Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Gunung Raja Paksi Tbk (GRP) dan Tata Metal Lestari (TML) menginisiasi pembentukan ekosistem rantai nilai dari beberapa industri baja pelat dari hulu hingga hilir yang peduli kepada lingkungan hijau.
Ini diperlukan agar dapat memberikan nilai lebih terhadap peningkatan daya saing industri nasional Indonesia.
Sebagai langkah awal atas inisiatif itu, GRP dan TML menggelar focus group discussion (FGD) yang melibatkan beberapa pemangku kepentingan terkait di Jakarta, hari ini.
Di antaranya ialah Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kadin Net Zero Hub, World Resources Institute, Universitas Indonesia serta beberapa mitra lain.
Baca juga: Indonesia Akan Tingkatkan Target Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca
“Kami mengapresiasi langkah awal GRP bersama TML. Pemerintah dan sektor swasta memiliki tanggung jawab sama dan seimbang dalam usaha mencapai emisi nol sehingga sinergi berbagai pihak sangat dibutuhkan."
"Kami harap inisiatif ini dapat menjadi percontohan bagi perusahaan-perusahaan lain sehingga secara bersama kita dapat mendukung target pemerintah mencapai net zero emissions pada 2060 nanti,” jelas Ketua Kadin Net Zero Muhammad Yusrizki.
Kepala Pusat Standar Industri Hijau Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri Kementerian Peridustrian Herman Supriadi menyampaikan berdasarkan Paris Agreement, setiap negara berkomitmen atas penurunan gas rumah kaca (GRK) dalam bentuk target nationally determined contribution (NDC).
Baca juga:Didukung PLTS Terbesar di Indonesia, Tambang AMNT Semakin Hijau
"Pemerintah menaikkan target NDC 2030 dari 29% menjadi 31,8% untuk menuju karbon netral pada 2060 atau lebih cepat. Bertransformasi menjadi karbon netral, Indonesia membutuhkan tindakan kolektif dari semua aktor swasta dan publik untuk membangun ekosistem berdaya guna."
"Ekosistem ini harus dapat memfasilitasi industri dalam mengubah praktik dan operasi dari brown industry ke green industry," kata dia.
Karena itu, jelas Herman, sosialisasi hingga memberikan bimbingan teknis, pelatihan dan kegiatan lain untuk peningkatan kesadaran yang membantu industri anggotanya mengakses pasar, pembiayaan/investasi, pengadaan, insentif hijau dan perdagangan karbon dinilai penting.
Dalam keterangan resminya, GRP berharap FGD itu dapat membuka jalur komunikasi dan jejaring dalam menjajaki potensi kolaborasi dan kemitraan saling menguntungkan yang memiliki kesamaan visi dan misi dalam mencapai dekarbonisasi dan penurunan GRK.
Kedua, dapat menginisasi pembentukan ekosistem berbasis industri hijau guna mempromosikan dan meningkatkan kepedulian pada industri hijau sebagai upaya mendukung target pemerintah dalam mencapai NDC dan NZE pada 2060 melalui peta jalan dan rencana kerja realistik dan terukur.
Baca juga: Industri Baja Harus Turut Dukung Pemerintah Menuju Nol Karbon
Ketiga, dapat meningkatkan daya saing industri baja nasional melalui prinsip keberlanjutan serta pengoptimalan konsep standar industri hijau Indonesia, untuk diakui semua standar hijau internasional dalam mendorong kegiatan ekspor berdaya saing tinggi.
Terakhir, dapat menjadi komunitas terdepan serta center of excellence industri hijau yang menghadirkan produk berkualitas dunia dan solusi total berbasis hijau untuk baja pelat melalui pengungkapan aspek-aspek lingkungan secara transparan kepada konsumen dan investor yang dapat diacu oleh dunia.
GRP ialah salah satu perusahaan besi swasta terbesar di Indonesia yang berpengalaman lebih dari 50 tahun dengan produk berkualitas tinggi dan telah tersertifikasi secara nasional dan internasional.
Adapun TML ialah industri anak bangsa di bidang pelapisan baja yang berinvestasi sejak 2018 di kawasan industri Cikarang dan berekspansi dari industri genteng metal dan baja ringan mulai 1994. (RO/S-2)
Kolaborasi merupakan salah satu kunci utama penguatan industri baja nasional, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan baja dalam negeri.
MENTERI Perindustrian (Wamenperin) Republik Indonesia, Faisol Riza, melakukan kunjungan resmi ke fasilitas produksi Tenova S.p.A. di Castellanza, Italia.
PEMERINTAH menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional 6%-8%, dan industri baja dinilai punya peran strategis sebagai fondasi pembangunan.
PT Pertamina International Shipping (PIS) berhasil mengapalkan muatan slab steel atau lembaran baja sebanyak 30.400 metrik ton dari Morowali menuju Cilegon.
PEMERINTAH perlu mengambil langkah konkret guna melindungi sektor strategis nasional.
Penasihat perdagangan Gedung Putih, Peter Navarro, mengonfirmasi pemerintahan AS membatalkan rencana untuk menggandakan tarif impor baja dan aluminium Kanada.
“Menurut Data KLHK (2023) sampah makanan sebesar 41,4% dari total sampah di Indonesia. Setiap orang menyumbang sampah makanan sebesar 115–184 kg per tahun,”
TERBITNYA Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 dinilai sebagai tonggak penting bagi Indonesia dalam membangun ekonomi hijau.
PT Mitra Kiara Indonesia (MKI), perusahaan terafiliasi Semen Indonesia Group (SIG), mengambil langkah penting menuju dekarbonisasi industri.
WMO laporkan kadar CO2 global capai rekor tertinggi pada 2024. Lonjakan emisi ini mempercepat pemanasan bumi dan ancam keseimbangan iklim dunia.
PT Astra Agro Lestari meraih Anugerah Ekonomi Hijau berkat dua inovasi strategis di industri kelapa sawit. Dua inovasi itu meliputi teknologi methane capture dan pupuk organik Astemic.
Fenomena Hujan Carnian atau Carnian Pluvial Episode (CPE) adalah sebuah peristiwa geologis yang terjadi sekitar 232 juta tahun lalu pada periode Trias Akhir
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved