Jumat 25 November 2022, 13:37 WIB

Tahan Bencana, Jembatan Kretek 2 Diapresiasi Insinyur Lintas Negara

mediaindonesia.com | Ekonomi
 

SETELAH melakukan Seminar Internasional Climate Change, Resilience, and Disaster Management For Roads selama dua hari, pada 22-23 November 2022, para pembicara dan peserta seminar akhirnya melakukan technical visit ke Jembatan Kretek 2 di Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis pagi (24/11). 

Sehari sebelum dilakukan technical visit, Direktur Jenderal Bina Marga, Hedy Rahadian mengatakan Jembatan Kretek 2 dipilih karena dibangun di atas tanah yang memiliki resiko kegempaan cukup tinggi.

Maka sejak awal, jembatan ini dirancang dengan fitur-fitur anti gempa. 

“Ini adalah kasus yang menarik dan sesuai dengan tema seminar yang bisa kita sampaikan kepada peserta,” jelas Hedy.

Tiba di lokasi jembatan yang tidak jauh dari gerbang masuk Kawasan wisata Pantai Parang Tritis, rombongan langsung diarahkan menuju muster area di area edu park Jembatan Kretek 2.

Baca juga: PUPR Pastikan Kelanjutan Proyek Infrastuktur

Setelah diberikan alat pengaman diri (APD) berupa rompi dan hard hat, petugas K3 dari kontraktor pelaksana WIKA-HK JO memberikan arahan safety induction yang bertujuan memberikan informasi evakuasi jika terjadi bencana seperti kebakaran, gempa bumi, hingga tsunami.

Setelah persiapan selesai, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Jembatan Kretek 2, Julian Situmorang mulai menjelaskan fitur mitigasi bencana yang ada pada Jembatan Kretek 2 ini.

Dia memulai penjelasan dengan bagaimana mendeteksi dan mengidentifikasi jalur Sesar Opak, penggunaan lead rubber bearing, penggantian tanah berpotensi likuifaksi serta penggunaan pancang khusus, monitoring kesehatan struktur jembatan berupa accelerometer, jointmeter, DAU-test controller, creepmeter, dan seismometer

Sekira 20 delegasi dari Jepang, Amerika Serikat, Korea Selatan, Australia, Thailand, Inggris, Malaysia tampak antusias mendengarkan informasi yang diberikan. Tidak jarang diantara mereka melakukan diskusi kecil mengenai informasi yang baru diperdengarkan. 

Salah satu peserta technical visit asal Jepang, Yukio Adachi mengapresiasi Jembatan Kretek 2 yang adaptif terhadap perubahan iklim dan bencana.

“Saya pikir jembatan ini sudah dibangun dengan sangat baik sesuai dengan kondisi yang ada di area sekitar sini. Jembatan sudah adaptif dengan potensi bahaya dari sesar,” sebutnya. 

Di lain pihak, peserta dari Australia, Caroline Evans tertarik dengan tipe perkerasan jalan Jembatan Kretek 2. Ia hendak mengetahui strategi adaptif menghadapi curah hujan Indonesia yang cukup tinggi.

“Saya ingin tahu, apa langkah adaptif untuk perkerasan jalan saat menghadapi hujan lebat dan berkepanjangan,” tanya Caroline. 

Yukio telah berpengalaman selama 30 tahun di earthquake engineering, bridge engineering, dan asset & maintenance engineering. Ia adalah Chair of PIARC Technical Committee 1.5 Disaster Management.

Sementara itu, Caroline adalah chair PIARC Technical Committee 1.4 Climate Change and Resilience of Road Networks serta Co-Chair REAAA Climate Change, Resilience and Disaster Management Working Committee, Australia. 

Selain aspek teknis, jembatan ini dilengkapi dengan edupark yang merangkap sebagai ruang terbuka hijau.  

Edupark ini ditanami berbagai jenis semak-semakan, pohon hias, hingga pohon kayu yang memiliki fungsi tambahan.

Fungsi tersebut di antaranya, asam Jawa mampu menyerap karbon dioksida lebih bagus dan mengurangi polusi suara, Bougenville mampu meingkatkan kualitas udara dan air.

Selesai meninjau kawasan edupark dan bangunan bawah jembatan. Rombongan berpindah ke struktur atas jembatan untuk melihat sisi seni, expansion joint, serta perkerasan ruas  jalan jembatan.

Seperti diketahui, beutifikasi Jembatan Kretek 2 bertemakan pertanian dengan filosofi Jawa "Laku Urip Kang Utama" atau "Luku". “Luku ini distilisasi lewat art piece vertikal di atas jembatan,” terang Julian. 

Turut hadir dalam technical visit, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah – Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Wida Nurfaida.

Dia mengatakan kunjungan ini diharapkan mampu memberi gambaran bagaimana pihaknya merancang dan membangun infrastruktur tangguh bencana sekaligus estetik.  

“Masyarakat DIY dan sekitarnya sudah banyak tahu jembatan ini, maka ini baik untuk bertukar informasi ke praktisi teknik sipil dari luar maupun dalam negeri,” tutupnya. (Ian/OL-09) 


 

Baca Juga

Dok.Ist

Biaya MedisTerus Meningkat, BCA Life Luncurkan BCA Life Perlindungan Kesehatan Ultima

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 07 Desember 2022, 22:05 WIB
Peningkatan biaya medis mencapai 3,5% pada tahun 2020 dan 8,8% pada tahun 2021. Diperkirakan pada tahun 2022 biaya medis akan kembali...
Ist

Sambut Akhir Tahun, PNM Gelar Innovation Festival 2022 

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 07 Desember 2022, 21:41 WIB
I-Fest 2022 hadir untuk memberikan tantangan bagi insan PNM yang  memiliki ide dan dapat menawarkan inovasi sesuai portofolio bisnis...
MI/Palce Amalo

Nataru, Penumpang Kapal Penyeberangan Diprediksi Tembus 2 Juta Orang

👤 Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 07 Desember 2022, 21:18 WIB
Jumlah tersebut rata-rata naik sebesar 7% dibandingkan dari realisasi Nataru 2021 yang sebesar 1.873.379...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya