Kamis 01 September 2022, 10:18 WIB

OJK: Jumlah Investor Pasar Modal Capai 9,4 Juta pada Tahun 2022

Despian Nurhidayat | Ekonomi
OJK: Jumlah Investor Pasar Modal Capai 9,4 Juta pada Tahun 2022

FOTO ANTARA/ Ujang Zaelan
Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Frederica Widyasari Dewi.

 

OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) menyatakan bahwa saat ini masyarakat Indonesia semakin melek digital. Hal ini terlihat dari data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), jumlah investor pasar modal sudah mencapai 9,4 juta investor pada tahun ini atau meningkat 25% dari tahun lalu.

Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Frederica Widyasari Dewi mengatakan dari jumlah investor tersebut, 81% merupakan investor berusia muda atau milenial dengan total aset sebesar Rp153 triliun.

Namun demikian, seiring dengan percepatan ini literasi terhadap pasar modal masih sangat rendah.

"Berdasarkan survei literasi dan inklusi keuangan yang dilakukan oleh OJK, tingkat literasi di pasar modal masih sangat rendah atau sekitar 5%. Kalau secara nasional tingkat literasi keuangan 38% dan inklusi 76%," jelasnya.

"Khusus pasar modal memang masih sangat rendah. Nah menjadi tugas kita bersama meningkatkan literasi dan inklusi keuangan terutama di sektor pasar modal," ungkapnya dalam acara Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (LIKE IT) #3 secara virtual, Kamis (1/9).

Baca juga: OJK Sebut Sektor Jasa Keuangan RI dalam Kondisi Stabil

Maka dari itu, Frederica menegaskan bahwa seluruh pemangku kepentingan harus membekali generasi muda masyarakat Indonesia dengan informasi literasi keuangan.

"Ini menjadi hal yang penting agar tidak terpengaruh rumor dan tidak rentan terhadap skema penipuan investasi yang saat ini tengah marak di lingkungan kita," tegas Frederica.

Lebih lanjut, OJK beserta seluruh stakeholders terkait berkomitmen untuk terus mendorong kegiatan literasi keuangan kepada masyarakat khususnya di sektor pasar modal.

Hal ini mengingat variasi dan karakteristik produk di pasar modal yang memerlukan kedalaman yang lebih dan perlunya memahami faktor risiko dari masing-masing produk yang ditawarkan.

"Kami meluncurkan Learning Management System (LMS). Ini silakan digunakan oleh masyarakat karena ini gratis dan bisa dapat e-certificate. Isinya berbagai macam dari mulai pengenalan pasar modal, edukasi asuransi, produk keuangan lain dan banyak yang dapat dipelajari," papar Frederica.

"LMS ini terdiri dari 3 tingkatan yaitu basic, intermediate, dan advance. Akhir 2021 sudah dilengkapi 10 modul tingkat basic," tuturnya.

Frederica menegaskan bahwa sosialisasi dan edukasi pasar modal ini juga bertujuan untuk membuat masyarakat mencapai kemerdekaan secara finansial melalui investasi. (Des/OL-09)

Baca Juga

Dok. Petrokimia Gresik

Petrokimia Gresik Rilis Sekolah Makmur untuk Tingkatkan Produksi Pertanian

👤Andhika Prasetyo 🕔Sabtu 01 Oktober 2022, 21:16 WIB
“Program ini, merupakan salah satu implementasi dari strategi customer intimacy Petrokimia Gresik dalam menghadirkan solusi atas...
dok.Kementan

Pertanian Kokoh, Kementan Tanamkan Orientasi Bisnis pada Petani Milenial

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 01 Oktober 2022, 21:15 WIB
REGENERASI petani bagi keberlanjutan pembangunan pertanian nasional, terus diupayakan oleh Kementerian Pertanian RI, utamanya generasi...
Antara/Basri Marzuki.

Pegadaian Sediakan Produk Bundling Investasi Emas dan Asuransi bagi Pengemudi Ojol

👤Ihfa Firdausya 🕔Sabtu 01 Oktober 2022, 17:44 WIB
PT Pegadaian bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Gojek memperkenalkan produk bundling investasi sekaligus asuransi bagi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya