Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
HOTEL operator dan manajemen berkonsep Lifestyle Hospitality, Liberta Hotel International (LHI) mengumumkan penandatanganan kesepakatan awal dengan PINA Pembiayaan Kreatif (PINA).
Penandatanganan Letter of Intent (LoI) dilakukan oleh Niken Prawesti selaku CEO LHI, Gilang Ramadhitya selaku Partner PINA, dan disaksikan oleh Menteri Pariwisata & Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno.
Niken Prawesti selaku CEO Liberta Hotel International (LHI) menyatakan kolaborasi sinergis antara kedua pihak ini menjadi langkah signifikan bagi perkembangan sektor pariwisata di Indonesia, khususnya di industri perhotelan.
Baca juga : Okupansi Hotel Anjlok 80% Setelah Kebakaran di Bukit Teletubbies Bromo
“Tentunya kerjasama ini selaras dengan komitmen LHI sebagai penggagas konsep Lifestyle Hospitality yang terus berupaya menghadirkan pilihan akomodasi dan lifestyle sanctuary terbaik dan inklusif bagi setiap lapisan masyarakat,” ungkapnya dalam keterangan pers, Sabtu (8/18).
Gilang Ramadhitya selaku Partner PINA mengungkapkan bahwa tujuan LoI)dengan estimasi nilai investasi hingga USD 45 juta ini dilakukan untuk mendorong investasi berbasis hospitality dan pariwisata masuk ke Indonesia.
“PINA memiliki basis investor yang cukup extensive di bidang pariwisata. Kami juga optimis dengan pariwisata Indonesia mengingat dukungan yang begitu kuat sebagaimana LoI saat ini turut disaksikan oleh Menparekraf, Bapak Sandiaga Salahudin Uno. Di mana kolaborasi yang baik antara pemerintah, pelaku usaha dan swasta/investor akan membangun ekosistem yang baik dan berkelanjutan,” tambah Gilang
Baca juga : Sandiaga Uno: Okupansi Hotel Meningkat Dua Kali Lipat di Sorong
Dalam kesempatan yang sama, turut hadir Menteri Pariwisata & Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno yang memberikan dukungannya kepada LHI dan PINA untuk bersama-sama memajukan industri pariwisata di Indonesia.
“Saya sangat kagum LHI didirikan sesaat sebelum pandemi karena itu merupakan masa yang sangat sulit bagi industri hospitality. Namun kenyataannya LHI masih survive me-manage 16 properti yang membuktikan bahwa LHI bukan kaleng-kaleng," jelas Sandigaa.
Seperti yang kita ketahui juga, PINA lahir dari rahim Bappenas yang sekarang sudah independen. Kita ingin PINA menunjukkan bahwa di luar pemerintahan, PINA juga mampu menghadirkan terobosan-terobosan," katanya.
Baca juga : Sandiaga Beberkan Tujuan Pungutan Rp150 Ribu untuk Turis Asing di Bali
"Saya harap penandatanganan hari ini dapat menjadikan peluang kebangkitan pariwisata kita yang saat ini naik 12 peringkat dari tahun sebelumnya,” ungkap Menparekraf
Adapun alasan PINA memilih LHI sebagai partner kolaborasi sinergis di antaranya karena melihat pengalaman serta sistem yang selama ini dijalankan oleh LHI sebagai Hotel Operator dan Manajemen.
“Liberta Hotel Indonesia merupakan fast growing hotel chain dengan business preposition yang kuat," ucap Gilang.
Baca juga : Tahun Ini, Pemerintah akan Luncurkan Indonesia Tourism Fund
"Dimulai di akhir tahun 2020 dengan 5 jaringan hotel dan terus mengembangkan jaringan dengan target 165 lokasi sampai dengan 5 tahun ke depan, ditopang dengan sistem operasional yang dikembangkan oleh sister company hotelsuplay.com dengan kemampuan memberikan informasi real-time pertama di Indonesia yang memudahkan pengelolaan hotel dari aspek manajemen, keuangan, dan operasional,” jelas Gilang.
Dengan pengalaman yang panjang di bidang pembiayaan kreatif, PINA tentunya memiliki jaringan investor dari seluruh dunia termasuk negara-negara seperti Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Singapura, Prancis, dan Australia.
Hasil dari kerjasama sinergis ini akan memunculkan stimulus fund pembiayaan untuk pembangunan dan pengembangan akomodasi serta pada akhirnya membuka lapangan pekerjaan hospitality yang lebih besar lagi.
Baca juga : Wali Kota Ali Ibrahim Gigih Perjuangkan Kota Tidore Kepulauan Jadi KSPN
Mengingat, sektor pariwisata mengalami pukulan telak selama pandemi, tentunya kolaborasi sinergis ini bisa membawa angin segar bagi akselerasi pemulihan industri.
“Industri pariwisata harus bisa kembali menjadi salah satu penyumbang devisa terbesar di Indonesia. Dan momen ini merupakan momen yang sangat tepat, karena waktunya kita semua untuk recovery dari tantangan yang dihadapi selama 2 tahun pandemi ini," jelas Nikan.
"Harapannya dengan kesepakatan awal LHI dengan PINA, hal ini akan lebih cepat terwujudkan, karena kami percaya tujuan besar membutuhkan dukungan dari semua pihak terkait," paparnya.
"Selain itu LHI bisa memberikan kontribusi positif untuk menciptakan iklim bisnis yang tangguh dan berkelanjutan, sehingga kemajuan di industri pariwisata dan ekonomi kreatif bisa kita optimalkan bersama,” tutup Niken. (RO/OL-09)
SANDINATION Academy bersama Yayasan Indonesia Setara (YIS) menggelar Offline Mentoring Rocket Incubation 2026 di Aula Masjid At-Taqwa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Sabtu (7/2).
BANGUN kemandirian, Yayasan Indonesia Setara (YIS) bekerja sama dengan Bank Infaq, NRC, dan Gentanala menggelar pelatihan olahan limbah kayu di Jepara, Jawa Tengah pada Jumat (6/2).
INOTEK Foundation bersama Indonesia Setara Foundation menggelar Kick Off Program Kota Emas 2026 (Kota Ekonomi Maju dan Sejahtera) di PLUT-KUMKM Surakarta beberapa waktu lalu.
Kegiatan tersebut diikuti oleh 40 peserta yang mayoritas merupakan ibu rumah tangga.
YAYASAN Indonesia Setara (YIS) berkolaborasi dengan OK OCE FOREVER melanjutkan program pemberdayaan perempuan melalui Inkubasi Bisnis UMKM Tahap 2.
YAYASAN Indonesia Setara (YIS) bersama Gebrakan Anak Negeri (GAN) menggelar Pelatihan Tata Boga Pembuatan Olahan Edamame berupa bolen dan cake kukus edamame kepada 50 ibu rumah tangga.
Direktur Utama PT AI Indonesia Sony Subrata meyakini bahwa teknologi AI dapat diterapkan secara nyata untuk memenuhi kebutuhan sektor pariwisata Indonesia.
Swiss-Belhotel Pondok Indah mempersembahkan perayaan Imlek yang akan berlangsung pada Selasa (17/2), di Swiss-Café Restaurant, mulai pukul 18.00 hingga 21.00 WIB.
Selain menu Timur Tengah, Neo+ Airport Jakarta tetap menyediakan hidangan favorit Nusantara dan Barat untuk memberikan variasi rasa yang lengkap.
Seluruh keseruan dan daya tarik tahun baru Imlek dapat dinikmati di Novotel Tangerang. Selain menyajikan hidangan khas Negeri Tirai Bambu, terdapat atraksi Barongsai hingga Kungfu Tea Master.
WINR resmi menggandeng Artotel Group untuk mengelola tiga proyek hotel di Kota Batam. Kerja sama ini menjadi bagian dari strategi Perseroan
Sebagai bagian dari ARTOTEL Group yang mengusung konsep art, lifestyle, and experiential hospitality, De Braga by ARTOTEL terus mengembangkan pendekatan kreatif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved