Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) sebagai langkah strategis untuk meningkatkan partisipasi politik dan menjamin kesetaraan gender dalam proses pemilu mendatang. Penandatanganan ini dilaksanakan di Kantor KPU Pusat, hari ini.
Ketua KPU, Mochammad Afifuddin, menjelaskan bahwa sinergi ini penting untuk mendorong partisipasi perempuan dalam politik yang lebih baik. Selain itu, kolaborasi ini juga ditujukan untuk mengantisipasi dan mencegah kekerasan yang mungkin terjadi di lingkungan kerja pemilu, khususnya terhadap perempuan.
"KPU ingin bersinergi dengan banyak pihak, termasuk dengan Kementerian PPPA untuk mendorong partisipasi perempuan dalam politik ini semakin baik. Yang kedua, kita juga bekerja sama untuk mengantisipasi bagaimana hal-hal yang tidak kita inginkan, kekerasan di lingkungan kerja terhadap perempuan dan lain-lain itu bisa kita antisipasi," ujar Afifuddin.
Menteri PPPA Arifah Fauzi, menyambut baik kerja sama ini. Ia menegaskan bahwa sinergi kedua lembaga akan fokus pada sejumlah isu, terutama kesetaraan gender dan peningkatan partisipasi perempuan, meski Pemilu 2029 masih terhitung lama.
"Kedepan kita bersinergi, satu, dalam pengaruh kesetaraan gender. Kemudian yang kedua adalah peningkatan partisipasi perempuan dalam pemilu yang akan datang di 2029," kata Arifah.
Selain peningkatan partisipasi, kolaborasi ini juga akan berfokus pada pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dalam proses pemilu, pertukaran dan pemanfaatan data terpilah yang dimiliki KPU dan Kementerian PPPA, dan keamanan bagi perempuan dan anak-anak selama proses pemilu.
Arifah mengakui bahwa Pemilu 2024 telah mencatat keberhasilan, dengan angka keterwakilan perempuan di DPR RI mencapai 22% yang merupakan angka tertinggi yang pernah dicapai dan keterwakilan di DPD RI melampaui 30%, yakni di angka 36%.
Namun demikian, ia menekankan bahwa perjuangan masih panjang. "Kita masih punya PR (Pekerjaan Rumah) panjang. Mudah-mudahan pemilu yang akan datang lebih berperspektif gender, dan juga bisa mewujudkan kesetaraan gender," pungkasnya. (P-1)
KETUA Umum Korps HMI-Wati (Kohati) PB HMI, Sri Meisista, menyoroti isu kesetaraan gender dalam organisasi hijau-hitam tersebut.
Rekor keterwakilan perempuan di parlemen Jepang memicu krisis fasilitas. PM Sanae Takaichi bersama 60 legislator ajukan petisi penambahan toilet perempuan.
Battle of the Sexes berlangsung cair dan penuh selingan hiburan.
Ketua KPU RI Mochammad Afifuddin menjelaskan bahwa sinergi ini penting untuk mendorong partisipasi perempuan dalam politik yang lebih baik.
UN Women menilai Polri menunjukkan kemajuan signifikan dalam mendorong budaya institusi yang lebih inklusif dan responsif terhadap perempuan serta kelompok rentan.
Thailand menggelar pemilu dini tanpa pemenang mutlak. Perebutan kursi perdana menteri dipastikan bergantung pada strategi koalisi partai-partai besar.
Keberhasilan Partai Gerindra dan Prabowo Subianto saat ini merupakan akumulasi dari kedisiplinan organisasi dan kesediaan untuk melewati proses panjang yang tidak instan.
ANGGOTA Komisi II DPR RI Romy Soekarno, menegaskan bahwa sistem pemilu di era modern harus dipandang sebagai infrastruktur digital strategis negara.
Ia juga mengkritik wacana penghapusan pilkada langsung yang kembali mencuat dengan dalih efisiensi anggaran.
POLITIK uang atau money politics di Indonesia telah menjadi masalah sistemis yang merusak kualitas demokrasi dan mengancam integritas pemilu.
Berdasarkan data komparatif internasional, sistem campuran justru berisiko menimbulkan ketimpangan antara perolehan suara dan kursi di parlemen.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved