Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Brand aggregator Tjufoo baru saja mengumumkan langkah terbarunya dalam mendukung peran kepemimpinan perempuan di dunia bisnis melalui sebuah inisiatif bertajuk Akselerasi Bisnis (AKSI) Perempuan. Menggandeng platform community Stellar Women sebagai mitra pelaksana, program tersebut memberi peluang inkubasi khusus bagi bisnis-bisnis yang dirintis oleh perempuan Indonesia. Selain pendampingan bisnis, terdapat pula kesempatan memenangkan pendanaan dan support senilai miliaran rupiah.
“Tjufoo terus berkomitmen untuk mendukung peran kepemimpinan perempuan atas bisnis yang dirintisnya sehingga dapat terus bertumbuh dan berkembang secara berkelanjutan. Hal ini adalah bagian dari prinsip Indonesia First yang bertujuan mengiringi pertumbuhan Indonesia secara menyeluruh dan berkelanjutan di berbagai aspek, termasuk mendukung terciptanya salah satu area fokus dalam Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu Pekerjaan yang Layak dan Kesetaraan Gender. Inisiatif AKSI Perempuan ini diharapkan bisa menjadi wadah interaksi sekaligus inspirasi bagi para pebisnis perempuan untuk menumbuhkan bisnisnya secara berkelanjutan,” ujar TJ Tham, Co-Founder & Chief Executive Officer Tjufoo melalui siaran pers yang diterima Media Indonesia, Kamis (25/8).
Data dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia (RI) pada tahun 2021 pun menyebutkan bahwa 53.76% UMKM di seluruh Indonesia diinisiasi dan dipimpin oleh perempuan, yang juga 97% karyawannya diisi oleh pekerja perempuan . Angka tersebut mempertegas bukti bahwa perempuan memiliki potensi dan kapasitas yang cukup untuk bertindak serta produktif dalam kontribusinya pada kemajuan ekonomi Indonesia. Meski begitu, banyak dari para pebisnis perempuan masih terhambat dalam mengembangkan usahanya, mulai dari permodalan, akses pengembangan keterampilan, hingga tata kelola perusahaan dan pemasaran .
Berangkat dari hal ini, Tjufoo menggandeng platform komunitas Stellar Women untuk menggelar program AKSI Perempuan sebagai bentuk kepedulian atas masih banyaknya hambatan yang dihadapi oleh perempuan di Indonesia dalam menjalankan dan memajukan bisnisnya. Co-Founder Stellar Women, Samira Shihab mengatakan, “Kami memahami perempuan menghadapi banyak hambatan dalam menjalankan bisnis. Selain modal, perempuan juga dihadapkan dengan peran di keluarga, stigma dan tekanan sosial, hingga minimnya akses terhadap informasi dan jejaring yang dibutuhkan. Maka dari itu, kami antusias untuk berkolaborasi dengan Tjufoo dalam membuka kesempatan yang luas bagi para perempuan pelaku usaha dalam menemukan lebih banyak peluang bisnis di luar sana. Kami harap, inisiatif ini dapat menginspirasi banyak perempuan untuk lebih berani dalam memulai bisnis.”
Baik Tjufoo maupun Stellar Women optimis bahwa program AKSI Perempuan dapat menghadirkan manfaat secara langsung terhadap bisnis yang dipimpin oleh perempuan. Nantinya diharapkan para womenpreneur terpilih dapat mencapai empat target utama dari penyelenggaraan program AKSI Perempuan, yakni:
1. Memperkuat fundamental bisnis melalui pembenahan terkait performa keuangan, kemampuan operasional untuk produksi massal, serta infrastruktur yang mendukungnya.
2. Membentuk skalabilitas yang jelas, di mana setiap peserta mampu mengukur peluang pasar untuk menjual solusi dan memberi dampak positif.
3. Menentukan tujuan jelas untuk proses identifikasi merek melalui serangkaian metrik guna memastikan business goals terpenuhi secara maksimal.
4. Merancang strategi bisnis yang kuat untuk menjawab tantangan atas gelombang perubahan besar dari waktu ke waktu, mencakup kemampuan pemasaran, wawasan atas industri yang digeluti, serta kemampuan menyesuaikan kebutuhan bisnis.
Adapun tahap pertama program inkubasi bisnis bagi para entrepreneur perempuan ini berlangsung pada 24 Agustus hingga 22 September 2022. Para peserta terpilih nantinya akan menjalani bootcamp selama dua hari, baik via online maupun hadir langsung di kantor Tjufoo. Di sana, mereka berkesempatan mengikuti kelas-kelas peluang untuk memperluas wawasan bisnis dari berbagai ahli terkait. Selanjutnya, seluruh peserta mendapat pelatihan dan support berkala selama tiga bulan, sebelum kemudian dipilih 10 usaha terbaik yang akan menerima pendampingan lebih lanjut dari Tjufoo dan Stellar Women dalam membawa bisnisnya ke level lebih tinggi.
Selama empat pekan, kesepuluh bisnis yang terpilih akan mendapat mentor yang memberikan panduan komprehensif dalam proses inkubasi bisnis. Bekal tersebut diharapkan mampu mempersiapkan para entitas terpilih dalam menghadapi sesi Demo Day, di mana mereka akan mempresentasikan masing-masing bisnisnya di hadapan juri untuk mendapatkan peluang tiga slot dana investasi.
“Setiap pekannya, masing-masing bisnis terpilih akan mendapat sesi mentoring yang memberikan mereka kesempatan luas untuk berkonsultasi menggali potensi pengembangan bisnis secara berkelanjutan, baik dari sisi manajemen, infrastruktur, maupun operasional bisnisnya. Melalui AKSI Perempuan, Tjufoo dan Stellar Women juga memberikan peluang hadiah dan dukungan senilai miliaran rupiah” ujar TJ Tham menjelaskan. Informasi lebih lanjut tentang program AKSI Perempuan serta syarat dan ketentuan mendaftar dapat dilihat selengkapnya di www.stellarw.com/aksiperempuan. (OL-12)
Fokus entitas adalah pada pemberdayaan, baik melalui peningkatan kemampuan komunikasi strategis maupun melalui dukungan emosional dan edukasi bagi perempuan.
Pernyataan itu juga menyampaikan bahwa KJRI Jeddah turut memfasilitasi pemulangan satu WNI dengan kondisi lumpuh akibat sakit ke Indonesia.
Lestari Moerdijat mendorong penguatan peran perempuan sebagai bagian dari langkah strategis pelestarian budaya nasional.
Perempuan pascamenopause menghadapi berbagai tantangan kesehatan, mulai dari penurunan kepadatan tulang hingga melemahnya sistem imun.
Ketua Umum Kadin DKI Jakarta, Diana Dewi, meraih penghargaan Tokoh Perempuan Penggerak Ekonomi dan UMKM.
Kanker serviks masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan perempuan Indonesia.
Program Desaku Maju–GERCEP direncanakan berlangsung dalam 58 kelas di 38 desa.
Yayasan Indonesia Setara bekerja sama dengan Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, dan Perindustrian Perdagangan (DKUKMPP) Kota Cirebon serta Refo menggelar workshop digital marketing.
Data Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2024 mencatat jumlah wirausaha Indonesia telah mencapai 3,47% dari total penduduk, naik dari 3,21% pada tahun sebelumnya.
Program Kartini Bluebird, wadah pemberdayaan bagi istri dan putri pengemudi Bluebird yang berdiri sejak 2014, terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekonomi keluarga
Salah satu Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Widayani Wahyuningtyas, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut mengusung tema 'Edukasi kewirausahaan sejak usia dini.
Gus Falah menegaskan, adalah keharusan bagi santri untuk menguasai berbagai bidang, mulai dari teknologi, sains, politik, hingga kewirausahaan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved