyeksikan tumbuh dengan angka 5%-6% per tahun.
Banyak pencari kerja yang menghadapi tantangan dalam hal peningkatan kompetensi, pengurusan dokumen, hingga adaptasi budaya kerja asing.
Seiring dengan meningkatnya minat masyarakat dalam membeli maupun menitipkan kendaraan melalui proses lelang, Auksi memperkenalkan platform lelang online versi terbaru.
Diluncurkan pada 2025, platform ini mendukung para kreator berbagi karya, membangun komunitas, dan memonetisasi passion mereka secara autentik.
Salah satu yang jadi bagian dalam aksi pemecahan rekor Muri itu adalah Adapundi yang melakukan podcast dengan Ika Natassa untuk mendorong literasi keuangan bijak dan bertanggung jawab.
Penyelenggaraan IDBS 2025 sejalan dengan pesatnya pertumbuhan ekonomi digital Indonesia, yang pada 2024 mencapai US$90 miliar dan naik 13% dari tahun sebelumnya.
Aplikasi investasi digital, Bibit.id, menyabet penghargaan PR Practitioners of the Year 2025 dalam ajang Indonesia PR of the Year 2025 Award.
Easycash memperkenalkan Fintopia Corporate University (FCU)—sebuah inisiatif internal untuk pengembangan sumber daya manusia (SDM)
Per Desember 2024, data OJK mencatat bahwa penyaluran fintech lending di luar Pulau Jawa masih sebesar 21,59% dari total penyaluran nasional.
Selama tujuh tahun hadir, Adapundi telah sukses dalam menyediakan akses pendanaan bagi lebih dari 700 ribu UMKM dan jutaan pengguna.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved