Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH perlu mengambil langkah konkret guna melindungi sektor strategis nasional dari tekanan pasar global dampak tarif resiprokal Amerika Serikat terhadap ekspor Indonesia.
Ekonom dari lembaga riset Sigmaphi, Muhammad Nalar A Khair, menekankan pentingnya keberpihakan pemerintah terhadap industri pipa nasional, khususnya dalam sektor migas. Jangan sampai ada perusahaan yang melanggar UU pada tender pipa di sektor migas.
“Di saat seluruh dunia melakukan proteksi terhadap industri dalam negerinya, Indonesia justru memberi karpet merah untuk industri asing. Padahal dalam UU sudah jelas disebutkan bahwa produk dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) di atas 40% wajib diprioritaskan,” kata Nalar dalam keterangan, Sabtu (12/4)
Ia menambahkan, pemerintah perlu bertindak tegas terhadap perusahaan yang melanggar ketentuan perundang-undangan, terutama yang berkaitan dengan penggunaan produk dalam negeri. Pasalnya, tanpa penegakan hukum yang tegas, industri nasional sulit berkembang dan kehilangan daya saing di pasar domestik sendiri.
Sementara itu, Ketua The Indonesian Iron and Steel Industry Association (IISIA), Ismail Mandry menyebut Indonesia harus mengantisipasi potensi membanjirnya produk besi dan baja impor sebagai dampak dari kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump. Kebijakan tersebut diperkirakan akan mengalihkan arus distribusi barang, termasuk ke pasar Indonesia.
“Pemerintah harus memberi perhatian khusus terhadap risiko ini. Jika pelanggaran dalam tender pipa sektor migas dibiarkan, ini bisa menjadi preseden buruk dan mengancam eksistensi industri baja nasional,” ujar Ismail.
Di sisi lain, kondisi global saat ini justru bisa menjadi momentum bagi pemerintah Indonesia untuk menunjukkan keseriusan dalam melindungi industri nasional dan mewujudkan kemandirian ekonomi.
“Kalau pelanggaran dibiarkan, mustahil pengusaha akan berlomba-lomba berinvestasi di sektor industri. Indonesia tak akan pernah bangkit menjadi negara industri yang memiliki nilai tambah,” pungkas Ismail. (I-1)
Kolaborasi merupakan salah satu kunci utama penguatan industri baja nasional, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan baja dalam negeri.
MENTERI Perindustrian (Wamenperin) Republik Indonesia, Faisol Riza, melakukan kunjungan resmi ke fasilitas produksi Tenova S.p.A. di Castellanza, Italia.
PEMERINTAH menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional 6%-8%, dan industri baja dinilai punya peran strategis sebagai fondasi pembangunan.
PT Pertamina International Shipping (PIS) berhasil mengapalkan muatan slab steel atau lembaran baja sebanyak 30.400 metrik ton dari Morowali menuju Cilegon.
Penasihat perdagangan Gedung Putih, Peter Navarro, mengonfirmasi pemerintahan AS membatalkan rencana untuk menggandakan tarif impor baja dan aluminium Kanada.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved