Kamis 29 Desember 2022, 15:55 WIB

Tarif PPN Baru Tambah Penerimaan Negara hingga Rp56 Triliun

M Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
Tarif PPN Baru Tambah Penerimaan Negara hingga Rp56 Triliun

medcom
ilustrasi penerimaan negara

 

KEMENTERIAN Keuangan mencatat tambahan pendapatan negara sebesar Rp56 triliun pascakenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 11% sejak April 2022. Itu mendekati hitungan pemerintah yang memperkirakan adanya tambahan sekitar Rp60 triliun dari PPN dengan tarif baru.

"Sekarang (9 bulan berjalan) sudah terkumpul Rp56 triliun, artinya memang kurang lebih sudah sesuai dengan perkiraan kita," ujar Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Kepatuhan Pajak Yon Arsal dalam siniar Ditjen Pajak bertajuk Kilas Balik 2022, Kamis (29/12).

Naiknya tarif PPN tersebut merupakan amanat dari Undang-Undang 7/2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP). Dalam UU tersebut kenaikan tarif PPN dilakukan secara bertahap yakni menjadi 11% mulai 2022 dan naik menjadi 12%, paling lambat mulai 1 Januari 2025.

Yon mengatakan kenaikan tarif PPN di tahun ini telah melewati berbagai pertimbangan matang. Salah satu yang utama adanya dorongan untuk melakukan konsolidasi fiskal secara mulus. Itu pula yang menjadi dasar kenaikan dilakukan bertahap.

Baca juga: PPN Kendaraan Bermotor Bekas Disederhanakan

Selain itu, rendahnya tarif PPN di Indonesia dibanding negara-negara lain juga menjadi dasar pertimbangan penaikan dilakukan.

"PPN kita relatif di bawah, negara-negara lain itu rerata 15%, kita tidak demikian. Makanya kita naikkan dari 10% ke 12%, itu pun secara bertahap," tutur Yon.

Keputusan penaikan juga diperkuat oleh kajian yang menunjukkan dampak minim tarif PPN terhadap tingkat inflasi. Berdasarkan kajian yang dilakukan Ditjen Pajak dan Badan Fiskal Kementerian Keuangan, dampak kenaikan tarif PPN terhadap inflasi hanya berkisar 0,4%.

"Jadi kita melihat itu cukup manageable. Dampaknya ke inflasi pasti ada, tapi manageable. Kalau kita lihat juga basket komponen pembentuk inflasi itu 40%-nya adalah bukan Barang Kena Pajak (BKP). Jadi relatif minim dampaknya," tukas Yon.(OL-5)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

Presiden: Tetap Waspada Meski Tekanan Ekonomi Global Mereda

👤Mediaindonesia 🕔Rabu 01 Februari 2023, 13:49 WIB
Proyeksi pertumbuhan ekonomi global 2023 meningkat jadi 2,9 persen, dari proyeksi pada Oktober 2022 yang hanya 2,7...
ANTARA FOTO/Sigid K

Alasan Setop Ekspor Bauksit Mentah, Untuk dapat Nilai Tambah 194 Kali

👤Andhika Prasetyo 🕔Rabu 01 Februari 2023, 13:46 WIB
Pelaku usaha bisa memperoleh nilai tambah sampai 194 kali lipat jika menjual panel surya ketimbang hanya bauksit...
Antara

Perluas Layanan, Pos Indonesia Tambah 37 Kantor Cabang Pembantu

👤Ficky Ramadhan 🕔Rabu 01 Februari 2023, 13:45 WIB
PT Pos Indonesia (Persero) menambah 37 kantor Layanan Pos Universal (LPU) baru untuk memperluas jangkauan layanan, serta untuk memudahkan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya