Jumat 04 November 2022, 09:36 WIB

Luncurkan Platform OGWE, B20 Woman In Bussiness Action Targetkan Capai Potensi US$28 T PDB Global

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Luncurkan Platform OGWE, B20 Woman In Bussiness Action Targetkan Capai Potensi US$28 T PDB Global

Dok. B20 Woamn In Bussiness Action
Peluncuran paltform OGWE oleh B20 Woman In Bussiness Action

 

MEMILIKI jejaring merupakan faktor penting untuk pertumbuhan bisnis, tetapi laporan data menunjukkan bahwa pengusaha perempuan di Asia Tenggara memiliki kesempatan 7% lebih sedikit daripada pria untuk mengakses jaringan penting bagi kemajuan bisnis mereka (Data oleh: Spf.org). 

Data yang diberikan oleh B20 Women in Business Action Council (B20 WIBAC) juga menunjukkan bahwa perempuan jauh lebih sulit untuk mendapatkan pendanaan, akses ke keterampilan digital, dan kurangnya peluang kerja dibandingkan dengan rekan laki-laki mereka.

Meraih kesetaraan gender dalam ekonomi global diproyeksikan dapat meningkatkan PDB global sebesar US$28 triliun pada 2025. Untuk mencapai tujuan ini, Chair of B20 Indonesia & CEO Sintesa Group Shinta Kamdani mengatakan, diperlukan kolaborasi erat dari seluruh elemen mulai dari pemerintah, sesama pelaku industri, LSM, investor, filantropi, service providers, dan seluruh masyarakat.

"Hal itu untuk menjembatani berbagai kesenjangan kesetaraan partisipasi gender dalam perekonomian dunia melalui platform One Global Women Empowerment (OGWE)," ujarnya. 

Baca juga : Jelang KTT G20, Transaksi Valas Naik hingga 40%

B20 WiBAC meluncurkan platform OGWE pada Agustus 2022 di forum Dialog G20-B20 dengan tema Advancing Women in the Global Economy through the One Global Women Empowerment (OGWE) yang dihadiri oleh peserta secara langsung dan daring dari seluruh negara-negara yang tergabung pada Presidensi G20, termasuk pejabat tinggi pemerintah, pemimpin bisnis, CSO, filantropis, platform perempuan, serta pemangku kepentingan terkait termasuk Airlangga Hartarto (Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia), I Gusti Bintang Ayu Puspayoga (Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak), H.E Smriti Irani (Minister for Women and Child Development, Government of India), Baroness Deborah Stedman-Scott (Former Minister for Women, Government of UK), Nadia Burger (Ambassador, designate of Canada to Indonesia & Timor Leste), Nicholle Manz-Baazoui (Director of Women’s Economic Empowerment, US Department of State), dan lainnya.

“Platform ini dirancang untuk mempertemukan pihak yang membutuhkan dan yang dapat memberikan bantuan dalam hal pemberdayaan perempuan pekerja dan pengusaha di mana pun berada. Diharapkan bahwa keberadaan OGWE dapat mendorong percepatan keterlibatan perempuan yang akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi global,” ujar Ira Noviarti, Chair of B20 WiBAC & Presiden Direktur Unilever Indonesia.

Pada peresmian cetak biru OGWE, 25 perusahaan dan organisasi di seluruh dunia, seperti BMO Financial Group, Unilever, dan Tokopedia telah menyatakan komitmen mereka untuk berpartisipasi dan berkontribusi bagi kemajuan perempuan dalam bisnis melalui 5 tujuan utama OGWE:

  • Digital Capability, yang memberikan serta mendekatkan pelaku usaha perempuan kepada akses digital
  • Knowledge Sharing, di mana para pelaku usaha dapat saling mengembangkan jaringan bisnis perempuan secara global untuk menstimulasi knowledge-sharing dan investasi lintas batas untuk bisnis yang dijalankan perempuan
  • Funding & Investment, identifikasi dan pembentukan ekosistem kritikal yang dapat memberikan akses pada pendanaan serta investasi bagi pengembangan bisnis-bisnis yang dipimpin perempuan
  • Technical Support, di mana para pelaku usaha bisa mendapatkan bantuan hukum, serta berbagai bantuan teknis kewirausahaan lainnya.
  • Supportive Policy, melalui ​​kebijakan, strategi dan pendekatan sistematis yang dibentuk untuk mendorong keterlibatan perempuan yang setara dalam dunia bisnis.

Pada implementasinya, OGWE akan dijalankan oleh sebuah sekretariat yang juga berbasis teknologi dalam menyediakan layanan yang disebut, 5C - Crowdsource, Crowdfund, Curate, Clarify, dan Communication - kepada semua pemangku kepentingan yang terlibat.

Smriti Irani, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak India di B20-G20 Dialogue Women in Business Action Council mengatakan tantangan yang dihadapi perempuan begitu banyak, sementara waktu yang tersedia untuk mencari solusi begitu sedikit, waktu untuk mewujudkan solusi-solusi tersebut lebih sedikit lagi. 

"Namun hari ini kita dipertemukan dengan begitu banyak suara yang membawa potensi perempuan sebagai inti dari diskusi pada kegiatan hari ini," katanya. 

B20 WiBAC berharap inisiatif yang tersedia dapat diterapkan dengan baik, termasuk meningkatkan kemampuan perempuan dalam berbisnis, memperluas jaringan mereka guna mendukung kolaborasi antar beragam industri yang berbeda, meningkatkan kolaborasi dan mengurangi waktu yang diperlukan untuk mendapatkan informasi.

Ira menjelaskan, melalui OGWE, B20 WiBAC berupaya untuk mendorong lebih banyak perempuan dalam memimpin, berpartisipasi, serta memiliki akses pada peluang bisnis dan ekonomi yang lebih baik, peningkatan kemampuan wirausaha, serta peningkatan kemampuan digital yang mumpuni. 

"Kami mengajak seluruh elemen mulai dari pelaku usaha dan seluruh pemangku kepentingan lainnya untuk turut berkolaborasi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di dalam negeri maupun pada skala global melalui perempuan. Semakin baik kolaborasi lintas stakeholder ini, semakin baik pula hasil dari upaya kita dalam menjembatani berbagai kesenjangan menuju kesetaraan partisipasi gender dalam perekonomian dunia,” tutup Ira. (RO/OL-7) 

Baca Juga

 MI/Widjajadi

Holding Danareksa juga Urus Aset Kripto dan Perdagangan Karbon

👤Widjajadi 🕔Rabu 30 November 2022, 16:46 WIB
PT Danareksa (Persero) sejak Juli 2022 resmi menjadi BUMN Holding yang terdiri atas 15 entitas anak dan asosiasi yang terbagi dalam 5...
Antara

Pesan Presiden ke Menteri Investasi: Perbaiki Kecepatan OSS

👤Andhika Prasetyo 🕔Rabu 30 November 2022, 16:40 WIB
Menurut Kepala Negara, dirinya kerap menerima laporan bahwa pelayanan dalam platform OSS tidak secepat yang...
DOK MI.

Aturan Permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang terhadap Perusahaan Efek

👤Despian Nurhidayat 🕔Rabu 30 November 2022, 16:11 WIB
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkomitmen menciptakan industri pasar modal yang teratur, wajar, transparan, dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya