Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Kemitraan Strategis Tingkatkan Kapasitas Produksi Baja Nasional

Rahmatul Fajri
10/12/2025 13:21
Kemitraan Strategis Tingkatkan Kapasitas Produksi Baja Nasional
Ilustrasi(Dok Istimewa)

PT Garuda Yamato Steel menjalin kemitraan strategis dengan SMS Group untuk mendukung penuh percepatan pembangunan infrastruktur nasional dengan kualitas unggul serta mengedepankan aspek industri baja yang keberlanjutan.

Hal itu dimulai dengan penandatanganan kedua belah pihak pada acara Signing Ceremony Marking GYS and SMS Group Partnership for the BP-1 Revamp Project, di Cikarang, Jawa Barat, Selasa (9/12/2025). Turut hadir mitra strategis seperti, pemerintah, distributor, kontraktor, dan fabrikator struktur.

President Direktur PT Garuda Yamato Steel Tony Taniwan menyampaikan kolaborasi itu merupakan salah satu kunci utama penguatan industri baja nasional, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan baja dalam negeri.

"Langkah strategis ini mencerminkan visi kami menjadi pionir dalam memajukan industri baja Indonesia sekaligus menegaskan komitmen kami dalam meningkatkan kapasitas produksi nasional,” jelas Tony.
Tony menerangkan kerja sama ini untuk mencapai proses produksi lebih efisien dan ramah lingkungan, sejalan dengan kebutuhan pasar dalam negeri yang terus berkembang terutama dari proyek-proyek infrastruktur pemerintah dan swasta.

“Dengan dukungan teknologi dari SMS Group, kami memperluas portofolio produk, variasi ukuran dan spesifikasi yang belum tersedia pada pasar domestik dengan kualitas tinggi dan daya saing lebih baik. Upaya ini untuk memperkuat pemenuhan kebutuhan industri baja dalam negeri serta mengurangi ketergantungan impor," paparnya.

Ia menerangkan keberadaan varian baru ini juga penting untuk mendukung proyek-proyek fabrikasi yang lebih kompleks dan kompetitif. Pada sisi lain, sinergi ini akan mendorong produksi baja ramah lingkungan (low carbon emission steel) yang mengadopsi teknologi modern guna mendukung dekarbonisasi sektor industri baja Indonesia dan menuju produksi lebih ramah lingkungan.

Tony mengemukakan penandatanganan kerja sama ini juga menjadi momentum strategis menegaskan inovasi menjadi keharusan untuk menciptakan nilai tambah bagi pelanggan dan lingkungan.

“Momen ini sekaligus memberikan informasi kepada publik mengenai arah ekspansi investasi kami termasuk peluang kemitraan dan kolaborasi yang lebih luas di masa mendatang,” jelas Tony.

Tony menyampaikan dengan dimulainya implementasi proyek Revamp BP-1 itu, pihaknya menargetkan peningkatan kapasitas produksi untuk menjaga stabilitas suplai, sekaligus memastikan Indonesia memiliki fondasi industri baja yang lebih kuat untuk menopang pembangunan nasional.

“Dengan modernisasi pabrik ini, maka peningkatan kapasitas beam plant meningkat dari semula 400.000MT/tahun, jadi 540.000MT/tahun. Sehingga total kapasitas produksi terpasang mulai dari hulu hingga hilir dapat mencapai 1 juta ton per tahun,” jelas Tony.

Proyek investasi ini, kata dia, akan dilakukan bertahap dan melibatkan sejumlah mitra lokal dan internasional, dengan target fasilitas baru tersebut sudah bisa beroperasi penuh pada akhir 2027.

Direktur Industri Logam Kementerian Perindustrian Dodiet Prasetyo mengatakan kolaborasi ini sejalan dengan agenda strategis pemerintah.
“Kami membutuhkan industri baja yang modern, adaptif dan berdaya saing tinggi. Kerja sama ini merupakan contoh nyata pelaku industri nasional menyelaraskan diri dengan agenda dekarbonisasi, percepatan pembangunan infrastruktur, dan peningkatan substitusi impor. Pemerintah menyambut baik inisiatif ini karena memberikan dampak langsung bagi pembangunan ekonomi nasional,” pungkasnya.(H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik