Selasa 15 November 2022, 07:36 WIB

Pengamat Ekonomi Menilai KTT G20 Puncak Momentum Pemulihan Ekonomi Global

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Pengamat Ekonomi Menilai KTT G20 Puncak Momentum Pemulihan Ekonomi Global

ANTARA FOTO/Media Center G20 Indonesia/Sigid Kurniawan
Presiden Joko Widodo (kiri) bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo tiba di lokasi KTT G20 Indonesia, Nusa Dua, Bali, Selasa (15/11).

 

Pengamat ekonomi Universitas Jember Adhitya Wardhono mengatakan kegiatan KTT G20  di Nusa Dua Bali pada 15-16 November 2022 merupakan puncak momentum pemulihan ekonomi global.

"Dengan mengusung tema 'Recover Together, Recover Stronger', kegiatan itu mempunyai dampak signifikan bagi Indonesia, khusus terhadap perekonomian global dan domestik ke depan," katanya di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Selasa.

Di KTT G20, lanjut dia, ada banyak kepala negara yang hadir dan negara-negara dengan ekonomi terbesar di dunia, artinya negara-negara tersebut adalah negara yang paling berpengaruh di dunia pada saat ini.

"Jadi melalui presidensi itu tentunya Indonesia berkesempatan untuk mengelola dan juga berkontribusi pada arah strategi dan kebijakan ekonomi global, terutama di tengah kondisi yang penuh ketidakpastian (perang dagang, gangguan rantai pasok, inflasi dan pengetatan moneter)," tuturnya.

Menurut dia, eksistensi atas kondisi ekonomi yang stabil dan iklim ekonomi yang kondusif serta potensi ekonomi yang ditawarkan oleh Indonesia akan memberikan kepercayaan lebih bagi pelaku ekonomi global.

"Yang diharapkan adalah dorongan besar pada capital inflow ke Indonesia. Dampak lainnya dari kepercayaan yang ditimbulkan adalah kuatnya indikator makroekonomi Indonesia seperti nilai tukar rupiah yang harus diupayakan bersamaan dengan pemulihan ekonomi," kata dosen yang juga peneliti ekonomi Unej itu.

Dari sisi domestik, lanjutnya, rangkaian acara G20 berdampak pada berbagai sektor ekonomi, salah satunya sektor pariwisata karena kelamnya sektor pariwisata akibat COVID-19 seakan diberikan angin segar dengan adanya KTT G20 di Bali.

"Tak dipungkiri, itu kesempatan emas mengenalkan potensi wisata domestik lainnya dengan lebih lugas. Terlebih, Indonesia juga dikenal sebagai salah satu poros wisata dunia yang memukau," ujarnya.

Menurut dia, hal itu menjadi keniscayaan dampak panjang dari G20 adalah tumbuh pesatnya sektor pariwisata nasional yang juga akan menjadi bahan bakar perekonomian nasional ke depan.

"Secara agregat, perhelatan G20 di Indonesia memiliki dampak pada pergerakan pertumbuhan ekonomi nasional. Dampak yang kelihatan saja PDB kita dua kuartal ini tumbuh impresif," ucap pakar moneter itu.

Adhitya menjelaskan pertumbuhan ekonomi pada kuartal II tercatat 5,44 persen dan kuartal III tumbuh 5,72 persen, sehingga sinyal itu menjadi cerah dan menjanjikan dengan tetap tumbuh di atas 5 persen di tengah goyahnya ekonomi global. (Ant/OL-12)

Baca Juga

Dok. Ganda Land

Ganda Land Gandeng Ascott Operasikan Oakwood Hotel & Apartment di Bali

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 08 Desember 2022, 23:30 WIB
Portofolio itu bertajuk Oakwood Hotel & Apartment Benoa Bali yang merupakan sebuah pengembangan privat premium residen resor pertama...
HO

Tingkatkan Literasi Keuangan Syariah, BSI Luncurkan Program Muda Berbagi

👤Widhoroso 🕔Kamis 08 Desember 2022, 22:58 WIB
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) berkolaborasi dengan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), BSI Maslahat, dan Rabu Hijrah meluncurkan...
DOK INPP

Menumbuhkan Properti, Membangun Negeri 

👤Gana Buana 🕔Kamis 08 Desember 2022, 22:49 WIB
INPP memiliki perjalanan panjang sebagai perusahaan yang bergerak di bidang properti untuk terus membangun...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya