Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (17/2) diperkirakan bergerak mixed (variatif). Ini seiring Bank Indonesia menahan tingkat suku bunga acuannya.
IHSG dibuka menguat 3,83 poin atau 0,06% ke posisi 6.899,4. Kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 0,20 poin atau 0,02% ke posisi 953,6. "IHSG hari ini diprediksi bergerak mixed dalam range level 6.839 hingga 6.983," ujar Financial Expert Ajaib Sekuritas Ratih Mustikoningsih di Jakarta, Jumat.
Agenda Rapat Dewan Gubernur BI (RDG BI) Februari 2023 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Days Reverse Repo Rate (BI7DRRR) berada di level 5,75%. Tingkat suku bunga di level tersebut cukup memadai untuk memastikan inflasi inti tetap berada di target 3% year on year (yoy) plus minus 1% yoy pada semester I 2023.
Bank sentral tersebut juga menahan suku bunga deposit facility di level 5% dan suku bunga lending facility di level 6,5%. Dari eksternal, inflasi produsen Amerika Serikat (AS) tercatat 0,7% month to month (mtm) pada Januari 2023 atau lebih tinggi dari
ekspektasi konsensus yang sebesar 0,4% mtm.
Bursa AS ditutup melemah pada perdagangan tadi malam seiring respons pasar terhadap rilis inflasi produsen Negeri Paman Sam tersebut yang di atas perkiraan konsensus. Sementara itu, Bursa Eropa bergerak menguat pada perdagangan kemarin. Pasar merespons data-data ekonomi yang menunjukkan penguatan.
Dari Asia, Jepang mencatat neraca perdagangan yang defisit mencapai 3.497 triliun yen pada periode Januari 2023 atau lebih tinggi dibanding defisit pada periode tahun sebelumnya yang tercatat 1.451 triliun yen. Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain Indeks Nikkei turun 154,50 atau 0,56% ke 27.541,9, Indeks Hang Seng turun 50,70 poin atau 0,24% ke 20.936,9, Indeks Shanghai naik 9,38 poin atau 0,29% ke 3.258,4, dan Indeks Strait Times menguat 17,65 poin atau 0,53% ke 3.328,8. (Ant/OL-14)
Sejumlah ekonom memproyeksikan Bank Indonesia akan mempertahankan BI Rate di level 4,75% pada pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Januari 2026, Rabu (21/1) siang ini.
Sikap menahan suku bunga acuan (BI Rate) dinilai paling rasional di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
IHSG Bursa Efek Indonesia 8 Januari 2026 ditutup melemah. Analis Pasar Modal Indonesia Reydi Octa mengatakan IHSG kemungkinan sedikit terdampak suku bunga acuan dan inflasi
BI resmi mengganti Jibor dengan Indonia mulai 1 Januari 2026. Indonia berbasis transaksi riil (weighted average), menjamin transparansi pasar.
Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menyoroti pertumbuhan ekonomi yang berada di kisaran 5%.
Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 4,75%.
Memasuki awal 2026, lanskap ekonomi global menunjukkan tanda-tanda stabilisasi yang lebih nyata dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
IHSG hari ini 22 Januari 2026 dibuka menguat 0,46% ke level 9.052,17. Simak data pembukaan pasar, sentimen global Trump-Greenland, dan kurs Rupiah.
Bursa kembali memperketat pengawasan pasar. Pada perdagangan Rabu (21/1), sebanyak enam saham emiten resmi masuk daftar papan pemantauan khusus
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus terhenti sejenak pada pembukaan perdagangan Rabu, 21 Januari 2026.
IHSG hari ini 20 Januari 2026 cetak rekor baru di 9.169 sebelum berfluktuasi. Cek saham top gainers ZATA, ELIT & analisis dampak Rupiah Rp17.000.
PT OCBC Sekuritas Indonesia bersama PT Inovasi Finansial Teknologi resmi menjalin kemitraan strategis untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved