Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Angkasa Pura (AP) II mengusulkan bus TransJakarta dapat melayani rute dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) di jam tertentu di pagi dan sore hari. Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin mengatakan kebijakan tersebut perlu diberlakukan untuk melayani mobilitas karyawan yang bekerja di kawasan bandara.
AP II mencatat jumlah pekerja di Bandara Soetta berkisar 40 ribu hingga 50 ribu orang. Mereka bekerja di berbagai instansi seperti AP II, maskapai, ground handling, instansi pemerintahan, tenant komersial, dan sebagainya.
"Setiap harinya para pekerja ini bermobilitas dari dan ke Bandara Soekarno-Hatta. Apabila ada bus TransJakarta, itu dapat memberikan lebih banyak pilihan moda transportasi bagi pekerja bandara," kata Awaluddin melalui keterangan resmi, Senin (29/5).
Baca juga: Penerbangan Langsung Jakarta-Tashkent Diharapkan Dongkrak Kerja Sama Ekonomi dengan Uzbekistan
Sebelumnya pada Minggu (28/5), Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menggelar rapat koordinasi dengan Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono dan Dirut AP II membahas integrasi moda transportasi di Bandara Soetta.
Rapat koordinasi digelar di kereta inspeksi dalam perjalanan dari Bandara Soetta ke Stasiun BNI City, Jakarta.
Baca juga: Selesai Direvitalisasi, Halte Manggarai-Stasiun Manggarai Siap Integrasi
Dalam rapat itu, kata dia, AP II mengusulkan bus TransJakarta dapat beroperasi di Bandara Soetta di jam tertentu, misalnya di pagi hari pada pukul 06.00-09.00 WIB dan sore hari pada pukul 18.0-21.00 WIB sebagai moda transportasi untuk berangkat dan pulang kerja bagi pekerja di bandara.
Lebih lanjut, Awaluddin menyampaikan halte bus TransJakarta nantinya juga bisa disiapkan di lokasi khusus di kawasan Bandara Soetta atau bukan di terminal penumpang.
"Bus Transjakarta itu nantinya bisa diintegrasikan dengan transportasi publik yang khusus untuk di dalam kawasan Bandara Soekarno-Hatta seperti shuttle bus dan skytrain untuk mempermudah pekerja di bandara," tandasnya.
Sementara, Menhub mengatakan kapasitas transportasi publik dari dan ke Bandara Soetta akan ditingkatkan dan tarif juga akan diupayakan lebih terjangkau dari saat ini.
"Kami diskusikan bagaimana upaya meningkatkan kapasitas transportasi publik dari dan ke Bandara Soetta, bagaimana melakukan jangkauan yang lebih luas, dan bagaimana tarif itu bisa lebih terjangkau bagi masyarakat," ucap Budi Karya. (Ant/Z-11)
Pernyataan itu juga menyampaikan bahwa KJRI Jeddah turut memfasilitasi pemulangan satu WNI dengan kondisi lumpuh akibat sakit ke Indonesia.
Çelebi Aviation resmi memulai operasional layanan ground handling di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, dan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Banten, sejak 1 Januari 2026.
Polresta Bandara Soetta menangkap Khairun Nisa (23), perempuan yang menyamar jadi pramugari Batik Air. Bermula dari lolos fast track hingga ketahuan karena corak batik.
Polisi menangkap perempuan berinisial KN yang nekat menyamar jadi pramugari Batik Air rute Palembang-Jakarta. Penyamaran terbongkar karena atribut seragam palsu.
Kehadiran lounge ini memperkuat komitmen perusahaan dalam menyediakan layanan premium yang konsisten, berkualitas, dan berorientasi pada kebutuhan penumpang domestik.
BMKG telah menempatkan Automatic Weather Observing System (AWOS) Kategori 3 di setiap landas pacu Bandara Soekarno-Hatta.
Selama 2025, Bandara Internasional Juanda melayani total 43 rute penerbangan. Terdiri dari 32 rute domestik dan 11 rute internasional.
Masa Nataru sebagai periode operasional krusial yang menuntut koordinasi lintas entitas.
Pembangunan Bandara KHR As’ad Syamsul Arifin (KASA) di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, diproyeksikan menjadi infrastruktur strategis yang tidak hanya memperkuat sistem pertahanan negara.
Puncak arus penumpang Natal diperkirakan terjadi pada Sabtu (20/12) dengan 9.746 penumpang.
InJourney Airports memperkirakan pergerakan penumpang pada periode Nataru ini akan mencapai sekitar 10 juta penumpang selama 21 hari.
Kasus Morowali merupakan contoh bagaimana lemahnya integrasi antarinstansi dapat menggerus kedaulatan udara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved