Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
VICE Chairman Indonesian Iron and Steel Industry Association (IISIA), Kimin Tanoto, mengatakan, industri baja nasional harus mendukung pemerintah agar memenuhi Kesepakatan Paris (Paris Agreement) dalam mengurangi emisi karbon hingga nol persen pada 2060.
Demikian disampaikan Kimin, pada webinar Steel Decarbonization: Technologies & Costs yang digelar kantor berita Bloomberg.
“Kita perlu sadar dan melakukan aksi nyata untuk lingkungan. Kita perlu berubah dan bertanggung jawab terhadap kondisi lingkungan kita,” tegas Kimin dalam keterangan pers, Selasa (30/11).
Menurut Kimin, industri baja merupakan satu dari banyak industri yang harus diarahkan agar lebih ramah lingkungan dan mengusung prinsip-prinsip keberlanjutan. Pasalnya, teknologi yang digunakan terbilang usang dan tidak ramah lingkungan.
“Industri besi baja di Indonesia masih banyak menggunakan teknologi lama sehingga karbon emisi CO2 akan berdampak terhadap lingkungan. Kita harus mendukung komitmen Pemerintah yang tertuang dalam Nationally Determined Contribution (NDC),” tambah Kimin, yang juga Komisaris emiten baja PT Gunung Raja Paksi, Tbk.
Kimin mengingatkan, pada 22 Juli 2021, Indonesia mengajukan pembaruan NDC. Dalam pembaruan tersebut, Indonesia berkomitmen bahwa pada 2030 akan mengurangi emisi 29 persen tanpa syarat secara business-as-usual (BAU) serta pengurangan emisi 41 persen bersyarat di bawah BAU yang sama.
“Kita perlu sadar dan melakukan aksi nyata untuk lingkungan. Kita perlu berubah dan bertanggung jawab terhadap kondisi lingkungan kita,” kata Kimin.
Terkait itulah, Kimin berharap agar industri baja turut berkontribusi. Perusahaan baja nasional, imbuhnya, perlu bekerja sama dengan Pemerintah dalam menyusun peta jalan (roadmap) untuk low emisson carbon menuju 2030.
“Untuk itu, juga perlu masukan komprehensif dari semua pemangku jabatan sehingga roadmap yang kita sepakati dapat dilaksanakan dengan baik dan bertanggung jawab,” pungkas Kimin.
Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira, mengapresiasi komitmen IISIA untuk mengurangi emisi karbon. Menurut dia, upaya tersebut harus mendapat dukungan dari Pemerintah dan juga industri-industri lain.
“Komitmen ini harus didukung pemerintah, misal dengan memberikan insentif fiskal dan non-fiskal. Sehingga, apa yang dilakukan industri baja bisa menular ke industri lain untuk bersama-sama berkomitmen mengurangi emisi karbon,” kata Bhima.
Bhima menilai, komitmen kalangan industri baja akan meningkatkan daya saing. Sebab, upaya pengurangan emisi karbon, bisa membuat proses produksi, mulai dari hulu hingga hilir bisa lebih efisien.
“Upaya ini tentunya akan berdampak terhadap efisiensi biaya produksi sehingga produk yang dihasilkan semakin memiliki daya saing,” tutup Bhima. (RO/OL-09)
Penguatan proses pembelajaran teknik yang relevan dengan kebutuhan industri menjadi fokus utama ABB Motion melalui inisiatif ABB Motion Goes to Campus.
DI sektor petrokimia, pengelolaan air tidak hanya berfokus pada pemenuhan baku mutu lingkungan, tetapi juga menjadi faktor kunci dalam menjaga kontinuitas operasi industri.
Pemerintah menegaskan komitmen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Terdapat 1.236 perusahaan industri yang menyelesaikan tahap pembangunan pada 2025 dan siap mulai berproduksi untuk pertama kali pada 2026.
Hal itu disampaikan Indra dalam Talkshow Perburuhan Nasional bertema 'Babak Baru Ketenagakerjaan Indonesia' yang digelar di Kantor DPTP PKS, Jakarta, Jumat (30/1).
Yulina memimpin bisnis yang memiliki lebih dari 500 kantor perwakilan, 3.700 gerai, dan lebih dari 6.000 karyawan di seluruh Nusantara.
Kehidupan masyarakat pesisir di Karimunjawa mengalami perubahan karena dampak dari perubahan iklim yang terus menerus.
PERWAKILAN Perempuan Nelayan Sumatra Utara, Jumiati, mengungkapkan perubahan iklim membuat cuaca sulit diprediksi. Itu berdampak pada banyaknya nelayan di kampungnya kesulitan melaut.
Studi terbaru mengungkap tanaman tropis mengalami pergeseran waktu berbunga hingga 80 hari. Fenomena ini mengancam rantai makanan dan kelangsungan hidup hewan.
Peneliti terkejut menemukan Gletser Hektoria di Antartika kehilangan separuh wilayahnya dalam waktu singkat. Simak penyebab "gempa gletser" dan ancaman kenaikan permukaan laut.
Peneliti ETH Zurich temukan emisi gas rumah kaca dari danau hitam Kongo berasal dari gambut purba ribuan tahun.
Peneliti menemukan pola kadar garam (salinitas) di Pasifik Barat saat musim semi dapat memperkuat intensitas El Niño hingga 20%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved