Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) menjadi alat pemerintah untuk memastikan inflasi Indonesia tetap terkendali di tengah krisis global.
“APBN melakukan shock absorber. APBN memastikan bahwa inflasi terkendali dan tidak naik terlalu tinggi,” katanya dalam acara Mid-Year Economic Outlook 2022 di Jakarta, Selasa.
Suahasil mengatakan APBN menjadi shock absorber atau peredam adanya berbagai guncangan di level global yang berpotensi memberikan tekanan sangat dalam terhadap perekonomian Indonesia.
Ia menjelaskan The Federal Reserve (The Fed) telah melakukan pengetatan kebijakan moneter melalui peningkatan suku bunga acuan yang diikuti beberapa negara lain seperti Eropa.
Peningkatan suku bunga acuan ini meningkatkan cost of fund yang pada akhirnya mempengaruhi korporasi dan APBN.
Di tengah tekanan akibat pengetatan kebijakan moneter oleh The Fed, dunia juga menghadapi konflik Rusia dan Ukraina yang menciptakan kenaikan harga komoditas dan menciptakan supply disruption.
Oleh sebab itu, APBN melakukan shock absorber dalam rangka memastikan inflasi Indonesia terkendali dan tidak naik terlalu tinggi.
Cara APBN menjadi shock absorber adalah memastikan harga-harga yang penting terutama administered price termasuk harga energi tidak meningkat secara drastis.
“Upaya itu dilakukan dengan memberi alokasi subsidi dan kompensasi yang lebih tinggi,” ujar Suahasil.
Baca juga: Rasio Utang Indonesia Dinilai Lebih Baik dari Negara Lain
Kementerian Keuangan telah menyampaikan permintaan peningkatan pagu untuk subsidi dan kompensasi supaya harga energi tidak naik kepada DPR RI.
Selain melalui subsidi, APBN sebagai shock absorber juga dilakukan dengan menjaga daya beli masyarakat melalui peningkatan belanja perlindungan sosial terutama kepada kelompok miskin dan rentan.
APBN turut menjaga momentum pemulihan ekonomi dengan cara memberikan stimulus-stimulus kepada dunia usaha agar penyerapan tenaga kerja dapat berlanjut sehingga pengangguran dan kemiskinan menurun.
Meski demikian, Suahasil memastikan kesehatan APBN turut dijaga dengan menekan defisit yang perlahan kembali ke level di bawah 3 persen pada tahun depan.
Defisit APBN pada 2020 sempat mencapai level 6,1 persen dari PDB karena harus mendorong pemulihan ekonomi namun terus turun menjadi 4,47 persen dari PDB pada 2021.
Untuk tahun ini berdasarkan Perpres 98/2022 defisit turun ke level 4,5 persen dari PDB dan dalam outlook akhir tahun diperkirakan bisa ditekan hingga ke level 3,92 persen dari PDB.
“APBN kita upayakan menjadi lebih sehat. Ini menjadi jalan yang baik supaya tahun depan APBN bisa memenuhi amanat UU 2/2020 yaitu defisit di bawah 3 persen,” jelasnya.(Ant/OL-4)
Harga bahan pokok yang mengalami penurunan mencolok terjadi pada komoditas cabai rawit merah, dari Rp110.000 menjadi Rp76.000 per kilogram.
Harga cabai rawit merah melonjak drastis dari Rp100.000 menjadi Rp140.000 per kilogram. Selain karena permintaan, faktor cuaca juga berpengaruh besar.
Cuaca buruk yang terjadi beberapa bulan terakhir cukup memengaruhi produksi yang berdampak berkurangnya pasokan. Di sisi lain, permintaan masyarakat cenderung meningkat.
Berdasarkan pantauan di Pasar Gedhe Klaten pada Minggu (22/2), harga cabai rawit merah di tingkat pedagang eceran telah mencapai Rp110.000 per kilogram.
Cabai besar keriting dijual seharga Rp70.000 per kilogram dari harga sebelumnya yang hanya Rp45.000 per kilogram.
Harga cabai rawit merah di Pasar Induk Kramat Jati hari ini (21/2) turun jadi Rp55.000/kg usai diguyur pasokan Kementan. Cek detail harganya di sini.
Ruang fiskal pemerintah kian terbatas seiring meningkatnya posisi utang hingga Rp9.637,90 triliun per 31 Desember 2025 atau setara 40,46 persen terhadap produk domestik bruto (PDB)
Danantara menargetkan negosiasi utang proyek KCIC Whoosh dengan China selesai kuartal I-2026. Skema restrukturisasi disebut masih 50:50.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmennya untuk mengelola ekonomi secara pruden dengan mengusung kebijakan yang pro-pertumbuhan dan pro-rakyat. T
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti penghapusan 11 juta peserta PBI BPJS dan meminta penonaktifan tidak mendadak serta disertai sosialisasi.
DPR RI memastikan layanan kesehatan peserta PBI BPJS tetap berjalan selama 3 bulan ke depan meski ada penonaktifan, dengan iuran ditanggung pemerintah.
Tidak semua rumah akan diganti atapnya, karena program ini hanya menyasar rumah-rumah yang masih menggunakan atap seng untuk kemudian diganti dengan genteng berbahan batuan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved