Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan penanganan darurat Jembatan Cipamuruyan Lama di Desa Cipamuruyan, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, sepanjang 11 meter yang mengalami kerusakan pada pasangan batu dan trotoar jembatan sisi kiri-barat amblas. Kerusakan jembatan diakibatkan curah hujan yang cukup tinggi pada hari tersebut.
Penanganan darurat dilakukan Kementerian PUPR melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Barat. Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta-Jawa Barat Wilan Oktavian mengatakan trotoar Jembatan Cipamuruyan Lama yang mengalami amblas adalah bangunan yang terpisah dari struktur jembatan.
"Setelah dilaksanakan identifikasi kerusakan struktur jembatan lama di luar lokasi yang amblas masih aman, tidak ada retak, pergeseran atau penurunan,” kata Wilan dalam keterangan resmi, Rabu (15/12).
Wilan menjelaskan untuk upaya penanganan darurat, dilaksanakan koordinasi dengan Dishub Sukabumi, Satlantas Sukabumi, PDAM dan PLN, yang dilanjutkan dengan pemasangan rambu, pagar pengaman dan lampu pipa.
"Walau demikian, lalu lintas dari Sukabumi menuju Ciawi tetap fungsional melewati jembatan yang terletak di Ruas Cibadak-Benda km. 112+730 ini," ucapnya.
Baca juga: Warga Kebumen Terpaksa Lewati Jembatan Kayu Bambu yang Rusak
Lalu-lintas di area Jembatan Cipamuruyan untuk sementara berlaku sistem buka tutup untuk kendaraan roda empat dan 2 arah untuk kendaraan roda dua. Hal ini dilaksanakan untuk menjamin agar aktivitas masyarakat dapat tetap berjalan dengan aman.
Wilan menyatakan, pekerjaan yang dikerjakan untuk penanganan lanjutan sampai fungsional sebagai Jalur Natal dan Tahun Baru (Nataru) antara lain menyiapkan material steel sheet pile dengan panjang 12 meter, pemasangan sheet pile pada tanggal 14-15 Desember 2022, pengisian celah sheetpile - perkerasan dengan sandbag dan penggeseran pagar menjadi 0,5 meter dari tepi perkerasan.
"Sehingga bisa tersedia lebar perkerasan aman 6,5 meter dan bisa dibuka dua arah untuk kendaraan roda dua maupun roda empat," tutur Wilan.
Seluruh pekerjaan penanganan lanjutan tersebut menurutnya ditargetkan rampung pada tanggal 15-16 Desember 2022, sehingga jalur Sukabumi menuju Ciawi siap digunakan dua arah dalam mendukung libur Natal dan Tahun Baru.(OL-5)
Bangunan rumah yang dulu jadi tempat, berlindung, kini hanya menyisakan kenangan dan puing-puing.
Masyarakat bisa menghubungi layanan call center atau komunikasi khusus pada nomor 085775211755. Operator nomor tersebut nanti akan memandu masyarakat yang memerlukan bantuan.
Wakaf yang dikelola secara profesional dan produktif akan memberikan dampak jangka panjang.
KELURAHAN Cisarua di Kecamatan Cikole Kota Sukabumi, Jawa Barat, merupakan salah satu wilayah rawan bencana hidrometeorologi.
Petugas BPBD Kota Sukabumi bersama unsur Forkopimcam setempat langsung mendatangi lokasi. Mereka melakukan evakuasi dan pengamanan area sekaligus asesmen.
Arus deras aliran sungai mengakibatkan bendungan tergerus hingga akhirnya jebol. Luapan air merendam puluhan hektare lahan sawah di Sukabumi.
SEORANG warga Gayo Lues bernama Ermayadi, 40, meninggal dunia karena jatuh ke jurang saat melewati jalan ambles di jalur Blang Kejeren-Pining, Selasa (23/12)
HAMPIR lima tahun konstruksi jembatan penghubung Desa Sukamahi Kecamatan Cijati dengan Desa Neglasari Kecamatan Kadupandak Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, rusak akibat banjir bandang.
Warga menyeberangi Jembatan Bontotallasa yang ambruk di Dusun Pakere, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros.
Rusaknya tiga jembatan di Kecamatan Simpenan terjadi saat cuaca ekstrem pada Minggu (13/4) sekitar pukul 21.30 WIB. Meluapnya air di aliran sungai menggerus konstruksi jembatan.
Rusaknya jembatan yang berada di atas aliran Sungai Cikaso itu terjadi saat bencana hidrometeorologi pada Desember 2024.
Kondisi Jembatan Cidadap belum sepenuhnya normal. Artinya, jembatan tersebut belum bisa dilintasi semua jenis kendaraan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved