Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBAGAI salah satu BUMN terbesar di Indonesia dan juga merupakan agent of development, BRI terus memberikan kontribusinya untuk negara dan juga rakyat.
Wujud konkretnya ialah kontribusi yang ditorehkan BRI melalui kinerja keuangan yang cemerlang dalam rangka meningkatkan kontribusi ke penerimaan Negara dan pada akhirnya digunakan untuk program-program memajukan ekonomi Indonesia.
Oleh karenanya, pertumbuhan profitabilitas perseroan penting untuk keberlanjutan bisnis, karena sebagai BUMN yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh pemerintah, laba BRI juga akan disetorkan kembali ke negara (dalam bentuk Dividen dan Pajak) yang pada akhirnya kembali ke rakyat. Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Utama BRI Sunarso.
Sunarso mengatakan bahwa BRI terus berupaya meningkatkan kapabilitas bisnis agar mampu memberikan kontribusi yang optimal kepada rakyat.
Baca juga: BRI Resmi Luncurkan Program BFJ 2023
“Yang mau saya tekankan BRI adalah banknya rakyat. BRI berbisnis dengan rakyat dan diproses dengan caranya rakyat. Keuntungan BRI dikembalikan ke rakyat lewat pajak dan dividen," jelasnya.
"Sudah semestinya BRI adalah bank yang selalu didukung oleh rakyat. Semua prestasi yang dicapai tak lepas dari dukungan seluruh pihak dan seluruh rakyat,” tegas Sunarso.
Seperti diketahui dalam waktu dekat ini BRI akan mempublikasikan kinerja keuangan tahun 2022 yang diproyeksikan akan mencatatkan kinerja cemerlang.
Hal tersebut bercermin dari pencapaian hingga kuartal III-2022, bank yang dikenal sebagai first mover sustainable bank in Indonesia ini mampu membukukan laba Rp39,31 triliun atau tumbuh 106,14% year on year (yoy).
Pada periode yang sama, BRI juga memiliki total aset sebesar Rp1.684,60 triliun atau tumbuh 4% YoY,di mana aset tersebut juga diantaranya tersalurkan dalam bentuk pembiayaan untuk menumbuh kembangkan UMKM.
Dengan meningkatnya laba BRI juga akan mendukung beragam program Pemerintah melalui kontribusi dividen dan pajak.
Contohnya tahun 2021 laba BRI mencapai Rp 32,4 triliun dan dikembalikan kepada negara dalam bentuk dividen Rp 14,05 triliun, dan pajak Rp 12,5 triliun. Total kontribusi BRI kepada negara berdasarkan laba rugi tahun 2021mencapai Rp 26,5 triliun.
“Kontribusi BRI kepada pemerintah tersebut kemudian dikelola masuk APBN dan kemudian kembali lagi menjadi berbagai program ke masyarakat, dan kembali kepada rakyat. Oleh karena itu, BRI harus terus di-support oleh seluruh pihak," tambah Sunarso
BRI juga berkomitmen menciptakan sumber pertumbuhan bisnis baru yang berkelanjutan. Sehingga, BRI mampu meningkatkan kontribusi terhadap rakyat dan negara.
“BRI terus melakukan transformasi yang berkelanjutan untuk mempertahankan kinerja yang prominen, agar dapat terus tumbuh secara sehat dan makin tangguh," tambahnya. (RO/OL-09)
PT Bank Negara Indonesia (BNI) dinilai berada pada posisi yang lebih siap memasuki 2026 dibandingkan bank-bank besar lainnya.
Menurut Pramono, pencatatan saham Bank Jakarta di BEI tidak hanya akan meningkatkan kepercayaan publik, tetapi juga mendorong profesionalisme perusahaan.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah menarik dana pemerintah sebesar Rp75 triliun dari total penempatan Rp276 triliun Saldo Anggaran Lebih (SAL) di sistem perbankan.
MANTAN Kepala PPATK Yunus Husein menilai pemajangan uang tunai hasil rampasan kasus korupsi dan sitaan negara oleh aparat penegak hukum tidak diperlukan dan cenderung tidak efisien.
PERUBAHAN status Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi persero dinilai memperkuat posisi bank tersebut, terutama dari sisi kredibilitas dan persepsi keamanan.
Bank Indonesia (BI) menyebut penurunan suku bunga kredit perbankan cenderung lebih lambat. Karena itu, BI memandang penurunan suku bunga kredit perbankan perlu terus didorong.
KOLABORASI lintas BUMN dan pemangku kepentingan menjadi kunci dalam mempercepat pemulihan masyarakat pascabencana banjir yang melanda Aceh.
Dia mengatakan industri pertahanan dalam negeri, misalnya PT Pindad, saat ini mampu memproduksi peluru-peluru kaliber kecil misalnya yang berukuran 5,56 mm dan 7,62 mm.
Pemerintah bersiap melakukan intervensi strategis di sektor tekstil nasional menyusul kolapsnya PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), salah satu pemain terbesar industri tekstil.
CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani mengungkapkan pemerintah tengah mengkaji pembentukan badan usaha milik negara (BUMN) di sektor tekstil.
ANGGOTA Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai NasDem Asep Wahyuwijaya menilai, inisiatif pemerintah untuk mendirikan BUMN tekstil merupakan langkah yang tepat dan strategis.
Kritik Prabowo itu khususnya ditujukan pada direksi dan komisaris perusahaan pelat merah yang mencatatkan kerugian namun tetap meminta tantiem atau bonus.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved