Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

Rute Transjabodetabek Blok M-Soetta akan Gunakan Bus Low Deck, lewat Sudirman dan Semanggi

Mohamad Farhan Zhuhri
04/3/2026 18:10
Rute Transjabodetabek Blok M-Soetta akan Gunakan Bus Low Deck, lewat Sudirman dan Semanggi
Transjabodetabek(MI/ANGGA YUNIAR)

PEMPROV DKI Jakarta segera dalam waktu dekat membuka Transjabodetabek rute Blok M-Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). Rencananya, rute baru itu akan mulai beroperasi sebelum momen Lebaran 1447 H.

Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (Trans-Jakarta) Welfizon Yuza mengatakan, rute baru dimaksudkan untuk memudahkan masyarakat yang hendak berpergian menggunakan pesawat dari bandara internasional itu. 

Karena itu, rute baru itu ditargetkan bisa beroperasi sebelum Lebaran, ketika banyak masyarakat yang mudik menggunakan pesawat. 

"Targetnya ini buat mudik, jadi sebelum Lebaran. Kami lagi kejar," kata dia Rabu (4/3).

Menurut dia, rute itu dikhususkan untuk melayani penumpang pesawat. Karena itu, pihaknya akan menggunakan unit bus dengan lantai rendah untuk melayani rute tersebut. 

"Unit yang akan kita gunakan nanti adalah unit low entry. Jadi Metrotrans yang warna oranye yang lantai rendah, sehingga nanti mobilisasi koper dan segala macamnya itu relatif lebih mudah," ujar Welfizon. 

Ia menambahkan, bus itu akan berhenti di halte yang berada di pinggir jalan, bukan halte BRT Transjakarta. Dengan begitu, masyarakat yang membawa barang bawaan yang cukup besar akan lebih dimudahkan.

Welfizon menyebutkan, Transjabodetabek rute baru itu nantinya akan berangkat dari Blok M. Setelah itu, bus akan melintasi Jalan Jenderal Sudirman, melalui Semanggi, Gedung DPR/MPR, dan masuk ke dalam jalan tol hingga sampai ke bandara.

"Sekarang kan kita punya SH1, dari Kalideres ke bandara. Kalau yang sekarang kami siapin ini dari Blok M ke bandara (SH2) Blok M terus kemudian nanti lewat di Sudirman, kemudian di naik ke Semanggi, ke MPR/DPR, terus kemudian nanti masuk tol," kata dia.

Meski begitu, Welfizon belum bisa memastikan titik pemberhentian Transjabodetabek rute baru itu di di terminal Bandara Soekarno-Hatta atau tidak. 

Pasalnya, pihaknya masih melakukan pembahasan dengan PT Angkasa Pura terkait titik pemberhentiannya di kawasan mereka.

Menurut dia, saat ini Angkasa Pura memiliki kebijakan untuk mengurangi kendaraan yang masuk ke masing-masing terminal. Mengingat, banyaknya kendaraan yang masuk ke terminal di Bandara Soekarno-Hatta kerap menimbulkan kemacetan. 

"Nah ini yang lagi (dibahas), dan mereka mau me-utilisasi Kalayangnya. Jadi ya ini lagi kita tentukan titiknya apakah nanti di ujung Kalayang, " ujar dia.

Kendati demikian, Welfizon memastikan, pihak Angkasa Pura sudah memberikan lampu hijau terkait operasional Transjabodetabek Blok M-Soetta. Pasalnya, layanan itu akan menjadi tambahan alternatif masyarakat untuk bisa menuju ke bandara.

"Karena kalau kita lihat sekarang disampaikan kemarin, dari 50 juta penumpang tahun lalu, itu sebagian besar itu menggunakan kendaraan pribadi. Jadi sehingga akses mulai dari keluar tol yang menuju bandara itu itu sudah cukup padat," kata dia.

Welfizon menambahkan, rencananya Transjabodetabek rute Blok M-Soetta akan beroperasi mulai pukul 05.00-22.00 WIB. Adapun tarifnya adalah Rp 2.000 pada pukul 05.00-07.00 WIB dan Rp 3.500 pada pukul 07.00-22.00 WIB. (Far)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya